28 Agustus 2008

Kepergian itu, sungguh mengecewakan aku dan Non

Berita itu saya terima ketika saya baru saja pulang dari kerja, masih santai melepas lelah, beberapa saat kemudian ada telepon dari Bapak di Magelang, mengabarkan bahwa bude yang tinggal di Medari, Yogyakarta meninggal dunia, karena memang dalam keadaan sudah tua dan sakit.
Sebetulnya berita ini akan menjadi kabar yang sudah termaklumi oleh saya, tapi kali ini sungguh kabar yang sangat menyedihkan untuk saya apalagi Non, sebab beberapa minggu sebelumnya saya dan Non sepakat akan menengok bude yang sedang sakit di hari lebaran nanti, mengapa harapan ini sangat menjadi keinginan yang sangat bagi kita berdua ? karena sudah lama saya Non dan anak-anak tidak ketemu dengannya, beliau sejak kami menikah sudah diminta tinggal di Jakarta, ditempat anak-anaknya kumpul dan bertempat tinggal disana sekalian agar mudah merawat sakitnya, tapi menjelang meninggalnya beliau, bude ini meminta untuk tinggal dan kembali ke Medari Yogyakarta, barangkali dia sudah terasa dan minta pulang ke kampung halamannya.
Saya, Non, Mas nDoko dan Istrinya malam selepas Mahgrib berangkat ke Yogyakarta untuk melayat, tapi kita akan ke Magelang dulu untuk menjemput Bapak, Ibu dan adikku dulu untuk kita ajak bersama berangkat ke Medari.
Sampai di Magelang waktu itu masih pagi, jam masih menunjukkan pukul 03.30 jadi ada kesempatan untuk istirahat sebentar di Magelang karena bude rencananya akan dimakamkan pada siang jam 14.00 WIB, sehingga dengan bertemunya aku dengan kedua orangtuaku bisa digunakan untuk mengenang hari-hari terakhir bude, puter-puter kota karena Mas nDoko dan istrinya baru kali ini tau dan singgah do kota kecil yang berhawa sejuk itu.

Jam 10.00 WIB kami semua berangkat menuju ke Medari, dan sampai di medari 1 jam kemudian, dan sampai di rumah bude saya sudah disambut saudara-saudara yang sudah lama sekali tidak ketemu, ada tangis, kecewa dan lain-lain jadi satu. Itulah suasana yang sangat mengharukan dan langsung kami yang baru datang menuju ke tempat dimana diseyamkan jenasah kakak dari Bapak yang tercinta ini. sekali lagi saya dan non menangis, mengingat keinginan kami yang ingin ketemu dengan beliau namun bude sudah mendahului dipanggil dan memupuskan harapan kami untuk bertemu, kangen-kangenan dan bercanda ria bersama keluarga di Yogyakarta.

Selamat jalan budeku tercinta, maaf keponakanmu belum sempat ketemu di akhir-akhir mu, aku hanya bisa berdoa semoga bude dalam ketenangan disisi Allah SWT. Amin

Lanjut Kang......

5 Agustus 2008

Bahan bakar itu, mari dihemat

Seorang teman telah mengirimkan e-mail kepada saya, setelah saya baca isinya memang sangat menarik untuk saya bagikan kepada anda, dengan harapan kalau cara ini dipakai oleh banyak orang [termasuk saya mungkin] akan membawa dampak yang sangat bagus, mengapa ? coba saja baca tulisan teman [dari temannya] ini :

Seorang teman mengirimkan catatan seperti tertulis di bawah ini:Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin...tetapi di sini, di Durban , harga bahan bakar juga mahal. Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerjadi Durban , dalam waktu 24 jam kami memompakan/menyalurkan kurang lebih 4 juta liter.Satu hari solar, hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin, LRP dan Unleaded.Kami di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak 34 dengan kapasitas
seluruhnya 16.800.000 liter.

BELILAH BAHAN BAKAR ATAU ISILAH MOBIL ATAU MOTOR ANDA DENGAN BAHAN BAKAR PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH MASIH DINGIN. Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah.Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang hari....sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli. Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin, diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1 derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

SALAH SATU YANG PALING PENTING ADALAH ISI BAHAN BAKAR SAAT TANKI KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH. Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi. Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati ada ganti rugi/kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

YANG PERLU DIINGAT LAGI, JANGAN ISI BENSIN JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG MENGISI TANKI PENYIMPANAN hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan anda. Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.

Lanjut Kang......

30 Juli 2008

Perjalan itu, Intisari kehidupan manusia

Intisari dari perjalanan yang penuh dengan ketauladanan dari Nabi Besar Muhammad SAW, adalah mutiara – mutiara kehidupan yang tak ternilai. Perjalanan yang patut menjadi contoh suri tauladan kita sebagai ummat-Nya, dalam mencari ridho dan karunia kepada Allah ta’alla.
Oleh karenanya, kita sebagai ummat Islam merasa terpanggil dan wajib untuk mensyiarkan pengalaman Perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai suatu perjalanan religius ISRA’ MI’RAJ kepada manusia, agar perjalanan spiritual Nabi menjadi pelajaran yang mendalam bagi diri kita sendiri dan ummat manusia umumnya.

Lanjut Kang......

17 Juli 2008

Murid baru itu, Baju baru dan Buku baru

Hari-hari belakangan ini sekolah sedang ramai-ramainya, menerima murid baru, kenaikan kelas dan sebagainya, tentu hal ini menjadi kesibukan tersendiri.
Kecuali yang sibuk sekolah, orang tua murid juga tak kalah sibuknya, ada orang tua yang sibuk mendaftar ulang anaknya yang naik kelas, dan ada juga orang tua yang sibuk memasukkan anaknya kesuatu sekolah pilihannya.
Dari dua-duanya orang tua yang sibuk tadi, ternyata orang tua yang mendaftar ulang itu yang lebih sibuk dari orang tua yang hanya mendaftarkan anaknya masuk sekolah, tapi, ah mungkin dua-duanya sama-sama pusing, tapi saya coba untuk membahas orang tua yang sedang daftar ulang anaknya begini, orang tua ini harus mengeluarkan anggaran untuk membeli buku baru untuk kelas yang baru, padahal kalau si orang tua itu boleh berharap, bahwa buku itu bisa didapat dari kakak-kakaknya sehingga tidak harus beli buku baru, mereka, orang tua ini harus beli buku baru karena buku-buku yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi, dengan alasan buku itu sudah diganti judulnya, sudah ganti kurikulumnya, dan entah apalagi alasan itu didapatnya sehingga mereka mau tidak mau harus membeli buku baru itu kalau tidak ingin anaknya tertinggal pelajarannya sebab tidak adanya buku yang dia punya.
Dengan kejadian itu, saya sempat berfikir apakah setiap ganti tahun pelajaran ganti pula buku pelajaran sekolahnya, kalau itu yang terjadi wah bisa-bisa mereka-mereka para orang tua ini tiap tahun dibuat pusing karena harus mengeluarkan uang untuk beli buku baru dan setelah satu tahun buku tersebut tidak dipakai lagi karena sekolah mengharuskan memakai buku baru lagi yang tentunya tidak sama dengan buku untuk kelas yang sama di tahun yang kemarin, memang di sekolah sudah disediakan buku-buku pelajaran yang menjadi kewajiban pokok sekolahnya, tetapi sekolah masih tetap mengajurkan untuk membeli buku yang disekolah tidak disediakan, dan ini biasanya jumlahnya lebih banyak ketimbang yang disediakan. Apakah ini yang disebut dengan pendidikan murah bagi masyarakat ? saya yakin model seperti ini bukan model yang kita inginkan, sebab sekolah seperti inilah adalah sekolah yang hanya berorientasi pada bisnis saja, trus kapan sekolah akan berpihak ke masyarakat kecil, yaitu anak-anak yang berhak untuk mengenyam pendidikan di Indonesia ini.

Lanjut Kang......

14 Juli 2008

TO WANA itu, The Folklife Performance

Entah mengapa hari Minggu 14 Juli 2008 kemarin itu saya ingin sekali menyaksikan pertunjukan yang satu ini. Meski saya sering nongkrong di Taman Budaya Timur dan seringkali menyaksikan berbagai pertunjukan disana, hari itu tidak seperti biasanya, keinginan untuk menyaksikan acara ini sungguh sangat ingin sekali kutonton, acaranya adalah penampilan kehidupan tradisi, THE FOLKLIFE FERMOMANCE : The Indigenous Forest – Dwelling People in Morowali Central Sulawesi. Untuk lebih sekedar menyampaikan apa yang sudah saya saksikan, saya mencoba menulis dengan harapan apa yang saya berikan ini akan bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca pada umumnya, sebab dengan tulisan ini saya bisa getok tular [ penyambung lidah] apa yang diharapkan penyaji yaitu adannya masyarakat yang peduli pada kehidupan masyarakat suku TO WANA yang hidup dalam keterasingan di hutan-hutan Sulawesi Tengah, dalam hal pendidikan dan kesehatan yang dibutuhkan. Inilah sedikit tentang To Wana itu;
PROFIL
To Wana atau orang Wana di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah menempati wilayah Kecamatan Bungku Utara dengan anak sukunya yakni Lalaeo, Brangas dan Topolempa. Sebagian mereka sudah menempati beberapa desa yakni Lemo, Taronggo dan Uemasi sementara yang lain masih menempati hutan-hutan yang sangat sulit untuk dijangkau. Wana berasal dari bahasa Sanskrit yang berarti hutan sehingga To Wana berarti “orang hutan” atau masyarakat penghuni hutan. To Wana (outsider term) sesungguhnya adalah penamaan orang Belanda terhadap suku ini yang kemudian menjadi popular dan masih digunakan sampai sekarang. To Wana sendiri tidak keberatan dengan istilah tersebut meskipun mereka menyebut dirinya sebagai Topo Ta’a atau Ta’a Wana (insider term) yang berarti irang yang menggunakan bahasa Taa. To Wana dikenal sebagai peladang berpindah-pindah dengan system rotasi, menggunakan sistem barter dalam bertransaksi, mempunyai pandangan yang sederhana tentang hidup dan alam, sebagai penyumpit ulung dan mempercayai bahwa hutan adalah rumah sekaligus nenek moyang mereka.
The Folklife Perfomace “To wana : The Indigenous Forest-Fwelling People in Morowali” terdiri dari :
Kayori (Syair Pembuka )
Kayori adalah sastra tutur To Wana dalam mengungkapkan pesan melalui syair yang mengandung maksud tertentu secara tidak langsung. Musik Musik yang ditampilkan adalah medley dari beberapa musik To Wana seperti Talali (suling), Gaso-Geso ( alat gersek), Popondo (alat petik yang menggunakan bagian depan tubuh sebagai resonator), Tutubua (alat berdawai dari bamboo) gong dan ganda (gendang).
Tari-Tarian
Tiga jenis tari yang ditampilkan adalah Dendelu, Salode dan Tandebomba. Dandelu adalah tarian mellingkar dengan iringan syair-syair yang dinyanyikan oleh penarinya sendiri. Salonde adalah tarian yang dimainkan oleh para wanita Wana untuk menyatakan rasa syukur atas berbagai hal. Tandebomba adalah tari yang dimainkan oleh pria dan wanita.
Permainan Rakyat ( Mawinti )
Mawinti adalah permainan laki-laki To Wana dalam bentuk adu betis untuk mengisi waktu luang di dalam aktifitas yang berhubungan dengan pertanian msialnya awal menanam padi dan pada saat panen.
Atraksi Manyopu ( Menyumpit )
Menyumpit adalah salah satu aktifitas yang penting dalam kehidupan keseharian To Wana untuk keperluan beburu binatang seperti burung, monyet, babi serta berbagai senjata untuk membela diri dari berbagai ancaman.
Upacara Pengobatan ( Momago )
Upacara pengobatan atau Momago (mobolong ) masyarakat To Wana memanfaatkan kekuatan roh-roh yang bersemayam dialam seperti di pohon-pohon besar, di empat yang curam atau dimata air. Dalam upacara ini peran dukun (walia) sangat penting sebagai perantara kekuatan roh untuk menyembuhkan si sakit.
Upacara Momata
Upacara Momata adalah suatau upacara mayarakat To Wana untuk menghilangkan kenangan pada orang yang meninggal, tradisi ini ditandai dengan menghancurkan rumah yang mereka tinggali untuk berpindah ketempat lain. Tradisi ini dilakukan karena mereka percaya, bila ada yang telah meninggal di suatu tempat maka itu tanda ketidakberuntungan. Penghancuran rumah ini merupakan puncak kataris Orang Wana.
Itulah yang saya dapatkan ketika saya menyaksikan pertunjukan sampai selesai, ada rasa trenyuh, cinta dan benar ini adalah salah satu dari sebagian ribuah keanekaragman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, salah satu budaya yang wajib kita lestarikan, demi Indonesia yang ber Bhine Tunggal Ika.
sumber [ brosur, nonton langsung]

Lanjut Kang......

7 Juli 2008

Java Moca cafe itu, ketiga kalinya

[ini foto temen saya, yang saya jepret]
Ditempat ini saya meletakkan pantatku sebanyak 3 kali, pertama: ketika saya coba sendiri [sore] waktu mau menjemput non, kedua: saya dan temen-temen sitac datang menemui relasi kerja baru, untuk sebuah urusan pekerjaan yang katanya pekerjaan ini besar, hanya letaknya ada di Jawa tengah, tepatnya di Purworejo, saya tidak berharap banyak hal pekerjaan ini, sebab si bos sendiri kelihatan tidak respect [mungkin karena kesempatan ini dibawa oleh teman saya yang satpam itu] sehingga bos terleihat wegah dan ndak seratus persen menanggapi. Tapi bagi saya apapun dan dari manapun kesempatan itu akan saya untuk menindaklanjuti, barangkali kesempatan ini benar dan yang jelas, dapat memberi keuntungan bagi kantor dimana saya bekerja, jadi apa ruginya kalau persiapan ini saya runuti. Ke tiga: kali ketiga ini saya sendiri lagi, tidak ada teman, suasana tidak begitu ramai, cukup untuk sebuah tempat pelepas kepenatan, setelah seharian bekerja dan ngloyor dari Gresik ke pusat kota, waktunya lama jadi praktis waktu semuanya saya gunakan untuk browsing kesana kemari, selain posting ini.

Ah ...... kenapa ya? makin lama kepala ini terasa pusing, apa gara-gara santapan yang saya makan ini. Entah ...... tapi yang jelas semakin lama pusing ini juga semakin berkurang peningnya.

Lanjut Kang......

Cross Culture Festival 2008 itu,YOSAKOI dan REMO

Dalam rangkaian acara Cross Culture Festival 2008, Saptu 5 Juli 2008 dilaksanakan festival tari YOSAKOI dan tari REMO. Yosakoi adalah tarian tradisional Jepang yang sangat popular di negara itu, begitu juga dengan tari Remo, juga tarian tradisional yang poluler di Jawa Timur.
Festival yang dilaksanakan di Taman Bungkul di hari Saptu tersebut menarik peminat baik peserta maupun penontonnya. Tari Yosakoi yang merupakan tarian tradisional Jepang pun sangat digemari disini, buktinya ? bahwa pesertanya mencapai jumlah yang tidak sedikit yang berasal dari berbagai kelompok, pelajar, mahasiswa, perkumpulan dan lain –lain, bahkan pesertanya tidak hanya dari kota Surabaya, tetapi juga dari luar kota, seperti misalnya kelompok dari Universitas Gajah Mada – Jogyakarta ini.
Festival Yosakoi di Surabaya yang digelar dalam rangka Cross Culture Festival 2008 ini selain untuk memperingati hubungan dua negara Jepang dan Indonesia, juga mencari pemenang dari festival ini yang akan diberangkatkan di tingkat Nasional di Jakarta dan bertanding dengan para pemenang dari daerah yang lain.

Minggu siang itu, setelah penyajian tari Yosakoi selesai dilanjutkan dengan festival REMO. Seperti ferstival tari sebelumnya, festival tari Remopun tidak kalahnya meriahnya, selain pesertanya yang relatif cukup banyak banyak, juga pesertanya ini datang dari berbagai daerah disekitar Surabaya, seperti Mojokerto, Sidoarjo dan lain-lain.
Tari Remo yang merupakan tari khas Jawa Timur ini oleh beberapa kelompok seni tari di Surabaya, adalah merupakan salah satu materi tari yang diajarkan kepada muri-muridnya, sehingga tidak heran apabila dalam acara Cross Culture Festival 2008 yang dilaksanakan Saptu kemarin juga menyedot animo para peserta dari bebarapa kelompok / grup tari yang ada di Surabaya dan sekitarnya, bahkan untuk tari ini karena banyaknya peserta dari berbagai usia maka, untuk kali ini pesertanya dibagi menjadi 2 katagori, yaitu katagori dewasa dan katagori anak-anak.
Tari Remo sebagai tari selamat datang yang enerjik dan dinamis itu juga mempunyai berbagai jenis diantaranya jenis tari Remo Jugag dan Remo khas Jombangan, tapi dari gerak dan musik pengiringnya tidak begitu nampak perbedaannya.

Lanjut Kang......

24 Juni 2008

Rentang waktu itu, sebuah perjalanan


Hari ini tepat tujuhbelas tahun yang lalu, saya bersama kekasihku [saat itu] mengakhiri masa kesendirian masing-masing, saya bersamanya hari itu melakukan perjanjian untuk melakoni kehidupan ini secara bersama, baik dalam suka dan duka, senang dan tidak senang.
Hari ini usia kebersamaan kita sudah cukup waktu dalam takaran kebersamaan yang selalu butuh pengertian dan pengorbanan untuk sebuah kelanggengan hubungan untuk menggapai sebuah kebahagiaan kita dan anak-anak, sekarang dan hari esok.
Di waktu yang bahagia ini ingin kutandai dengan sekelumit harapan kepada dinda, semoga waktu yang kita jalanani ini menjadi pelajaran nyang sangat berharga bagi keutuhan kerbersamaan kita berdua, dan tentu dengan selalu dalam kebahagiaan dan kebersamaan.

Lanjut Kang......

20 Juni 2008

Sahabatku itu, dalam kesedihan yang sangat

Sejak saya mau berangkat kerja perasaan ini sepertinya tidak biasanya, seperti kalau saya mau berangkat kerja kalau perasaan ini terasa tidak enak, merasakan ada sesuatu yang mengganjal, dan ternyata kalau saya tetap berangkat pasti ada saja yang tertingal, entah itu hp, sim atau apa saja pastinya ada yang tertinggal.
Seperti hari ini, saya berangkat dengan hati yang gundah, seperti ada sesuatu yang tidak bisa saya terjemahkan dalam apa saja, tetapi selalu muncul pertanyaan "ada apa" ?, tetapi ketika ingin berangkat pagi ini, saya coba kembali mengingat-ingat barangkali ada saja yang tertinggal, tetapi ternyata tidak dan saya putuskan untuk berangkat ke tempat kerja.
Dan ....... ketika saya sampai di tempat kerja, seperti tidak percaya dan lemes tak karuan badan ini, ketika saya memperoleh kabar dari teman saya bahwa, sahabat akrabku Munajat mengalami kecelakaan, ketika mobil yang ia kendarai ditrubuk oleh KA di perlintasan jalan A Yani dekat Juanda. Saya masih tidak percaya, saya coba cari berita di internet, ah...... ternyata berita yang saya baca juga mengabarkan telah terjadi kecelakaan di perlintasan KA itu, disitu saya membaca nama-nama yang sudah akrab saya kenal, istri dan anak-anak sabat tercinta saya, dan kalau berita itu betul berarti istri dan mertua sahabat saya telah berpulang mendahului kita.
Ada perasaan sedih yang sangat dalam, seketika itu juga saya mengingat-ingat kapan saya dan sahabatku ini terakhir ketemu ? ya.... beberapa bulan saya bersama istri ketemu sahabatku ini juga bersama istrinya, saling bertegur sapa, akrab seakan kita ini sudara yang sudah lama tak ketemu, padahal saya tau pasti sejak sahabatku ini keluar dari pekerjaannya di kantor tempat saya bekerja, sahabatku ini berdikari sendiri dan kabar terakhir sahabatku nini telah berhasil, terakhir saya menghubungi sahabatku ini ketika kantor saya akan melaksanakan Ghatering, tentu sahabatku ini selalu saya kontak untuk ikut serta, tetapi sampai acara itu dilaksanakan, sahabatku ini tidak datang dan mengabari saya.
Saya ingin meneruskan cerita ini tapi, .......... sudah, saya masih belum bisa meneruskan.....nanti saja kalau saya sudah bisa meneruskan kembali.................

Lanjut Kang......

17 Juni 2008

Kamera itu, terbukanya pintu .....

[ gbr dari Kabar Indonesia]
Keterangan foto:
* 4 anggota Gank ”Nero” (Neko – neko dikroyok), saat diamankan di Polres Pati.

Awalnya Hand phone [hp] adalah sebagai salah satu alat yang berfungsi sebagai sarana komunikasi, hp dimasa itu masih sebagai benda yang berharga, sebab untuk memiliki barang tersebut tidak sembarang orang dapat memiliki, jadi hanya orang-orang tertentu yang emiliki, selain karena harganya yang cukup mahal, barang ini juga tidak mudah didapatkan, jadi hp praktis hanya milik orang tertentu dan dengan kegunaaan yang sederhana juga yaitu ; percakapan.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, hp ini menjadi sesuatu yang begitu sensaional, karena hp menurut kebanyakan orang sangat membantu mereka untuk membantu memobilisasi mereka, dari sekedar bertanya keadaan teman diujung yang lain, sampai pada membantu kelancaran bisnis yang nilai rupiahnya sudah tak terbilang lagi.

Hp karena kecepatan kemajuan tehnologi yang ada di alat tersebut maka hp juga sudah bergeser fungsinya dari alat yang hanya sekedar untuk membantu percakapan dengan orang lain di lain tempat, kini hp juga dapat berfungsi sebagai alat pendengar lagu dan Short Massage Sent [SMS], juga pada type-2 tertentu hp dapat juga merekam kejadian dan peristiwa yang kita inginkan, tentunya kemajuan tehnologi ini akan dibarengi dengan kebaikan dan keburukan yang menyertainya, kalau kemajuan ini digunakan pada porsi yang benar maka akan banyaklah manfaat yang kita dapat, tapi kalau sebaliknya, maka celaka dan kerugian yang akan kita nikamati, salah satu contohnya, berita yang lagi hangat minggu ini, sekelompok gank putri yang menamakan dirinya gank Nero yang dengan bangga dan sadar, melakukan kegiatan untuk menerima anggota barunya diabadaikan lewat kamera video, dan akhirnya setelah hasil rekaman itu tersiar akan menjadikan mereka menerima kerugian yang sangat, jadi apa yan g saya katakan dalam judul tulisan ini, bahwa hp selain membawa dampak menguntungkan dan merugikan, hp ternyata juga menjadi terbukanya pintu..... tentunya informasi yang selama ini mungkin tidak akan kita ketahui kalau tidak ada hp berkamera itu.

Akan dibawa kemanakah arah lensa kamera kita ketika dipergunakan ? tentu bukan untuk merekam tetangga kita mandi khan ?

Lanjut Kang......