16 Juni 2008

Tak seperti biasanya itu, untuk Bapakku

Kemarin dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 14 Juni 2007 Bapak saya tepat merayakan hari jadinya. entah yang keberapa tahun bapak ini melewati tahun 2008, yang jelas karena tidak pernahnya saya sebagai mbarepnya eling pada tahun kelahiran Bapak jadi hampir tak pernah saya mengucapkan suatu walau hanya sekedar ucapan saja itupun tak pernah aku sampaikan, tetapi beberapa hari yang lalu, itu diingatkan oleh istri saya, istri yang selalu ingat pada setiap kejadian-2 sekecil apapun [ tentu yang berkenan dihatinya ] yang dia rekam, termasuk tanggal kelahiran Bapak saya di Bulan i ni, saya dengan agak kaku, walau harus trenyuh mengucapkan selamat ulang tahun, sesuatu yang jarang dan saat itu ini menjadi sesuatu yang berharga bagi saya, istri dan cucu-cucunya di Surabaya.
Selamat ulang tahun pak, semoga dalam lindiungan Allah SWT, tetep sehat dan umur panjang menemani anak-2 nya mengasuh cucu-cucunya epanjang masa. Amin.

Lanjut Kang......

12 Juni 2008

Mau menang sendiri itu, adalah ........

Trotoar pinggir jalan itu, sepanjang sepengatahuan saya dari masa kecil sampai sudah tua gini, fungsi dan kegunaannya tentu untuk pejalan kaki, bukan untuk rombong-rombong jualan, atau menggelar dagangan disana, kalau toh itu terpaksanya ada di sudut trotoar memang mereka harus menggunakan untuk mencari penghidupan, yang layak tentu halal juga.
Tapi yang saya lihat ini lain dan tak pernah saya jumpai sebelumnya dimana saja, trotoar itu memang tampak bersih dan tak nampak sedang di renovasi juga tidak terlihat sedang dibersihkan pula sepi rombong jualan disana, tapi .... di sudut trotoar itu terpasang alat yang kalau saya melihatnya itu sebagai tanda larangan untuk orang [atau mungkin binatang] lewat disana.
Saya trus berpikir, ini apa .... masak jalan yang seharusnya dipakai untuk pejalan kaki malah sengaja dilarang untuk dilewati, saya tau persis bahwa trotoar itu berada di samping restoran [cafe], pikiranku jadi jelek, jangan-2 larangan ini dipasang ditrotoar itu agar orang yang lalu lalang tidak menjadi gangguan pemandangan, untuk mereka yang sedang makan didalam restoran itu.
Ah itu mungkin pikiran jelek saya, tapi ...... kalau benar berarti ada [ dan sengaja ] kecongkakan,, mau menang sendiri, embuh dengan fungsi jalan dan aturan itu. Kalau itu yang ada dalam benak mereka, wah naibnya.
tapi ........ embuh, jaman dan orang sudah sak maunya sendiri. tapi kalian kan tidak begini kan ?

Lanjut Kang......

2 Juni 2008

Remaja itu, Buah hati yang bahagia

Kemarin, tidak seperti hari Minggu biasanya, hari itu ada dua peristiwa yang harus kuingat dan sama-sama wajib untuk aku sisihkan perhatiannya.
Satu : si mbarep putriku yang kebetulan hari itu ulang tahun di usia yang ke enambelas, umur yang kuanggap sudah tidak kecil lagi, tambah dewasa dan tentunya harapan saya orangtuanya, mbarep ini panjang umur dan tidak nakal, kuat dan mampu untuk mengarungi kehidupan yang makin sulit ini.

Dua : Kemarin adalah hari yang selalu kuingat selain yang pertama tadi, yaitu peringatan lahirnya Pancasila, lima sila yang menjadi dasar negara kita ini, lima sila yang digali oleh sang proklamator, Sang Fajar, untuk menjadikan landasan kita dalam menata untuk kemudian menentramkan untuk menjadi negara yang Tata tentrem karto raharjo, itulah negara yang dicita-citakan oleh Bung Karno, negara yang besar dan kuat.
Apakah kita sudah seperti apa yang di gadang-gadang oleh Bung Karno itu ?

Lanjut Kang......

21 Mei 2008

Kebangkitan itu, 100 tahun yang lalu

[ gbr dari wikipedia]

Kemarin di tahun ini, genap 100 tahun kebangkitan Nasional di kumandangkan oleh pendahulu-pendahulu kita dimasa itu, sebuah tetenger yang ingin menjadikan tanah merdeka ini benar-benar merdeka, merdeka dari penjajahan, kebodohan dan kemiskinan yang waktu itu membelenggu bangsa ini, itu dulu ....

Dan sekarang ......


Di ke seratus tahun ini, kebangkitan semoga termaknai dengan :

kebangkitan dari keterpurukan dan ketertinggalan


di ke seratus tahun ini, kebangkitan semoga termaknai dengan :

INDONESIA BISA !!!

Lanjut Kang......

19 Mei 2008

Ngawi itu, jalur penuh kewaspadaan

[gb. kapanlagi.com]
Saya ini sekarang bermukim di Surabaya, tetapi tanah kelahiran saya ada di kota kecil, indah dan ramah dengan kesejukan udara yang menggoda, Magelang.

Meski saya sekarang tinggal dan mencari nafkah di Surabaya, tetapi hampir minimal 2 bulan sekali aku pulang, sekedar untuk menengok kedua orangtuaku yan masih berdua mantenan di rumah, jadi praktis jalan antara Surabaya dan Magelang menjadi jalan yang sering aku lalui, ketika aku pulang ke Magelang atau ke Surabaya.

Kalau saya pulang dengan naik bus, saya suka sekali melakukan perjalanan ini pada malam hari, kalau pulang dengan kendaraan sendiri saya suka melakukannya di siang hari, praktis jalan seperti daerah Ngawi Mantingan, saya menjadi hafal keadaan jalan tersebut yaitu, sepi bergelombang dan tentunya berbahaya.

Maka ketika saya mendengar berita bahwa Sophan Sophiaan mengalami kecelakaan hingga harus meregang nyawa sebab kecelakaan di daerah Ngawi, saya ngelus dodo [ jalur ini lagi] yang masih menimbulkan kecelakaan, padahal itu sudah sedari dulu saya tahu, trus saya coba bertanya pada diri sendiri, kenapa jalan yang bahaya ini tidak tersentuh oleh pemda atau provinsi sehingga jalan ini menjadi jalan yang baik dan tidak terus menjadi sebab kecelakaan, dan menelan korban siapa saja. Kapan ya jalan ini menjadi jalan yang bagus dan menjadi jalan enak ketika melewatinya ?

Lanjut Kang......

14 Mei 2008

Peristiwa itu, terlewatkan saja

Sebetulnya ada banyak momen yang bisa saya posting ke blog, tapi entah kenapa semua itu tak kulakukan, pikiran seakan buntu, keinginan itu ada tapi selalu ujung-ujungnya gak jadi, mentok di keinginan saja, seperti ketika di tempat dekat saya berada, ada kegiatan memperingati ulang tahun kota Surabaya yang ke 715 yang salah satu acaranya adalah panitai mengadakan pesta bunga, yaitu pawai kendaraan berhias berbagai macam bunga warna warni yang cantik, semarak dan penuh penonton inipun tidak menjadi greget saya untuk posting.
Ada juga kegiatan ghatering di tempat saya bekerja yang dilaksanakan selama 2 hari 1 malam dengan menginap di salah satu hotel di kota Batu, inipun sebetulnya juga menarik tetapi akhirnya juga mentok di awang-awang aja, wis mboh ndak tau kenapa jadi begini, atau karena memang nelum ketiban mood aja ya ?

Lanjut Kang......

28 April 2008

Ibu kita, Kartini




Ibu kita KARTINI,
Putri Sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Lanjut Kang......

16 April 2008

Donald itu, menginspirasi SIM CORNER ?

Makanan cepat saji, orang juga mengenal Mac Donal (MD) jadi kalau orang muda ingin makan yang secara cepat tersaji dihadapan kita, maka akan dipilihnya MD sebagai salah satu alternatifnya, terus apa hubungannya dengan Sim Corner itu, pastinya tidak ada hubungannya walau dilirik dari sudut manapun, yang barangkali benang merahnya hanya ada pada cara cepat menyajikan hasilnya. Kalau di MD makanan secara cepat akan tersajikan sesuai apa yang kita pesan, dan di SIM Corner saya merasakan suasana yang sama, yaitu kecepatan dalam memproses data yang kita berikan yaitu + selama 15 menit, kemudian tidak lama petugas segera menyerahkan hasilnya ( tentu SIM ) pada kita.
Sungguh layanan Drive Thruu (demikian di-istilahkan) yang mereka berikan kepada masyarakat yang mengurus perpanjangan SIM dapat dikatakan sangat baik,
Layanan ini beberapa bulan terakhir di Surabaya salah satunya dapat dijumpai di Tunjugan Plaza I lt. Basement. Di sudut sebelah selatan pertokoan ini anda dapat menjumpai satu layanan prima yang diberikan oleh Polwitabes Surabaya dalam rangka memberikan layanan pada masyarakat yang mengurus perpanjangan SIM, secara cepat dan tentu dengan biaya yang murah, dan dapat kita lakukan sambil shopping disana.
Selamat mencoba ………. !!!!!

Lanjut Kang......

14 April 2008

Kemegahan dan kecantikan itu, tak terpuaskan (dolan hari kedua)

Dolan saya dihari kedua ini, sebetulnya sudah saya gadang - gadang sejak lama, yaitu sejak liburan saya terdahulu, tapi karena waktu itu tidak terlaksana lantaran waktu yang terbatas. Jadi liburan kali ini utuk mengunjungi situs GEDONG SONGO saya rancang jauh hari agar keinginan yang sempat tertunda itu tidak terlewatkan lagi meski dimasa kecil saya tempat ini dahulu sudah pernah saya singgahi, tetapi hal ini tidak menghalangi saya untuk menginjungi kembali, mengingat kebesaran dan kecantikan Camdi Songo.
Pagi itu saya, bersama Bapak dan Ibu, istri serta anak – anakku sudah berangkat dari Magelang menuju Ambarawa, sebelum sampai di Ambarawa saya sempatkan mampir ke rumah adikku di daerah Kecamatan Jambu, untuk saya ajak serta di dolanku kali ini.
Dalam perjalanan berangkat saya sudah merasakan cuaca yang tidak bersahabat, mendung sudah tebal ditambah jatuhnya hujan, menurut adikku, beberapa minggu belakangan hujan hampir sertiap hari mengguyur kota ini, jadi praktis beberapa kota sekitarnya hujan juga jatuh disana.
Dalam perjalanan menuju ke lokasi Gedung Songo kami sekeluarga tidak lepas dari guyuran hujan, sehingga membuat hati ciut, untuk dapat menyinggahi tempat dolan ini, dan ternyata kekwatiran saya menjadi benar adanya. Sampai di pintu masukpun hujan tidak juga reda, sehingga keingina kami sekeluarga melihat dari dekat kemegahan situs Candi Songo tidak terpuaskan, sebab kalau harus masukpun tidak akan leluasa menyaksikannya.
Akhirnya daripada kita kedinginan di lokasi tanpa membawa hasil, akhirnya aku putuskan untuk kembali saja ke Magelang, tetapai dalam perjalanan pulang saya masih ingat untuk mampir ke teman MP saya yaitu mas BUDI COWE ( http://putucowe.mutiply.com/) saya sempat melihat tembakaunya dan racikannya, sayang aku sudah tak merokok lagi, sehingga kehebatan racikannya tak sempat kurasakan, kapan mas dolan ke Surabaya ? mampir ya !!

Lanjut Kang......

10 April 2008

Koleksi sejarah, masih terawat



Sering saya pergi berlibur ke keraton Jogya, selain tempat ini memberikan nuansa berbeda di setiap dolan saya ke Jogya, juga tempat ini terletak di ujung selatan jalan Malioboro, yang mudah dijangkau.
Dolan kali ini, seperti yang telah diatur sebelumnya, sebelum saya pulang kerumah, hari itu saya jadwalkan untuk melihat acara Grebegan yang diadakan oleh keraton Ngayogyakarta Hadingrat, sebenarnya sih ingin menyaksikan malam pas jam 12, tetapi hal ini tidak kesampaian karena kami harus berkutat dulu di Surabaya selama 3 jam untuk lepas dari kota menuju Jogya, praktis perkiraan kami sudah tidak bisa kesampaian.
Namun dolan saya yang kali ini, bisa menyaksikan acara kirab prajurit yang baru kali ini saya dan keluarga saksikan, saya bisa dengan jelas menyaksikan prajurit itu ber defile, juga yang tidak kasalh menariknya, saya juga bisa menyaksikan berbagai kereta keraton, dan yang paling menjadi daya tarik saya adalah dapat menyaksikan koleksi CADILAC nya Sri Sultan Hamengkubowono IX ketika menjabat wakil presiden, dan FORD ketika menjabat Menku Ekuin.


Lanjut Kang......