Ketika mengecek hasil pekerjaan di daerah ini untuk kesekian kalinya, terbesit untuk melihat satu makam yang ada di dekat dengan pekerjaanku itu, tempatnya ada di sebuah bukit, tempat ini memang sering aku lewati ketika aku harus memeriksa hasil pekerjaanku.
Meski sering aku lewati, selama itu pula aku selalu tak pernah berkesempatan mampir dan melihat satu makam diatas bukit yang oleh masyarakat sekitar, cukup dikenal yaitu makam Raden Supeno, beliau adalah anak dari Sunan Giri, dan benar ketika saya menuju ke atas dan harus menapaki jalan tanjakan yang cukup tinggi di atas, aku disuguhi suatu pemandangan yang tidak seperti yang aku bayangkan selama ini, ternyata disana terdapat satu lokasi bangunan situs yang diatasnya terdapat sebuah buah masjid dan disebelah baratnya terdapat satu buah cungkup makam dari Raden Supeno tersebut.
Setelah mengitari areal tersebut, aku tertarik untuk menyaksikan dua buah papan pengumuman yang menampilkan berbagai kegiatan dan lain-lain yang bberhubungan dengan situs tersebut, dan salah satunya adalah sebuah tulisan yang mencoba menerangkan sejarah dari tempat tersebut, dan inilah tulisan itu :
Secara administrative situs Giri Kedaton terletak di Dusun Kedaton, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur.
Dalam Babad Gresik ( BHG ) disebutkan Rade Paku mendirikan “ Kedaton Tondo Pitu “ yaitu bangunan istana bertingkat tujuh diatas sebuah bukit yang dikenal bernama Giri Kedaton.
Peristiwa pembangunan kedaton ini diambil dengan Candra sangkala yang berbunyi “ Sumedya Resik Ker Wulu “ yaitu menunjukkan angka tahun 1408 Saka atau 1486 Masehi, sejak itu, Raden Paku bergelar Sunan Giri atau Rajah Bukit. Satu tahun kemudian Sunan Giri, diangkat menjadi Nata (Kepala Pemerintahan ) dengan gelar Prabu Samudra, dan sebagai Pandita (Pemimpin Umat Islam ) dengan gelar Tetanggul Khalifatul Mukminin. Pengangkatan Sunan Giri menjadi Nata dan Pandita ini ditandai dengan Candra Sangkala berbunyi Trusing Luhur Dadi Haji yang menunjukkan angka tahun 1400 Saka, 1437 Masehi.
Giri Kedaton berfungsi sebagai pusat pemerintahan maupun penyebaran agama Islam.
Para santri yang belajar berasal dari Jawa, Madura, Banjarmasin, Ternate, Tedore, Bima Hitu ( Philipina ) dan dari penjuru nusantara lainnya.
Sunan Giri wafat pada tahun 1438 Suku atau tahun 1506 Masehi, jasad beliau dimakamkan di bukit Giri Gajah yang terletak kurang lebih 500 meter disebelah barat dari situs Giri Kedaton.
Sepeninggal Sunan Giri, kedudukan beliau digantikan oleh keturunan / dinasti giri, antara lain :
1. Sunan Dalem , tahun 1505-1545 Masehi
2. Pangeran Sidomargi, tahun 1545 – 1548 Masehi
3. Sunan Prapen atau dikenal dengan nama Anumerta Sunan Prapen atau Sunan Mas Ratu Pratikel, tahun 1458 – 1605 Masehi, Sunan Prapen adalah Raja Giri yang paling besar setelah Sunan Giri.
4. Panembahan Guwa, tahun 1605 – 1616 Masehi
5. Panembahan Agung, tahun 1616 – 1636 Masehi
6. Panembahan Mas Witana
Pemerintahan Giri Kedaton mengalami kemunduran setelah mendapat serangan Amangkurat I dan II dari kerajaan Mataram di Jawa tengah yang berkoalisi dengan VOC, dan benar-benar runtuh pada bulan April tahun 1680 Masehi, setelah itu Giri Kedaton diperintah oleh orang-orang yang bukan keturunan / dinasti giri, tetapi orang-orang atas perintah Mataram antara lain :
1. Pangeran Puspa Ita, tahun 1660 Masehi
2. Pangeran Wira, tahun 1703 Masehi
3. Pangeran Singanegara, tahun 1703 – 1725 Masehi
4. Pangeran Singasari, tahun 1725 – 1743 Masehi
Kegiatan pelestarian dan konservasi situs Giri Kedaton dilakukan berdasarkan kerjasama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan wilayah kerja Propinsi Jawa Timur dengan Dinas Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Gresik, Tahap I – IV tahun anggaran 2002 – 2005. Dalam kegiatan inidilakukan pemetaan, eskavasi / pengupasan tanah, studi kelayakan pugar, studi teknis, pemugaran, konservasi dan penataan lingkungan.
Situs Giri Kedaton adalah sebuah bukit yang dibuat berteras-teras atau berundak-undak, semakin keatas semakin mengecil, untuk sementara ditemukan lima teras / undakan.
Antara teras yang satu dengan teras yang lainnya ditandai struktur dinding teras yang bentuknya seperti kaki dan tubuh candi. Kaki struktur polos, sedangkan tubuh struktur bermotif hias pelipit-pelipit datar, bingkai cermin dan bidang persegi panjang.
Secara arsitektural bangunan di situs Giri Kedaton ini bertipe bangunan teras berundak.
Arah hadap bangunan menghadap kearah Timur, ditandai pintu utama berada di sisi Timur.
Konsep bangunan ini merupakan kelanjutan tradisi masa sebelumnya, yaitu bangunan punden berundak masa pra sejarah dan bangunan candi Hindu-Budha di Indonesia.
Dibeberapa halaman dinding teras terdapat fasilitas bangunan antara lain :
1. Dihalaman dinding teras II utara terdapat struktur kolam wudlu utara.
2. Dihalaman dinding teras III timur terdapat struktur pelinggihan dan kolam wudlu selatan
Selain itu masih terdapat peninggalan lainnya, yaitu dihalaman lereng timur terdapat makam Mpu Supo, pembuat keris Kala Munyeng milik Sunan Giri. Dihalaman lereng barat,adalah cungkup dan makam Raden Supeno, putra Sunan Giri. Dibeberapa halaman teras terdapat kelompok makam kuno yang belum diketahui identitasnya.
12 Februari 2009
Situs Giri Kedaton
30 Januari 2009
Kejurnas Drum Band 2009
Bertempat di Pantai Ria Kenjeran Surabaya, telah berlangsung Kejuaraan Nasional Drum Band 2008/2009 yang dimulai sejak tanggal 29 Januari s/d 1 Februari 2009.
Event seperti ini telah dilaksanakan bebrapa kali, dan terakhir kejurnas tahun 2007 dilaksanakan di Banyuwangi, dan selalu kejurnas ini diikuti oleh berbagai kelompok Drum Band, baik yang ada di pulau Jawa maupun daerah – daerah lain diluar pulau jawa.
Banyaknya peserta untuk yang mengikuti kegiatan ini menjadikan moment ini menjadi sangat berharga, apalagi bagi para peserta yang selama ini sudah selalu mengikutinya.
Namun sayang, moment sekelas nasional ini gaungnya tidak seperti event yang terlaksana, kegiatan ini seakan hanya untuk kalangan tertentu, segingga kalangan luar peserta seakan idak memperoleh gaungnya, sehingga pelaksanaanya terkesan sepi, bahkan nyaris sepi dari publisitas disana sini, hanya disekitar tempat itu saja yang terkesan ada sebuah acara berskala Nasional.
Para peserta ini biasanya diikuti oleh kelompok sekolah-sekolah yang selalu ikut dan ingin menjajal kemampuan kelompok mereka di arena lomba, dengan harapan mereka ini nantinya mendapatkan prestasi yang mengesankan dan kelompok mereka akan dinobatkan sebagai juara umum.
Banyaknya peserta untuk yang mengikuti kegiatan ini menjadikan moment ini menjadi sangat berharga, apalagi bagi para peserta yang selama ini sudah selalu mengikutinya.
Para peserta ini biasanya diikuti oleh kelompok sekolah-sekolah yang selalu ikut dan ingin menjajal kemampuan kelompok mereka di arena lomba, dengan harapan mereka ini nantinya mendapatkan prestasi yang mengesankan dan kelompok mereka akan dinobatkan sebagai juara umum.
Dan inilah adalah Susunan Acaranya :
Kamis 29-1-2009
08.00 – 09.30 Lomba Padarampak seluruh peserta
09.30 – 10.00 I s t i r a h a t
10.00 – 12.30 LBB/LUG SD
13.00 – 17.00 LBB / LUG SD Brass
Jum’at 30-1-2009
08.00 – selesai LBJP seluruh peserta
14.00 – selesai LBB / LUG SD semi Final
Saptu 30-1-2009
08.00 – 11.00 LKKB seluruh peserta
11.00 – 13.00 I s t i r a h a t
13.00 – 15.00 UPP utk SD Brass Non Brass + Peng.Final
Minggu 1-2-2009
08.00 – 12.00 Final LBB/LUG DB/DC/MB
12.00 – 13.00 I s t i r a h a t
13.00 – 17.00 Lomba perorangan par/ Git
18.00 – selesai UPP DB/DC/MB Sayonara Surabaya
21 Januari 2009
Pusat Informasi Mojopahit

(Gbr. saya ambil darihttp://lecturer.ukdw.ac.id/mahatmanta/journal/?p=841)
Kemarin malam saya menyaksikan acara di sebuah TV lokal di Surabaya, acara ini menampilkan berita tentang di berhentikannya proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM)yang belakang hari berita ini menjadi hangat dan menjadi perdebatan dikalangan sejarawan, karena pembangunannya itu sendiri memunculkan pro dan kontra terhadap berlangsungnya proyek yang menghebohkan itu.
Berita itu sungguh melegakan hati ini mengapa, karena jauh hari sebelum saya memperoleh informasi tentang PMI saya sempat agak mendongkol dengan telah dilaksankan pembangunan ini di daerah situs majapahit, sehingga pembangunan ini dikwatirkan akan merusak dan menghilangkan artefak Majapahit yang tak ternilai harganya dari sebuah kelompok yang melaksanakan demo di depan Gedung Grahadi Jl. Pemuda Surabaya.
Berita telah dilaksananakan pembangunan ini juga membuat hati kecil ini seakan meregang, jengkel meski tak bisa harus berbuat apa. Yang jelas tentang pembangunan inipun saya pernah bertanya pada kawan saya yang rumah tinggalnya dekat dengan lokasi pembangunan tersebut. Dia mengatakan bahwa pembangunan tersebut oleh para penduduk sekitar disayangkan, karena ternyata pembangunan itu merasa masyarakat sekitar tidak diinformasikan, juga bahwa pembanguna tersebut dilaksanakan di situs yang masih banyak terdapat peninggalan sejarah Majapahit.
Dengan diberhentikan proyek ini, kekwatiran saya tentang akan rusaknya situs dan artefak yang ada di Trowulan akan terhindari.
Semoga pembangunan ini benar tidak dilanjutkan dan di direlokasi ketempat yang lebih aman, ketimbang tetap diteruskan dan harus dibayar dengan rusaknya situs dan artefak yang tak ternilai harganya.<
7 Januari 2009
Mudik tahun baru kemarin
Liburan akhir tahun biasanya saya gunakan untuk berlibur ke suatu tempat untuk sekedar melepaskan beban penat menjalani rutinitas kehidupan disini, namun libur panjang Desember 2008 berencana pulang mudik bersama keluarga, memang liburan panjang telah aku rencanakan jauh hari sebelumnya, selain liburan kali ini waktunya agak panjang, juga untuk menjemput adik saya yang paling kecil yang kebetulan juga pulang dari melaksanakan ibadah haji.
Rabu, 31 Desember 2008 saya dengan adik kebagian tugas menjemput pulang haji di Alun-alun tempat rombongan tiba dari Kota Solo, sambil menunggu kedatangan rombongan adik, saya sempatkan untuk melihat-lihat kembali atau lebih pas nya mengenang kembali tempat ini, dimana saya dulu saya bersama teman-teman sebaya bermain di hari Minggu untuk bermain sepak bola, atau kalau pas hari Raya tiba, aku dan adik-adik selalu diajak oleh kedua orang tua saya untuk nglencer, sekedar jajan atau naik becak keliling ALun-alun, kemudian beli mainan yang bisa diperoleh dengan memakai uang saku hari raya.
Di Alun-alun itu selain saya bisa menikmati lingkungan yang tidak banyak berubah itu, saya juga masih bisa menyaksikan trade mark nya kota Magelang yaitu Bangunan berbentuk tower yang digunakan untuk menampung air bagi tersedianya air bersih untuk Masyarakat kota ini.
Bangunan ini selain masih berdiri kokoh, ternyata DAM ( demikian saya dulu menyebutnya) saat itu tampak indah dengan di cat warna coklat susu, sungguh menggambarkan kemegahan bangunan peninggalan jaman Belanda yang kokoh tak termakan usia.
Selain bangunan DAM itu, ada satu bangunan satu lagi yang masih menyisakan kenangan saya secara mendalam, yaitu bangunan Patung Pangeran Diponegoro yang menunggang kuda.
Patung ini menempati sisi sebelah timur Alun-alun yang berseberangan jalan dengan bioskop Magelang Theater. 
Mengapa patung ini mempunyai kenangan tersendiri dengan saya ? ah ternyata setelah saya memandangnya dari bawahnya dan melihat-lihat sekitar patung saya menjadi teringat ketika patung ini diresmikan oleh Bapak Walikota Magelang, dengan upacara yang sangat khidmat, dimana waktu itu aku masih duduk di bangku SMP menjadi bagian dari acara peresmian patung itu, yaitu dengan menjadi peserta obade ( menyanyi secara bersama dalam jumlah yang besar)yang saat itu diwakili oleh sekolah saya yaitu SMP Kanisius Pendowo Magelang, dimana sekolah kami selalu menjadi pengisi apabila di kotaku dilaksanakan upacara dengan suguhan menyanyi secara obade. Sungguh suatu kenangan yang tak dapat aku lupakan, apalagi tahun itu tahun 1977, ah sungguh jadul rasanya.
Berjalan mengelilingi Alun-alun membawa saya pada kenangan yang sungguh mebekas di hati, apalagi menikmati riuhnya percakapan orang-orang sekitar saya, menggunakan dialek khas orang Magelang, sungguh membikin hati ini rindu untuk berlama-lama disana.
Dikesempatan istirahat menunggu adik datang, tak ketinggalan aku dengan adik sempat menemukan tanaman/pohon yang mungkin hanya ada di kotaku, yaitu pohon ASEM LONDO, yaitu sejenis pohon yang tumbuh dan berbuah seperti petai tetapi lebih kecil dan masnis rasanya, pohon ini banyak terdapat di kota Magelang, salah satunya yang tumbuh di Alun-alun ini.
Buah ini semasa kecilku menjadi buah favorit anak-anak seusia saya, selain pohon ini berbuah lebat, buahnya juga kalau dimakan terasa manis, dan selalu menjadi rayahan (rebutan) anak-anak kalau buah ini jatuh dari pohonnya, sayapun sempat mengabadikan untuk kenangan saya, atau barangkali saudara-saudara teman pembaca yang berasal dari Magelang atau siapa saja yang pernah tahu dan mereka yang pernah merasakan manisnya ASEM LONDO ini.
30 Desember 2008
Tahun Baru 2009

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun
banyak suka dan duka telah kita jalani sepanjang tahun 2008
waktunya mengevaluasi kinerja kita selama ini bagi yang belum maksimal tahun depan adalah waktunya untuk kerja keras dan kerja cerdas karena tanpa itu, kita tidak akan bisa eksis ditengah deraan krisis global saat ini bagi yang sdh bekerja keras, tetap semangat dan pertahankan prestasi
karena hanya itu yang membuat kita memenangkan persaingan.
Namun apapun yang telah kita capai di tahun 2008 kita patut bersyukur, bahwa kita masih diberi kesempatan untuk berkarya, diberikan kesehatan, diberikan kebersamaan
disaat susah maupun senang.
selamat tinggal 2008 dan selamat datang 2009.
Viva Blogger……...... Untuk kecerdasan bangsa
22 Desember 2008
Festival Kresnayana

Satu lagi produksi dari Taman Budaya Timur yang menurut hemat kami, juga tidak kalah bagusnya dengan produksi Taman Budaya Jawa Timur yang lain, yaitu FESTIVAL KRESNAYANA.
Tadi malam, tepatnya tanggal 21 Desember 2008 dengan udara yang sejuk, tidak panas dan tentunya dengan tidak turun hujan (biasanya akhir-2 ini sore hujan selalu turun) menambah semarak pembukaan Festival Kresnayana.
Seperti dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Bp. Rasiyo ( Kadis. P&K Propinsi Jawa Timur) bahwa Festival ini pada tahun lalu pernah di launching, hanya pada tahun 2008 ini festival ini dapat dilaksanakan dengan baik.
Festival yang menurut beliau adalah sebuah festival yang diperoleh dari pengalaman bahwa di Yogyakarta telah dilaksanakan Festival serupa yang bertajuk Festival Rama Shinta, membuat Taman Budaya Jawa Timur sebagai Art Center Seni di Jawa Timur juga melaksanakan Festival serupa dengan nama yang lain.
Berangkat dari pengalaman dan keinginan untuk lebih menggali budaya jawa dan kesenian sejenis untuk lebih berkembang, maka Taman Budaya Jawa Timur melaksanakan kegitan ini selama 4 (empat) hari, sejak tanggal 21 s/d 24 Desember 2008 bertempat di Jl. Genteng Kali 85, Surabaya.
Selamat untuk Taman Budaya Jawa Timur, semoga apa yang telah disajikan akan mendapat manfaat yang besar untuk masyarakat dan bangsa ini.
ACARANYA :
21 Desember 2008
# Tari Cakrayana ( Sariyono)
# Pembukaan
# Wayang Orang Komunitas Tri Buana
# Wayang Kulit
lakon " Dharma Pujangga "
Dalang Ki Hari Tri Rharyo
lakon " Sang Narayana "
Dalang Ki Ardi Poerbo Antono
22 Desember 2008
# Wayang Kulit
lakon " Sri Gita Wiwit "
Dalang Ki Heruahyono, S.Sn.
lakon " Jati Diri "
Dalang Ki Bambang Tri Bawono S.Sn.
lakon " Kresno Pantek "
Dalang Ki Sareh
23 Desember 2008
# Wayang Kulit
lakon " Kresno Maneges "
Dalang Ki Waluyo Aji
lakon " Kresno Kridho "
Dalang Ki Sugilar
lakon " Wanara Singo "
Dalang Ki Wardono
24 Desember 2008
# Wayang Kulit
lakon " Kresno Perjonggo "
Dalang Ki Hardi Suparto
lakon " Kresna Wicaksana "
Dalang Ki Surono Gondo Taruna
lakon " Narayana Begal "
Dalang Ki Joko Bledeg
15 Desember 2008
Porno gak sih ?
Entah mengapa jalan pintas dari Jl. Basuki Rachmad menuju Jl. Pemuda lewat samping Mc.D itu dinamakan Gang Setan, saya sendiri tidak tahu mulai kapan jalan itu mulai dijuluki gang setan. Ah…… apa arti sebuah nama kan ?
Saya tidak ingin membahas mengapa digunakan gang setan tetapi disini saya ingin mengorek sedikit tentang apa yang terjadi di sekitar gang setan tersebut Sabtu kemarin.
Gang ini tidak bedanya dengan gang yang lain yang kita temui, hanya saja gang ini mungkin tampak lebih istimewa [ setidaknya bagi orang-orang tertentu] karena selain gang ini berada di tengah-tengah kota Surabaya, gang iti juga sejak saya mengenalnya selalu dijadikan tempat nongkrong komunitas-komunitas tertentu dan ajang peng aktulisasian sekelompok tertentu, misalnya komunitas Punk, sekelompok pelukis jalanan dan sebagainya, sehingga tempat ini selalu ada saja kelompok yang berada disana.
Selain gang ini strategis dan dekat dengan pusat perbelanjaan, gang ini juga selalu menjadi tempat untuk dijadikan ajang peng ekspresian diri dari suatu kelompok tertentu, sehingga tembok-tembok yang ada disana selalu dipenuhi dengan gambar-gambar dari komunitas tersebut, seperti misalnya yang saya lihat kemarin, tanggal 13 Desember 2008, sekelompok anak muda yang menamakan dirinya KOMUNITAS GAMBAR BUNUH DIRI hari itu menggelar pameran lukisan dan instalasi yang bertajuk PORNO GAK SIH ?
Dilihat dari judulnya saja kita sudah bisa menduga bahwa, komunitas ini hendak mensikapi dan memahami dilematika UNDANG-UNDANG ANTI PORNOGRAFI di Indonesia dengan cara mereka yaitu menggelar lukisan dan instalasi yang secara langsung mereka melukis di dinding-dinding gang setan itu.
Selain saya sempat mengabadikan beberapa lukisan yang mereka buat saya juga sempat diberi selebaran kecil yang mereka siapkan untuk dibagi-bagikan untuk masyarakat umum, dan ini saya saya salin utuh :Pluralitas memang sudah lekat di negara kita. Begitu banyak suku bangsa yang mengusung beragam budaya, keyakinan (agama), seni, dll.
Dan menilik akhir-akhir ini dilematika UU Anti Pornografi di Indonesia memang belum menemukan titik temu yang pasti. Dilematika itu pula yang akhirnya memicu pro dan kontra seputar, berperan pentingkah UU Anti Pornografi di negara yang sangat kompleks ini dalam sudut pandang hukum, budaya dan politik.
Tidak menampik, bahwa kita semua tidak ingin negara Indonesia tergerogoti oleh kemrosotan moral akan merebaknya pornografi diberbagai media (dalam hal ini media internet mengambil peranan vital), namun kita juga harus sadar, bahwa pornografi tidak begitu saja dikelompokkan kata “pasti”. Bahwa yang porno itu seperti ini atau seperti itu. Karena bagaimanapun juga, nurani dan pemikiran dari tiap personal-lah yang berperan prnting untuk menyikapi sejauh mana media tersebut dikatan porno
Pendenifisian pornografi, mungkin sama rumitnya dengan kata cinta atau seni. Dimana bahwa orang tersebut harus bisa mengambil pilihan bijak untuk mencerna makna tersebut dalam perilaku dan tindakan. Kita ambil contoh, Cinta. Menurut kesepakatan bersama, cinta adalah saling menyanyangi (keluarga, kekasih, teman, hewan, benda, dll.). Dan menurut perlambangan tertentu, cinta digambarkan dengan gambar hati, atau pewarnaan cinta disimbolkan dengan warna merah muda. Tapi…. Apakah semudah ini memahami makna dari kata cinta sendiri, begitu juga seni.Seberapa pastikah kata seni bisa dikelompokkan dengan kalimat-kalimat tertentu, atau simbol-simbol tertentu, atau perlambang-perlambang tertentu yang dapat memisahkan kata “seni” itu sendiri.
Dan menurut hemat kami, menyikapi pornografi tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan hanya dengan deretan-deretan kalimat undang-undang. Karena hati dan nurani yang berperan penting disana, sejauh mana hati kita untuk dapat menyikapi bahwa suatu media diklaim berbau pornografi.
Maka, dengan aksi pameran lukisan jalanan yang bertajuk “porno gak sih ?” ini, kami hanya ingin kita semua berpikir, sejauh mana kita dapat menyikapi media (gambar, kata, bunyi, gerak) untuk dikatagorikan pornografi. Mari gunakan hati nurani untuk menyikapi. Selamat berpikir.
10 Desember 2008
Hilang semua dataku
Libur Sabtu pagi, biasanya tangan saya jadi gatal selalu ingin menghabiskan waktu atau hanya sekedar memanfaatkan beberapa menit sebelum kegiatan bermalas-malasan saya mecoba membuka lapstop saya untuk utak-utik apa saja
tapi, setelah saya nyalakan ternyata piranti saya ini tetap tidak mau loading-loading juga, sampai tiga kali masih juga belum bisa. Akhirnya karena merasa sudah putus asa, saya bawa ke tempat kerja teman saya, dan setelah di cek, apa yang menjadi kekwatiran saya benar-benar terjadi, hard disc di lapstok saya ini sudah rusak, artinya mati total tidak bisa digunakan lagi. Saya tidak habis pikir, wong baru malamnya saya pakai kok paginya sudah tak berfungsi dan celakanya saya belum sempat me back up seluruh data yang ada di hard disc itu, memang beberapa bulan sebelumnya saya sempat mengamankan beberapa data yang ada, tetapi masih juga saya tinggalkan beberapa data yang emnurut saya masih sering saya gunakan, dan data inilah yang belum sempat saya amankan, sehingga otomatis data-data ini hilang lang lang lang.
Tapi saya saat itu masih tidak putus asa, saya coba untuk men service hard disc yang rusak ini dengan saya bawa ke tempat pembetulan hard disc, ternyata saya mendapat jawaban, selain harganya yang relatif cukup mahal ternyata hasilnya nanti mereka juga tidak bisa memastikan semua data yang ada bisa diselamatkan, jadi saya pikir lebih baik saya urungkan dulu niat saya untuk memperbaiki, sambil mengumpulkan dana untuk ini, tetapi saya mau tidak mau harus mengganti hard disc yang brusak dengan yang baru, meski agak sedikit lega karena sudah bisa on lagi, tapi kekecewaan ini masih mengganjal karena data-data yang penting masih juga belum bisa saya dapatkan, siapa ya bisa membantu memperbaiki data hard disc ku ?
11 November 2008
Festival Cak Durasim 2008
Festival ini biasanya saya nikmati setiap tahun sejak tahun pertama pelaksanaan Festival Cak Durasim ini.
Festival yang lebih populer dengan sebutan FCD ini dalam pelaksanaannya selalu menapilkan berbagai tampilan yang selalu menarik untuk dinikmati dari tahun ketahun, dan tahun ini adalah pelaksanaan FCD yang ke:9, memasuki usianya yang cukup dewasa festival ini akan membawa spirit "KECINTAAN PADA TRADISI ADALAH WARNA BARU MASA DEPAN".
Festival yang fondasinya adalah merupakan festival seni yang berspiritkan kerakyatan, maka sangatlah tidak mengherankan bahwa FCD yang terlaksana selama ini memfokuskan pada seni-seni tradisi ataupun modern kontemporen yang kerakyatan.
Festival yang digagas oleh TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR ini tadi malam dibuka, untuk selanjutnya akan berlangsung selama 1 pekan mulai tanggal 10 November 2008 dan akan berakhir pada tanggal 16 November 2008 yang akan datang di area Taman Budaya Jawa Timur Jl. Gentengkali 85 Surabaya.
di FCD tahun ini akan ditampilkan beberapa pertunjukan yang meliputi antara lain; Tari, Teater, Monolog, Kidungan, dan lain-lain, tentunya tak ketinggalan juga di penghujung festival akan dilaksanakan FCD Award, yaitu ajang pemberian penghormatan kepada insan yang berprestasi dibidang kesenian, dimana untuk tahun ini FCD award akan diberikan kepada sosok TAUFIKURRACHMAN, yaitu seniman tari yang berasal dari Sumenep-Madura.
Susunan Acara :
10 Nopember 2008 : Pembukaan
Dinas P & K Kota Bontang Kal-Tim [tari]
Kantor Pariwisata Balikpapan [tari]
Taman Budaya NTT [tari]
Dewan Kesenian Bekasi [tari]
Ludruk Lawakan
11 Nopember 2008 Yenny STKW Surabaya [tari]
Bobby S. Solo [tari]
Adinda Niranti Jember [tari]
12 Nopember 2008 Teater Samarinda Kaltim
Teater Lentera
13 Nopember 2008 Sinta Yuniar Utami-Surabaya [tari]
Derlane Litae Jogja [tari]
Nungki Nurcahyani Solo [tari]
Ludruk Periodik [intern]
14 Nopember 2008 Monolog : Hamzah Fansuri Unesa
Lanjong Kutai Kartanegara
Taman Budaya Samarinda Kaltim
15 Nopember 2008 Mijil Unev. Negeri Malang [tari]
M. Guntur Kediri [tari]
Ery Mefri Padang [tari]
Rianto Solo [tari]
Dinas & Kebudayaan Pariwisata Kaltim
16 Nopember 2008 Teater Tradisi / Kidungan /
FCD Award
Mainteater Bandung
6 November 2008
Bencana lumpur akibat kelalaian Lapindo
Berita ini sebenarnya sudah aku baca 1 minggu yang lalu [Jawa Pos, 31 Oktober 2008]dengan judul BENCANA LUMPUR AKIBAT KELALAIAN LAPINDO [kesimpulan 42 ahli Geologi Dunia], jelas dengan membaca judulnya saja saya bisa merasa terhibur, mengapa ? jelas dengan berita ini hati ini sekan mendapat jawaban perihal gonjang ganjing seputar bencana lumpur Lapindo yang sungguh sangat mengenaskan, betapa tidak, karena sementara pemilik lapindo mengatakan kalau kejadian tersebut adalah suatu bencana alam, dengan demikian kalau hal tersebut akibat terjadi karena bencana alam, mereka akan terhindar dari serentetan kewajiban yang menjadikan mereka harus benyak mengelurakan anggaran untuk mengganti dan merehabilitasi dampak lumpur, tetapi kalau hal tersebut diakibatkan oleh kelalaian Lapindo maka, hal ini akan menjadi lain bagi pihak Lapindo.
Dengan adanya berita yang saya baca tersebut seakan hal ini menguatkan berbagai macam pemikiran bahwa, bencana lumpur ini adalah sebagai kelalaian pihak Lapindo, dengan demikian pihak Lapindolah yang harus bertanggung jawab terhadap segala akibat yang ditimbulkannya, baik penggantian lahar yang teraliri lumpur maupun segala sesuatu yang menjadi akibatnya.
Jadi menurut hemat kami, kalau hal itu sudah dikuatkan oleh para ahlinya, janganlah pihak Lapindo masih ngotot, akan sebab terjadinya lumpur Lapindo dan dengan demikian malah semakin lama semakin mengsengsarakan penduduk sekitar lumpur khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.