2 Juli 2009

Between Pendekar Tidar and Me

Akhir bulan Juni lalu, blog saya dapat kunjungan koment dari blogger muda dari magelang, sebagai anggota Pendekar Tidar, gadis ini ,datang dengan membawa PR, tamu biasanya khan datang bawa oleh-oleh tapi tamu yang ini, datang malah membawa PR. Wis jan kawit dino iki aku didayohi tapi digawani PR. Tapi ndak papa, wong namanya juga pren to ?

Jadi gini ceritanya, .......
Bahwa sedulur yang sudah bergabung atau yang belum dalam komunitas blogger Magelang, entah dari mana awalnya ini membuat PR. Yang intinya para sohib-2 ini diminta untuk posting tentang BETWEEN PENDEKAR TIDAR and ME, atau yang dalam istilah inggris bebasnya, hubungan antaranipun pendekar tidar kaliyan kuwulo.PR nya sebetulnya tidak sulit, cuma karena ini ngomong soal Pendekar Tidar, saya harus membongkar arsip-arsip email saya, yang berhubungan dengan itu, dan dalam pembongkaran itu saya ketemukan catatan email saya dengan mas Ciwir, demikian :
Saya sendiri belum faham betul mana yang lebih bagus tetapi kebanyakan kok pakai Yahoo, mungkin ini bisa dipakai terus soal nama ? wah saya jadi bingung juga, atau kita pakai nama Kedu milist atau monggo tanya temen-2 yg lain dulu baru nanti bisa kontak-2 an lagi.
Nah dari ini saya baru ingat, bahwa mungkin mulai bulan januari tanggal 14 itu bang ciwir denga saya dan mungkin sedulur-2 yang lain sudah ada kontak perihal penampakan KOMUNITAS BLOGGER PENDEKAR TIDAR.
Jadi kalau merunut dari email pertama itu dan email-email selanjutnya, jelas keberadaan komonitas ini bagi saya adalah bagai kinang karo mbako ( hahahahah ).
Nah biar tidak ribet, juga biar PR itu segera terjawab, dan ini yang perlu di teruskan :
Siapa yang punya ide kumpul blogger Magelang dengan nama Pendekar Tidar dan apa maknanya? Jawabnya tidak sulit : rencana untuk kumpul saya ndak jelas darimana datangnya, tapi kalau soal pemberian nama, mas Ciwir itu bisa disebut orangnya.
Gimana kesan pertama?
Yang jelas kesan pertama, sangat menyenangkan, mengapa ? yah karena ternyata banyak temen dari Magelang, yang sama-sama dari ndeso banyak juga yang jadi blogger ( lha dulunya jadi apa ? kambing kali ya ).

Motivasi kamu ikutan pendekar tidar ?
Motivasinya sebetulnya sangat ringan, yakni dengan adanya komunitas bloger dari Magelang, akan terjalin suatu persaudaraan yang kuat dan bermanfaat untuk sebuah kemajuan Magelang lewat blogger.
harapan kedepannya ?
Komunitas ini cukup mempunyai andil yang bermanfaat bagi anggotanya dan untuk Magelang tentu. Amin.
nah sebagai nderek dawuh, posting ini saya delegasikan pada :

http://sangnanang.dagdigdug.com
http://goenrock.com
http://niethairawati.multiply.com

Maap ada yang tertinggal setelah turun cetak, musti dikasih aturan mainnya :
1. diperuntukkan bagi anggota pendekar tidar pada khususnya dan blogger
2. judul postingan : BETWEEN PENDEKAR TIDAR
3. dikerjakan selambat-lambatnya 10 hari sejak penugasan.
4. setelah dikerjakan, PR didelegasikan kepada 3 pendekar tidar
5. mencantumkan link pemberi PR.

Lanjut Kang......

23 Juni 2009

Makam Maulana Malik Ibrahim


Sudah bertahun-tahun saya bekerja di kota ini, selama itu pula aku sudah blusukan kesana kemari di sudut-sudut kota, belum pernah sekalipun saya berziarah ke salah satu makam yang ada di kota pudak ini.
Saya sudah mengunjungi makan Sunan Bonang, yang terletak tak jauh dari dari tempat saya bekerja, dan tempat-tempat rekreasi yang lain yang ada di kota ini, bahkan untuk berbagai jenis makananpun saya sudah acapkali mencoba, baik yang ada di rumah makan, pedagang kali lima bahkan yang ada dipasar-pasarpun saya sudah juga mencicipi.pokonya kota ini adalah kota ke dua setelah Surabaya, dimana waktuku habis selama sehari ada disini.

Selepas dari suatu pekerjaan, saya berkeinginan untuk ingin dolan ke pelabuhan rakyat yang ada di pojok sebelah timur kota Gresik, tapi dalam perjalan saya dengan tidak sengaja melihat sebuah gapura yang bertuliskan MAKAM SYEH MAULANA MALIK IBRAHIM di sebelah sisi kanan.karena merasa saya belum pernah singgah di tempat ini saya kontan berubah arah, kendaraan saya belokkan dan saya mencari tempat parkir dan ingin masuk ke tempat tersebut.
Lokasi makam ini dapat dijangkau dari Jl. Malik Ibrahim dan jalan menuuju ke Alun-alun kota, dan saya lebih memilih melalui jalan Malik Ibrahim itu. karena dapat memarkir kendaraan dengan aman.
Komplek makam Maulana malik Ibrahim ini menurut hemat saya tidaklah terlalu luas, bahkan sangat mudah untuk di jangkau dari jalan utama, hanya berjarak beberapa meter saja kita sudah sampai di pelataran komplek makam.
Komplek makam ini seperti komplek-komplek makam yang lain juga tampak bersih, terkesan terawat dengan baik, selain memang menjadi makam suci makam ini juga dijaga, tampak beberapa orang yang menjaga di suatu sudut komplek makam ini, dan tentunya makam ini juga memperlihatkan keteduhan yang dirasakan karena rindangnya pohon-pohon yang ada di sekitar makam.
Selain makam utama yang ada terdiri dari 3 makam didalamnya, terdapat juga makam-makam yang lain yang jumlahnya cukup banyak yang tersebar disekitar makam utama itu. dan di sudut yang lain terdapat juga 2 makam yang bentuknya lebih besar dari tapi lebih kecil dari bentuk makam yang utama yaitu makam Syeh Maulana Iskhaq dan Syeh Maulana Makhrubi.
Didalam komplek makam ini, terdapat juga sebuah bangunan seperti pendopo yang bentuknya memanjang yang membujur dari selatan ke utara, dilihat dari bentuknya bangunan ini berfungsi sebagai tempat untuk berteduh bagi para peziarah dan sekaligus melaksankan doa-doa nya.
Kira-kira sudah aku 1 jam berada di makam tersebut sekalian berdoa, tak kusadari bahwa waktunya sidah sore, saya bergegas untuk segera pulang menuju Surabaya.

Lanjut Kang......

18 Juni 2009

Cerdas Memilih Pemimpin, dari DONGENG UNTUK BANSA


Apakah jadinya jika dua orang masing-masing dengan sudut pandang mata yang berbeda, namun mereka sama-sama memotret dengan seksama berbagai keadaan yang terjadi di bumi Indonesia ini, dan bagaimana mereka berdua saling menumpahkan segala uneg-uneg nya untuk menyikapinya.
Adalah seniman musik Franky Sahilatua yang piawai dalam menulis lirik-lirik yang yang sarat dengan fenomena social yang tertuang dalam lirik yang kritis terhadap berbagai ketimpangan yang muncul di masyarakat kita.
Garin Nugroho, sang sineas yang handal, yang sangat piawai dalam merangkai kata. Beliau seperti juga Franky yang menangkap berbgai fenomena alam dan kejadian yang menimpa negeri ini dan dia dongengkan kepada orang lain.
Itulah yang malam itu kita saksikan, kolaborasi dua seniman yang cukup handal di negeri ini, untuk sama-sama berdongeng dan melantunkan lirik-lirik yang berisi berbagai ketimpangan, kepalsuan dan kepura-pura an dari pengelola bangsa ini.

Mereka mendongeng dan bernyanyi, menumpahkan segala kegalauan hati dan harapan-harapan dari dua anak bangsa yang merasa melihat berbagai kebohongan dan tipu daya pemimpin, pejabat, yang mengatur bangsa ini, kemudian protes pada keadaan ini dan juga protes mereka kepada para pemudanya
Coba saja simak salah satu syair yang dinyanyikan oleh Franky dibawah ini :

Orang-orang muda sekarang
Hanya menjadi generasi penyusu
Tak seperti pemuda 40 an
Gagah jiwa, gagah jati diri
Dengan segala keterbatasan
Republik ini dibuatnya
Aku berjalan dan mencari
Di desa, di kota, di pulau-pulau
Orang muda
Genggam gagah jati diri bangsa
Binatang jalang diluar kumpulan
Generasi penyusu
Untuk apa merdeka
Untuk apa pahlawan


Dan bagaimana juga mereka menulis tentang kecurangan dari suatu lembaga pemilihan umum yang bernama KPU

KPU busuk
(S)iapa (Y)ang (B)uat
Pemilu Spanyol
Separuh Nyolong
KPU Busuk
(S)iapa (Y)ang (B)uat
(S)iapa (Y)ang (B)uat – SYB


Atau kekecewaan mereka pada presiden terdahulu dan harapan mereka tentang seorang presiden nanti :

Aku mau presiden baru BELA RAKYAT
Yang punya ketegasan JADI PEMIMPIN
Rakyat emakin susah
Rakyat hilang harapan
Karena salah pilih pemilu kemarin
Aku mau presiden baru BELA NEGARA
Yang bodoh berjanji PANDAI BEKERJA
Rakyat emakin susah
Rakyat hilang harapan
Jangan tebar pesona rakyat tak butuh


Secara umum, pertunjukan yang bertajuk DONGENG UNTUK BANGSA sangat menarik, selain pertunjukannnya dikelola dengan sangat baik, walaupun menurut panitia pertunjukan ini kurang sosialisasinya karena mepetnya jadwal pelaksanaan dengan informasi yang diterima, tapi menurut hemat saya, penampilan ini sangat berhasil.

Sungguh suatu pertunjukan yang harus di apresiasi dengan baik, dengan harapan semoga apa yang btelah di sajikan dan dodongenkan akan menjadi stimulant/pencerahan penonton, untuk lebih cerdas dlm bersikap dan memilih pemimpin di masa depan, semoga……

Lanjut Kang......

15 Juni 2009

Menyelusuri Surabaya Lama



Sabtu kemarin, tanggal 13 Juni 2009, saya sengaja ingin mengisi libur kali ini dengan menikmati perjalanan yang dikemas dalam tajuk SURABAYA HARITAGE TRACK.
Surabaya Haritage Track adalah suatu perjalanan khusus yang dikemas sebagai suatu perjalanan mengenal tempat dan bangunan – bangunan yang bernilai sejarah yang ada di Surabaya dengan menaiki bus yang didesign khusus bagi para penumpangnya.
Mengapa saya ingin sekali mengikuti perjalanan ini ?, selain SHT ini tergolong masih baru juga, karena perjalanan ini menawarkan untuk menikmati gedung-gedung bersejarah dan tempat-tempat bernilai sejarah pula, yang memang menjadi kegemaran saya dan tentu sangat menarik apabila perjalanan ini dipandu oleh orang yang sedikit banyak mengetahui peninggalan sejarah tersebut.
Pagi jam 08.30 saya sudah sampai di komplek Café Sampoerna, dimana seluruh kegiatan ini akan mulai dan berakhir disini yaitu di Jl. Dapuan sebuah lingkungan Surabaya lama dan saya sengaja saya datang pagi dengan tanpa alasan, sebab saya sendiri tidak tahu persis kapan bis yang membawa rombongan ini akan berangkat, hanya informasi yang saya peroleh kalau bus ini biasanya berangkat pagi.
Beruntung sekali saya waktu itu, karena ternyata bus berangkat pada jam 09.00 WIB, jadi saya masih ada waktu untuk mendaftar sebagai pengikut.
Untuk perjalanan ini saya harus mendaftar terlebih dahulu dan tidak dikenakan biaya sepeserpun, karena untuk perjalananan ini bus yang kami tumpangi hanya berkapsitas 20 orang, saya sendiri termasuk penumpang yang paling taerakhir untuk keberangkatan itu, karena ternyata para penumpang harus mendaftar terlebih sebelumnya.
Sebagai catatan sendiri bagi saya, sebab ternyata perjalan ini kali juga diliput oleh stasiun telivisi swasta daerah untuk bahan acara yang cukup popoler di Surabaya, dengan pemandu acaranya adalah cak Eko Tralala atau mereka menyebutnya dengan Cak ALBAROYO, sehingga dalam perjalan ini tentu akan diwarnai dengan adegan-adegan pengambilan gambar.
Tepat pukul 09.00 WIB bis yang di disign menarik dan dipenuhi dengan gambar-2 mulai meluncur kearah Selatan dan tentu perjalanan ini di pandu seorang pemandu perjalanan. Saya bersama rombongan lain ( yang kemudian kami disebutnya dengan para TRACKER ) ke selatan menyusuri jalan yang menjadi route bus ini dan menyusuri tempat-tempat serta bangunan bersejarah sebanyak kurang lebih 46 titik, yaitu :
1. Penjara KALISOSOK: Penjara ini sudah tidak difungsikan lagi dan tempat ini terkenal dengan sebutan penjara terkejam di Surabaya.
Pada dinding-dindingnya sebelah timur sengaja diberi beraneka gambar untuk menghilangkan kesan angker pada bangunan penjara ini.
2. Gedung PTPN
3. Gedung PTPN
4. Hotel IBIS, bangunan ini dulunya ditempati sebagai kantor perusahaan dan perkebunan di jaman colonial Belanda.
5. Gedung CERUTU, bangunan kuno ini disebut gedung cerutu karena, ternyata di salah satu sudut bangunannya yang menjulang tinggi tersebut pada atapnya dibanun menyerupai bentuk cerutu.
( Gedung Cerutu )
6. Gedung MARKAS KOMPENI,bangunan yang kokoh berdiri di sebelah utara Jl. Rajawali ini dulunya memang merupakan markas para kompeni,maka terlihat bangunan ini terlihat sangat kuat dengan corak banguannya yang bernuansa kolonial.
7. Bekas TERMINAL SURABAYA tempo dulu, tempat ini menempati sebelah timur dari bangunan markas kompeni yang disebut tadi, tapi sekarang tempat ini sudah berubah menjadi sebuah taman persis di depan jembatan Merah Plaza.
8. Bangunan JEMBATAN MERAH, jembatan ini dahulunya merupakan jembatan penghubung antara Surabaya lama dengan daerah perdagangan di sisi timur. Jembatan yang dibangun oleh gubernur Dandels ini disebut jembatan merah karena sejak dari dulu jembatan ini berwarna merah.
9. Bangunan HALTE TREM, bangunan yang menempat sebelah selatan Jembatan Merah dan disisi sebelah barat sungai ini, dulunya merupakan halte bagi trem-trem yang dulunya beroperasi di Surabaya.
( Gedung Markas Kompeni )
10. Gedung ASURANSI, didepan halte trem tadi berdiri berderet-deret bangunan kuno yang merupakan peninggalan jaman Belanda, dan salah satunya ini sekarang digunakan sebagai kantor asuransi, dimana di depan terdapat patung singa bersayap yang bediri dikanan kiri pintu masuk tersebut, dan menurut cerita yang kita peroleh, bahwa patung singa bersayap dibangun sebagai tanda penjaga di masa depan.
11. Gedung PTPN XI
12. Gedumng BII
13. Gedung POLWILTABES, gedung ini sejak dulu memang difungsikan sebagai kantor polisi jaman Belanda, dimana menurut ceritanya, didalam penjara tersebut terdapat penjara bawah tanah, dan masih menurut mitosnya, bahwa penjara bawah tanah yang ada disana terhubung dengan penjara Kalisosok yang ada di sebelah utaranya, apakah hal ini betul ? silahkan anda yang membuktikannya.
( Gedung Asuransi )

( Gedung BII )

( Gedung Prima bank )

14. Gedung BANK MANDIRI
15. Gedung BOTHO GENI (?)
16. Gedung BANK PRIMA
17. Gedung PERTAMINA, dimana gedung ini dulunya merupakan sebuah gedung yang ditempati sebagai society para Kolonial Belanda.
18. Gedung INDISCHE MASCKAPAI, gedung ini dulunya merupakan gedung kantor yang memproduksi alat-alat berat.
19. Gedung ASIA
20. Gedung KANTOR GUBERNUR
21. Bangunan di sepanjang Jl. Kramat Gantung, yang menurut sejarahnya daerah ini dulunya merupakan daerah keraton Surabaya. Dan ini bisa ditelusuri kebenarannya dengan adanya Alun-Alun Contong yang ada di sisi sebelah selatan bangunan-bangunan ini.
22. Gedung KANTOR PLN
23. Gedung SIOLA, gedung ini memang selalu digunakan untuk pusat perbelanjaan warga Belanda, belanja bahan yang di import dari negeri Belanda, demikian juga setelah dikuasi oleh Jepang, gedung ini juga merupakan pusat perbelanjaan bagi orang-orang jepang untuk memperoleh barang-2 import dari Jepang.
24. Gedung BANK MANDIRI, Jl. Tunjungan
25. Gedung HOTEL MAJAPAHIT, bangunan ini memang sebuah hotel dari masa ke masa, hotel ini dalam perjalanan sejarahnya sudah 3 kali berganti nam,a Pertama ketika di kuasai oleh Belanda hotel ini bernama Hotel ORANJE, setelah dikuasai oleh Jepang Hotel ini berganti nama menjadi hotel YAMATO, kemudian setelah jepang meninggalkan Indonesia Hotel ini berganti nama menjadi hotel MAJAPAHIT, di tempat inilah terjadi sebuah peristiwa sejarah nyang sangat heroic waktu itu, yaitu, peristiwa dirobeknya bendera Belanda yang ada disana dirobek salah satu warnanya sehingga menjadi bendera merah putih.
26. Gedung KANTOR BERITA ANTARA, Gedung ini sekarang sudah menjadi gedung Monumen Pers Perjuangan Nasinal, karena dalam masanya gedung ini menjadi saksi perjuangan pers dikala itu.
27. Gedung APOTIK SIMPANG, baik bangunan dan fungsinya bangunan sejak dulu tidak pernah berubah.
28. Gedung GRAHADI, atau sekarang yang disebut dedung Negara itu berfungsi sebagai tempat tinggal dinas Gubernur Jatim, yang sebetulnya bangunan yang ada ini adalah adalah bagian belakangnya dari bangunan tersebut, dan depannya adalah pintu yang menghadap Kalimas.
( Komplek Balai Pemuda )

( DPRD Tk. I )

( Patung Yos Sudarso )

29. Gedung BALAI PEMUDA, gedung ini juga dalam masanya digunakan debagai tempat berkumpulnya orang-orang Belanda yang melaksanakan pesta dan lain0lain, bahkan komplek gedung ini mempunyai masa lalu yang kelam bagi rakyat Indonesia umumnya dan warga Surabaya khususnya, sebab dulu tempat ini tidak boleh atau dilarang keras bagi pribumi masuk di areal ini, sebagai saksi atas sikap diskrimatif ini dapat anda di temui prasasti yang masih tertempel jelas di area sebelah barat gedung ini.
30. Gedung BALAI KOTA, gedung ini memang sejak dahulu digunakan sebagai kantor balai kota di jamannya.
31. Jalan ACHMAD JAIS, duluna bernama jalan ONDOMOHEN, adalah jalan yang memiliki sejarah tersendiri bagi rakyat Surabaya., karena rindangnya pohon disisi kiri kakannya yang saling berkaitan, sehingga terkesan seperti masuk dalam gua.
32. Komplek TAMAN BUDAYA, bangunan- bangunan disini dahulunya dipergunakan sebagai kantor bupati, maka komplek ini dahulu terkenal dengan sebutan komplek kabupaten.
33. Jalan PRABAN, Jalan yang sejak dahulu digunakan sebagai sentra perdagangan berbagai macam sepatu.
34. Gedung GNI, sebagian gedungnya ini sejak jaman dulu dan sampai sekarang ini digunakan sebagai kantor harian berbahsa jawa tertua di Indonesia, yaitu harian PANJEBAR SEMANGAT.
35.Gedung Rumah Sakit MARDI SENTOSA
36. Tugu PAHLAWAN
37. Gedung KANTOR POS, dulunya bangunan ini digunakan sebagai sekolah jaman Belanda setingkat SMA.
38. Gedung DPRD TK. I
( Gedung PTPN XI )

39. Gedung MASJID KEMAYORAN, masjid ini dinamakan kemayoran karena menurut sejarah, masjid ini dulunya merupakan tanah wakaf dari seorang yang berpangkat mayor.
40. Gedung Museum KESEHATAN
41. Patung YOS SUDARSO
42. Gedung PTPN XII
43. Gedung PTPN XI
44. Gedung BNI
45. Gedung BANK INDONESIA
46. Bangunan-banunan tua / pergudangan sekitar Penjara Kalisosok
Sebagai catatan tersendiri, rombongan tracker yang pagi itu besama saya, berkempatan turun dari bus dan melihat lebih dekat dengan bangunan BALAI PEMUDA dan Gedung PTPN XI,
Setelah saya menyaksikan dan diperbolehkan masuk ke gedung PTPN XI, saya dibuat kagum , sungguh didalam bangunan itu meskipun terbilang kuno, tapi masih terawat dengan baik, didalam bangunan itu tersimpan peninggalan sejarah yang sangat menakjubkan, sungguh suatu peninggalan yang harus/patut dilestarikan keberadaannya.
Untuk ini dikesempatan lain saya akan berusaha untuk menggali informasi yang lebih dalam tentang keberadaan gedung ini.
Setelah kita diajak berkeliling kota dengan bus yang bersih dan adem itu, bus kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali ketempat dimana kita berangkat, dan kita sampai tepat pada jam 10.30 WIB, sungguh suatu perjalanan yang sangat mengesankan dan patut di beri apresiasi untuk penyelenggara program ini. Terima kasih.

Lanjut Kang......

12 Juni 2009

26 Tahun untuk sebuah Persaudaraan, Reuni


Jam 5 Pagi saya sudah sampai di Magelang, seperti rencana semula hari Minggu ini tanggal 7 Juni 2009 saya akan menghadiri acara temu kangen alum ni smea Negeri Magelang angkatan 83, jam 10 WIB bertempat di RM Panjiwo Jl. A Yani depan RSJ Kramat.
sebelum acara tersebut dimulai, saya sudah berusaha keliling beberapa tempat di Magelang yang menjadi tujuan saya pagi itu, saya sarapan pagi Soto di depan hotel Pring Gading,yang kebetulan si penjualnya adalah temanku sewaktu SD dulu, namanya Nyoto.


kemudian saya menyelusuri jalan sisi barat kota magelang ke arah Utara, menuju ke rumah teman saya yang sangat sulit sekali untuk dihubungi, dan setelah sampai kerumah teman dan tidak ketemu aku langsung kembali ke arah Magelang kota, kemudian menyisiri jalan sisi timur ke Jalan Majapahit, disana saya menemukan warung soto yang sedang ramai-ramainya pembeli, kemudian berbelok ke barat melalui Jl. pemuda dan ke barat lagi melaui Jl. Tentara pelajar dan turun ke Taman Kayai Langgeng. ke selatan dan pulang kerumah.
Sampai di rumah saya istrihat sebentar untuk bersih-bersih badan mempersiapakan acara hari itu.
Jam 10 pagi sengaja saya baru berangkat dari rumah menuju ketempat pertemuan, karena saya tak ingin sampai disana saya harus masih menunggu teman-teman yang lain yang belum datang, tapi ternyata dugaan saya meleset, sebab sesampainya disana teman-teman sudah banyak yang datnag, justru saya terhitung yang paling akhir datangnya, jadi sampai disana langsungslam-salam dan saling berpelukan, ada rasa kangen yang sangat dalamdiantara kita, dan merasa seperti saudara yang lama sekali tidak jumpa, senang dan haru diantara kita, sungguh perjumpaan seperti inilah ang selalu saya nantikan dan mungkin juga temen-teman juga nantikan, seakan hari itu tumpah segala kerinduan selama hampir 26 tahun tak berjumpa.
Bertemu dengan satu-satu diantara teman yang hadir ada rasa senang bahkan merasa kaget, sebab ternyata selama 26 tahun telah membawa perbedaan fisik yang sangat menjadikan kita saling mengingat-ingat bagaimana wajah teman-teman dulu. Ada yang gemuk, ada yang kelihatan tua, ada yang sudah botak rambutnya, ada yang lebih dewasa, dan lain-lain perbedaan yang menjadi gojekan sesama teman.

Sungguh perjumpaan yang sangat dan tidak ingin aku lupakan, bahkan pertemuan yang berlangsung dari jam 10 hingga jam 14.00 menjadi sangat pendek, tidak terasa waktu yang ada dibuat menjadi moment-moment yang sangat berarti bagi teman-teman, ingin pertemuan ini sebagai awal sebuah persaudaraan yang selama ini telah terpisahkan oleh kesibukan masing-masing.
Sebetulnya masih banyak yang harus aku ceritakan, tetapi semakin aku banyak bercerita, semakin tidak cukup waktu aku bercerita disini, karena benar pertemuan ini sungguh sangat special dikala usia kita semakin merambat bertambah.
Selamat temen dan saudaraku yang tercinta, kita sudah bertemu dan bercanda, tentunya kita akan selalu menjaga persaudaraan ini selamanya, sampai jumpa dikesempatan yang akan datang, dengan keakraban yang lebih dalam, dan sampaikan rinduku pada keluargamu.

Lanjut Kang......

4 Juni 2009

Bebaskan Prita Mulyasari


(foto dari facebook)
Sejak kali pertama saya membaca kisah tentang kasus ibu Prita di sebuah catatan seorang blogger di blog nya yang keren, sejak saat itulah saya ikut prihatin dengan kasus yang menimpa ibu Prita tersebut, dan sejak itulah tumbuh empaty yang sangat dalam terhadap Ibu dari 2 orang anak-anak yang masih kecil.
Bermula dari menyampaikan keluhan dan kerugian yang dideritanya sewaktu berurusan dengan rumah sakit Omny lewat email ke teman-temannya, menyebabkan beliau harus masuk perjara karena ibu ini dituduh telah mencemarkan nama baik rumah sakit Omni.
Saya setuju dengan tulisan di blog tersebut,Prita Mulyasari bukan teroris. Ia tak pernah meledakkan restoran atau mengancam akan mengebom hotel. Ia bukan koruptor yang menilep uang rakyat. Ia bukan penjahat yang membunuh orang. Bukan pula perampok kelas kakap yang kerap keluar masuk penjara.( diunduh dari ndorokakung.com)
saya terus berfikir dan belajar dari kejadian ini, apakah hanya kita ingin menumpahkan uneg-uneg atau berkeluh kesah yang dirasa merugikan kita, menyusahkan kita kepada orang lain, sahabat-sahabat kita, kita bisa ditahan karenanya, ah sungguh tidak adil kalau memang demikian. dan apa yang dialami oleh ibu Prita adalah preseden yang tidak bagus apalagi tindakan seperti yang dilakuan beliau akan membawa kita pada urusan yang lebih rumit dan dapat membuat sudah diri kita bahkan merampas hak-hak kita, sebagai manusia bebas.
Melalui tulisan ini kami turut bersimpati kepada ibu Prita Mulyasari dan memberi semangat kepada beliau, untuk tabah dan berharap semoga ibu akan menang di pengadilan nanti.

Lanjut Kang......

25 Mei 2009

Olympiade Dulinan (dolanan)


Sabtu, kemarin saya sengaja menyaksikan sebuah acara yang menurut saya adalah yang baru kali dilaksankan di Surabaya, atau malah mungkin baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia, namanya acaranya adalah OLYMPIADE DULINAN ANAK-ANAK.
Olympiade dulinan ini ternyata adalah sebuah acara yang berisi berbagai lomba dulina anak-anak yang bersifat tradisional, misalnya :
1. Pandhe
2. Pathil lele
3. Lompat tali
4. Benteng-bentengan
5. Egrang
6. Gobak sodor
7. bekel
8. Engkle
9. Dakon
10. karambol.


Sejak pagi saya sudah berada disana, menyaksikan persiapan acara ini, sejak awal saya sudah tertarik, karena selain acara ini diikuti oleh banyak anak setingkat sekolah dasar, acara ini ternyata juga menyajikan berbagai lomba dolanan yang bersifat tradisional.
Acara yang digagas oleh sebuah event organizer ini berlangsung di halaman Taman Surya, Komplek Balai Kota Surabaya, dan yang menjadi saya tambah bangga, bahwa para panitianya adalah para anak-anak muda, yang sangat peduli terhadap permainan tradisional yang boleh dikata sangat jarang dilakukan oleh anak-anak perkotaan seperti andi Surabaya ini.
Sejak pagi halaman ini sudah dipenuhi oleh anak-anak yang ingin mengikuti lomba olympiade itu, atau terlihat anak-anak yang sekedar ingin menykasikan teman-teman mereka bertanding, atau para orang tua dan guru serta masyarakat luar yang datang ingin menyaksikan sebuah event yang langka dilaksankan di kota Surabaya ini sehingga waktu itu lapangan yang separonya beraspal itu penuh dengan para peserta dan pengunjung yang lain.

Acara yang digelar sejak pagi dan baru selesai sore harinya, bagi saya adalah sebuah acara yang sangat unik dan berkesan mendidik ini perlu untuk ditingkakan atau lebih dipopulerkan lagi pelaksaannya kedepan, sebab jika pelaksanaaan event semacam ini dilaksanakan secara lebih besar dan secara berkesinambungan, saya yakin akan menjadikan permainan tradisional yang ada di masyarakat ini tidak akan hilang begitu saja keberadaannya, dan tentu yang sangat menjadi harapan adalah permainan ini menjadi sebuah filter bagi permainan produk luar yang bersifat lebih banyak sisi kurangnya dan sangat komsumtif di lungkungan anak-anak.

Sekali lagi saya sebagai masyarakat awam yang waktu itu menyaksikan acara ini memberikan apresiasi kepada Journey Organized yang telah mau melaksanakan kegitan ini, sehingga dikemudian hari kegitan ini akan menjadi kegitan yang routin dilaksankanan dan berkembang baik dari segi peserta maupun pelaksanaannya, semoga.

Lanjut Kang......

13 Mei 2009

Parade Budaya 2009



Meski sempat diguyur hujan yang cukup deras, antusias masyarakat kota Surabaya untuk menyaksikan karnaval dalam rangka ulang tahun Kota Surabaya yang ke 716 tahun yang bertajuk PARADE BUDAYA 2009 masih sangat tinggi, hal ini terlihat dengan masih membludaknya warga masyarakat disepanjang jalan protocol yang ingin menyaksikan parade tersebut, walaupun hujan masih mengguyur.

Parade yang dilaksankan oleh Pemerintah Kota Surabaya pada tanggal 10 Mei 2009 kemarin tetap berjalan meriah, walaupun dalam pelaksanaannya harus berbasah-basah karena hujan yang turun sejak siang hari.
Para pesertapun tetap semangat, walaupun mereka harus rela diguyur hujan rintik-rintik, disepanjang jalan yang mereka lalui dari Jl. Pahlawan ( sekitar tugu pahlawan) kemudian berjalan ke selatan menuju Jl. Gemblongan, Jl. Tunjungan, Jl. Gubernur Suro dan berakhir di Taman Surya komplek Balai Kota Surabaya.
Parade yang menurut informasi di ikuti oleh 51 intansi pemerintah dan swasta ini berjalan sangat meriah, seperti pelaksanaan serupa beberapa tahun yang lalu,

pelaksanaan parade budaya ini juga sangat menyedot perhatian masyarakat Surabaya yang ingin menyaksikan hiburan yang jarang sekali dilaksankan di kota Surabaya ini, apalagi pelaksanaan parade ini dilaksankan dalam rangka memperingati hari jadi kota Surabaya yang ke 716 tahun.

Diawali dengan mobil berhias kereta kuda parade ini diawali, kemudian mobil hias yang diatasnya duduk sepasang Cak dan Ning Surabaya, dibelakangnya diteruskan dengan barisan pasukan pembawa bendera Merah Putih, kemudian berturut – turut :
• Taruna Angkatan Laut yang menampilkan atraksi drum band yang sangat memukau masyarakat yang menyaksikan atraksi taruna-taruna tersebut, dalam atraksinya para taruna ini menampilkan konfigurasi dari drum bass yang ditata sedemikian menjadi bentuk kerucut dan paling atas berdiri seorang taruna sambil mebnawa drum bass yang lain.
• Kelompok perkusi: yang menapilkan seni musik yang sangat rancak dan harmonis.
• Kelompok kesenian dari Kabupaten Jembrana, Bali dengan gamelan dan gamelan-gamelan yang khas kota Dewata tersebut.
• Kemudian kelompok mobil hias Culture Parade yang merupakan mobil hias dengan belakangnya kelompok Iternasinoal Community, yaitu kelompok yang menampilkan berbagai kelompok etnis bangsa yang ada di Surabaya ini.
• Drum band dari Wahid Hasyim,
• Penampilan mobil hias dari Dinas Kebudayan dan Pariwisata kota Surabaya
• Penampilan kelompok dari Sampit, Kota Waringin Timur.
• Penampilan mobil hias dari kelompok usaha swasta, minyak goreng Dorang.
• Mobil hias dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya.
• Kelompok Drum Band dari Hisbul Wathon
• Mobil hias dari Pelindo III
• Mobil hias dari Bank Jatim
• Mobil hias dari Pertamina
• Kelompok Drum Band dari Gita Swara, Raden Rachmat
• Mobil hias dari DKP
• Dan masih banyak lagi kelompok-kelompok yang ada dibelakangnya yang makin lama makin menarik saja.

Selain parade ini diikuti oleh dinas dan kelompok masyarakat juga disini terlihat kelompok kesenian dari berbagai etnis yang ada di kota Surabaya, seperti misalnya Liang liong, tari tradisional Sajojo, dan lain-lain yang menambah semakin semaraknya parade yang dilaksankan kali ini, walaupun harus dengan berbasah-basah karena hujan yang membasahi hampir diseluruh ruas jalan yang dilewati parade tersebut.
Akankah tahun depan pemerintah kota akan juga melaksankan hal serupa di kota ini sebagai bentuk hiburan kepada warga kota dan ajang kreatifitas seluruh potensi yang ada di Surabaya? kita lihat saja nanti.

Lanjut Kang......

7 Mei 2009

Pasar Seni Lukis Indonesia 2009



Dalam suasana peringatan HUT kota Surabaya yang ke 716, sanggar merah putih melaksanakan ajang pameran lukisan yang berskala nasional, selain diikuti oleh banyak pelukis yang berasal dari berbagai propinsi di Indonesia.
Pameran lukisan yang bertajuk PASAR SENI LUKIS INDONESIA 2009 ini dalam sambutanya oleh Cak Anis di ikuti oleh tidak kurang dari 300 pelukis yang berasal dari 6 propinsi, ada yang dari Jawa, Kalimantan dan juga dari Bali.Acara ini dibuka oleh Cak Anis selaku ketua panitia, kemudian pidato dilanjutkan oleh beberapa orang diantaranya, Walikota Batu, Wawali Surabaya, dan oleh Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Syaifulloh Yusuf (Cak Ipul) yang langsung meresmikan kegiatan tersebut setelah beliau menyampaikan sambutannya.
Acara ini akan berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan tangal 11 Mei 2009, di Gedung Utama dan halaman Balai Pemuda Kota Surabaya.
Pamer lukisan ini dilihat dari pelaksanaanya memang merupakan pameran yang paling akbar dibanding dengan pameran-pameran yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Selain mampu menampilkan banyak lukisan dari berbagai aliran, corak dan harga juga oleh pelukis-pelukis yang cukup punya nama di dunia seni lukis.
Cak Anis dalam sambutannya, semoga pasar seni lukis Indonesia ini mampu menjadikan ajang ini sebagai unjuk kreatifitas dan dapatnya kegiatan ini akan interaksi yang bagus diantara seniman, kolektor, gallery dan masyarakat pecinta seni.
Bagi masyarakat pecinta seni yang tertarik menyaksikan acara ini semoga mampu mengapresiasi sejumlah lukisan dan pada tanggal 10 Mei 2009 Jam 19.00 WIB akan dilaksanakan Bincang-bincang seni denga pembicara Wakil Gubernur Saifullah Yusuf dan Wakil Walikota Surabaya Arief Afandi.
Tetapi sebelumnya pada tanggal 6 mei 2009 akan dilaksanakan Diskusi Seni lukis dengan tema : Seni Lukis Sebagai bagian dari Ekonomi Kreatif.
Pembicara : Suwarno (Kurator/Pengamat, Yogyakarta)
Yusuf Susilo Hartono ( Pimred Majalah “Visual Arts”, Jakarta)
Moderator : Arief Santoso ( Redaktur Jawa Pos, Surabaya)

Lanjut Kang......

16 Maret 2009

Balikpapan..... aku kembali


Hari Pertama :Jum’at• Jam 5 pagi kami sekeluarga termasuk keluarga dari kakak-kakak serta adik istriku harus sudah berangkat dari rumah ke bandara sebab, menurut jadwal pesawat berangkat jam 06.30 WIB, itu harus dilakukan agar kami tidak mendapat masalah dengan keberangkatan, lebih baik kami harus menunggu di bandara daripada harus batal berangkat ke Balikpapan, seluruh keluarga yang berangkat ke Balikpapan sangat banyak, yaitu sejumlah 16 orang, selain kakak dan adik si Non juga dengan Ibu mertua saya.

Pesawat berangkat sesuai dengan jadwal dan perjalanan ke Balikpapan akan ditempuh selama kurang lebih 1 jam, sehingga sampai di Balikpapan diperkirakan jam 07.30 WIB atau jam 08.30 waktu Balikpapan, sebab perbedaan waktu antara Surabaya dan Balikpapan adalah satu jam.
Karena perjalanan ini bagi saya dan Non adalah yang kedua kalinya, perjalan ini tidak terasa lama, bahkan sangat kami nikmati, termasuk keponakan-keponakanku yang selalu ramai dengan menikmati pemandangan dibawah sana karena mereka duduk di pinggir pesawat dekat jendela, sehingga dapat menikmati pemandangan dibawah sana.
Sampai di Bandara Sepinggan sesuai dengan jadwal, dan kita memerlukan waktu kira-kira 30 menit untuk sampai di rumah kakak, dimana kami selama 5 hari akan menghabiskan waktu libur seluruh keluarga istri di Balikpapan.
Sampai dirumah kami sekeluarga istirahat dulu, sebab kami seakan merasa lelah selama menuju ke Balikpapan, meski hanya membutuhkan waktu satu jam di pesawat, tapi kami harus mempersiapkan segala sesuatunya sejak pagi sebelumnya dan sampai di tempat ini waktu sudah siang.
• Sementara yang lain menikmati istirahat, saya bersama dengan si Non dan keponakan menyempatkan keluar rumah untuk berbelanja di pasar Klandasan.

untuk berbelanja bahan-bahan yang diperlukan bagi acara esok harinya, yakni acara selamatan meninggalnya nenek, yaitu ibu mertua dari kakak tertua kami, serta syukuran telah menempati kembali rumah yang baru saja selesai direnovasi.
• Malam harinya seluruh keluarga, menikmati suasan malam Balikpapan dengan makan malam di pondok nelayan, dirumah makan ini tersaji berbagai jenis makanan seafood yang cukup menggugah selera makan kami, selain ikan yang akan dimakan dapat kita pilih langsung dari tempatnya, juga ikan-ikan ini informasinya didatangkan dari tempat yang menyediakan berbagai jenis ikan segar yang baik.


Hari kedua : Sabtu• Seperti kebiasaan saya bangun pagi, hari itu sengaja setelah bangun pagi saya bersama dua kakak saya dan adik pergi untuk jalan-jalan pagi disekitar tempat tinggal kakak, yang berkontur gunung, sehingga seakan kita naik ke atas gunung.
Dan juga pagi itu kami sempatkan untuk sarapan pagi ke daerah klandasan yaitu, makan soto Makasar yang menurut informasi dari keponakan bahwa tempat yang kami tuju adalah salah satu tempat makan soto yang sangat favorit di Balikpapan ini.

Selesai makan pagi kami meneruskan perjalanan kerumah keponakan di daerah Manggar, yaitu jauh setelah bandara Sepinggan, dan selesai itu kami balik ke bandara untuk menjemput saudara kami yang lain yang juga datang dari Surabaya.
Selesai menjemput di bandara kami kembali lagi kerumah untuk mempersiapkan segala sesuatu, seban malam harinya kami sekeluarga akan melaksanakan acara selamatan.
• Malam hari selesai melaksanakan acara selamatan, saya bersama saudara yang lain sengaja untuk keluar menikmati malam hari Balikpapan, dengan mencoba menikmati Jahe telor buatan orang Sidoarjo yang merantau disana.
Hari Ketiga : Minggu• Hari ketiga di Balikpapan ini, kami sekelurga disibukkan dengan persiapan acara untuk menyambut para tamu yang akan datang menghadiri acara yang sudah kakak siapkan yaitu acara syukuran selamatan menempati kembali rumah yang baru saja selesai direnovasi.
Acara syukuran ini dimulai sejak pukul 10.00 dan baru selesai pada malam harinya, karena banyaknya tamu yang datang sehingga acara ini sangat membutuhkan tenaga yang cukup dan membuat kami capai tenaga, karena melayani komsumsi para tamu yang datang.

Namun karena dasar saya yang keranjingan dolan, selesai acara tasyakuran, saya tidak terus istirahat tapi saya malah mengajak keponakan dan saudara yang lain untuk jalan-jalan ke Melawai, yaitu suatu tempat berkumpulnya para pedagang berbagai jenis makanan di sepanjang pinggir laut sebelah kiri jalan menuju jalan minyak.
Hari Keempat : Senin• Setelah dua hari seluruh keluarga di Balikpapan melaksanakan dua acara yang tidak memberi kesempatan waktu untuk semua berjalan-jalan menikmati suasana Balikpapan, saat inilah di hari yang ke empat seluruh keluarga diajak oleh kakak untuk menikmati Susana Balikpapan dengan berbagai acara yang sungguh sangat menyenangkan pertama, seluruh keluarga diajak untuk berbelanja berbagai kebutuhan cineramata khas Balikpapan, yaitu berbelanja di pasar Sayur, yaitu pasar tempat dijualnya berbagai macam barang yang bercorak tradisional, dari sekedar batu-batuan sampai pada kain-kain dari yang harganya cukup murah sampai harga yang cukupn mahal ada disana.
Selesai menikmati belanja di pasar Kebun Sayur, seluruh keluarga diajak untuk menikmati indahnya pantai Lamaru, yaitu pantai yang jaraknya cukup jauh dengan pasar. Pantai dengan luas 13.000 m2 dengan air laut yang jernih, riak gelombang yang kecil serta pasir yang putih, merupakan tempat yang nyaman bagi mereka yang ingin bermain, berlayar maupun volley pantai. Tempat ini dibuka untuk umum mulai pukul 06.00 - 18.00, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum nomor 7. Lokasi pantai ini berada di Kelurahan Manggar dan Teritip dengan jarak 9 km dari Bandara Sepinggan atau 22 km dari pusat kota Balikpapan.
Selesai dari menikmati pantai Lamuru perjalanan dilanjutkan ke tempat penangkaran buaya.
Penangkaran Buaya ini terletak di Kelurahan Teritip dengan luas areal 5 ha. Jumlah buaya yang ada di penangkaran iniberjumlah 3.000 ekor yang terdiri dari tiga macam jenis, yaitu Buaya Muara, Buaya Supit dan Buaya Air Tawar.Tempat ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 – 17.00. Lokasi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat, juga dengan kendaraan umum yaitu angkutan kota No. 7 dengan jarak 27 km dari pusat kota Balikpapan.
Hari Kelima : Selasa• Hari kelima ini adalah hari terakhir kami seluruh keluarga berada di Balikpapan, sebab pagi hari Jam. 09.30 WIT kami harus sudah berangkat pulang ke Surabaya.
Kembali dari Balikpapan lami tiba kembali di sura baya pada jam 11.30 WIB.
Perjalanan yang sungguh memuaskan hati, selain kita seluruh keluarga bisa jalan-jalan juga bisa menikmati kota Balikpapan dengan seluruh anggota keluarga Surabaya.
Kami sekeluarga berharap perjalanan ini semoga bukan perjalanan terakhir dari kita berada di Balikpapan, semoga akan ada hari-hari lain dan tempat lain yang akan dikunjungi disana.
Balikpapan …… kuharap aku akan kembali.

Lanjut Kang......