Sabtu kemarin, tanggal 13 Juni 2009, saya sengaja ingin mengisi libur kali ini dengan menikmati perjalan yang dikemas dalam tajuk SURABAYA HARITAGE TRACK.
Surabaya Haritage Track adalah suatu perjalanan khusus yang dikemas sebagai suatu perjalanan mengenal tempat – tempat dan bangunan – bangunan yang bernilai sejarah yang ada di Surabaya dengan menaiki angkutan yang didesign khusus bagi para penumpangnya.
Mengapa saya ingin sekali mengikuti perjalanan ini ?, selain SHT ini tergolong masih baru juga, karena perjalanan ini menawarkan untuk menikmati gedung-gedung bersejarah dan tempat-tempat bernilai sejarah pula yang memang menjadi kegemaran saya dan tentu sangat menarik apabila perjalan ini dipandu oleh otang yang sedikit banyak mengetahui peninggalan sejarah tersebut.
Pagi jam 08.30 saya sudah sampai di komplek Café Sampoerna, dimana seluruh kegiatan ini akan mulai dan berakhir disini yaitu di Jl. Dapuan sebuah lingkungan Surabaya lama dan saya sengaja saya dating pagi dengan tanpa alasan, sebab saya sendiri tidak tahu persis kapan bis yang membawa rombongan ini akan berangkat, hanya informasi yang saya peroleh kalau bus ini biasanya berangkat pagi.
Beruntung sekali saya waktu itu, karena ternyata bus berangkat pada jam 09.00 WIB, jadi saya masih ada waktu untuk mendaftar sebagai pengikut.
Untuk perjalanan ini saya harus mendaftar terlebih dahulu dan tidak dikenakan biaya sepeserpun karena untuk perjalananan ini bus yang kami tumpangi hanya berkapsitas 20 orang, saya sendiri termasuk penumpang yang paling taerakhir untuk keberangkatan itu, karena ternyata para penumpang harus mendaftar terlebih sebelumnya.
Sebagai catatan sendiri bagi saya, sebab ternyata perjalan ini kali juga diliput oleh stasiun telivisi swasta daerah untuk bahan acara yang cukup popoler di Surabaya, dengan pemandu acaranya adalah cak Eko Tralala atau mereka menyebutnya dengan Cak ALBAROYO, sehingga dalam perjalan ini tentu akan diwarnai dengan adegan-adegan pengambilan gambar.
Tepat pukul 09.00 WIB bis yang didisaign menarik dan dipenuhi dengan gambar-2 mulai meluncur kea rah selatan dan tentu perjalan ini di Bantu seorang pemandu perjalanan. Saya bersama rombongan lain ( yang kemudian kami disebutnya dengan para TRACKER ) ke selatan menyusuri jalan yang menjadi route bus ini dan menyusuri tempat-tempat serta bangunan bersejarah sebanyak kurang lebih 46 titik, yaitu :
1. Penjara KALISOSOK: Penjara ini sudah tidak difungsikan lagi dan tempat ini terkenal dengan sebutan penjara terkejam di Surabaya.
Pada dinding-dindingnya sebelah timur sengaja diberi beraneka gambar untuk menhilangkan kesan angker pada banunan penjara ini.
2. Gedung PTPN
3. Gedung PTPN
4. Hotel IBIS, bangunan ini dulunya ditempati sebagai kantor perusahaan dan perkebunan di jaman colonial Belanda.
5. Gedung CERUTU, bangunan kuno ini disebut gedung cerutu karena, ternyata di salah satu sudut bangunannya yang menjulang tinggi tersebut pada atapnya dibanun menyerupai bentuk cerutu.
( Gedung Cerutu )
6. Gedung MARKAS KOMPENI,bangunan yang kokoh berdiri di sebelah utara Jl. Rajawali ini dulunya memang merupakan markas para kompeni,maka terlihat bangunan ini terlihat sangat kuat dengan corak banguannya yang bernuansa kolonial.
7. Bekas TERMINAL SURABAYA tempo dulu, tempat ini menempati sebelah timur dari bangunan markas kompeni yang disebut tadi, tapi sekarang tempat ini sudah berubah menjadi sebuah taman persis di depan jembatan Merah Plaza.
8. Bangunan JEMBATAN MERAH, jembatan ini dahulunya merupakan jembatan penghubung antara Surabaya lama dengan daerah perdagangan di sisi timur. Jembatan yang dibangun oleh gubernur Dandels ini disebut jembatan merah karena sejak dari dulu jembatan ini berwarna merah.
9. Bangunan HALTE TREM, bangunan yang menempat sebelah selatan Jembatan Merah dan disisi sebelah barat sungai ini, dulunya merupakan halte bagi trem-trem yang dulunya beroperasi di Surabaya.
( Gedung Markas Kompeni )
10. Gedung ASURANSI, didepan halte trem tadi berdiri berderet-deret bangunan kuno yang merupakan peninggalan jaman Belanda, dan salah satunya ini sekarang digunakan sebagai kantoe asuransi, dimana di depan terdapat patung singa bersayap yang bediri dikanan kiri pintu masuk tersebut, dan menurut cerita yang kita peroleh, bahwa patung singa bersayap dibangun sebagai tanda penjaga di masa depan.
11. Gedung PTPN XI
12. Gedumng BII
13. Gedung POLWILTABES, gedung ini sejak dulu memang difungsikan sebagai kantor polisi jaman Belanda, dimana menurut ceritanya, didalam penjara tersebut terdapat penjara bawah tanah, dan masih menurut mitosnya, bahwa penjara bawah tanah yang ada disana terhubung dengan penjara Kalisosok yang ada di sebelah utaranya, apakah hal ini betul ? silahkan anda yang membuktikannya.
( Gedung Asuransi )
( Gedung BII )
( Gedung Prima bank )
14. Gedung BANK MANDIRI
15. Gedung BOTHO GENI (?)
16. Gedung BANK PRIMA
17. Gedung PERTAMINA, dimana gedung ini dulunya merupakan sebuah gedung yang ditempati sebagai society para Kolonial Belanda.
18. Gedung INDISCHE MASCKAPAI, gedung ini dulunya merupakan gedung kantor yang memproduksi alat-alat berat.
19. Gedung ASIA
20. Gedung KANTOR GUBERNUR
21. Bangunan di sepanjang Jl. Kramat Gantung, yang menurut sejarahnya daerah ini dulunya merupakan daerah keraton Surabaya. Dan ini bisa ditelusuri kebenarannya dengan adanya Alun-Alun Contong yang ada di sisi sebelah selatan bangunan-bangunan ini.
22. Gedung KANTOR PLN
23. Gedung SIOLA, gedung ini memang selalu digunakan untuk pusat perbelanjaan warga Belanda, belanja bahan yang di import dari negeri Belanda, demikian juga setelah dikuasi oleh Jepang, gedung ini juga merupakan pusat perbelanjaan bagi orang-orang jepang untuk memperoleh barang-2 import dari Jepang.
24. Gedung BANK MANDIRI, Jl. Tunjungan
25. Gedung HOTEL MAJAPAHIT, bangunan ini memang sebuah hotel dari masa kemasa, hotel ini dalam perjalanan sejarahnya sudah 3 kali berganti nam,a Pertama ketika di kuasai oleh Belanda hotel ini bernama Hotel ORANJE, setelah dikuasai oleh jepang Hotel ini berganti nama menjadi hotel YAMATO, kemudian setelah jepang meninggalkan Indonesia Hotel ini berganti nama menjadi hotel MAJAPAHIT, di ntempat inilah terjadi sebuah peristiwa sejarah nyang sangat heroic waktu itu, yaitu, peristiwa dirobeknya bendera Belanda yang ada disana dirobek salah satu warnanya sehingga menjadi bendera merah putih.
26. Gedung KANTOR BERITA ANTARA, Gedung ini sekarang sudah menjadi gedung Monumen Pers Perjuangan Nasinal, karena dalam masanya gedung ini menjadi saksi perjuangan pers dikala itu.
27. Gedung APOTIK SIMPANG, baik bangunan dan fungsinya bangunan sejak dulu tidak pernah berubah.
28. Gedung GRAHADI, atau sekarang yang disebut dedung Negara itu berfungsi sebagai tempat tinggal dinas Gubernur Jatim, yang sebetulnya bangunan yang ada ini adalah adalah bagian belakangnya daribangunan tersebut, dan depannya adalah pintu yang menghadap Kalimas.
( Komplek Balai Pemuda )
( DPRD Tk. I )
( Patung Yos Sudarso )
29. Gedung BALAI PEMUDA, gedung ini juga dalam masanya digunakan debagai tempat berkumpulnya orang-orang Belanda yang melaksanakan pesta dan lain0lain, bahkan komplek gedung ini mempunyai masa lalu yang kelam bagi rakyat Indonesia umumnya dan warga Surabaya khususnya, sebab dulu tempat ini tidak boleh atau dilarang keras bagi pribumi masuk di areal ini, sebagai saksi atas sikap diskrimatif ini dapat anda di temui prasasti yang masih tertempel jelas di area sebelah barat gedung ini.
30. Gedung BALAI KOTA, gedung ini memang sejak dahulu digunakan sebagai kantor balai kota di jamannya.
31. Jalan ACHMAD JAIS, duluna bernama jalan ONDOMOHEN, adalah jalan yang memiliki sejarah tersendiri bagi rakyat Surabaya., karena rindangnya pohon disisi kiri kakannya yang saling berkaitan, sehingga terkesan seperti masuk dalam gua.
32. Komplek TAMAN BUDAYA, bangunan- bangunan disini dahulunya dipergunakan sebagai kantor bupati, maka komplek ini dahulu terkenal dengan sebutan komplek kabupaten.
33. Jalan PRABAN, Jalan yang sejak dahulu digunakan sebagai sentra perdagangan berbagai macam sepatu.
34. Gedung GNI, sebagian gedungnya ini sejak jaman dulu dan sampai sekarang ini digunakan sebagai kantor harian berbahsa jawa tertua di Indonesia, yaitu harian PANJEBAR SEMANGAT.
35.Gedung Rumah Sakit MARDI SENTOSA
36. Tugu PAHLAWAN
37. Gedung KANTOR POS, dulunya bangunan ini digunakan sebagai sekolah jaman Belanda setingkat SMA.
38. Gedung DPRD TK. I
( Gedung PTPN XI )
39. Gedung MASJID KEMAYORAN, masjid ini dinamakan kemayoran karena menurut sejarah, masjid ini dulunya merupakan tanah wakaf dari seorang yang berpangkat mayor.
40. Gedung Museum KESEHATAN
41. Patung YOS SUDARSO
42. Gedung PTPN XII
43. Gedung PTPN XI
44. Gedung BNI
45. Gedung BANK INDONESIA
46. Bangunan-banunan tua / pergudangan sekitar Penjara Kalisosok
Sebagai catatan tersendiri, rombongan tracker yang pagi itu besama saya, berkempatan turun dari bus dan melihat lebih dekat dengan bangunan BALAI PEMUDA dan Gedung PTPN XI,
Setelah saya menyaksikan dan diperbolehkan masuk ke gedung PTPN XI, saya dibuat kagum , sungguh didalam bangunan itu meskipun terbilang kuno, tapi masih terawat dengan baik, didalam bangunan itu tersimpan peninggalan sejarah yang sangat menakjubkan, sungguh suatu peninggalan yang harus/patut dilestarikan keberadaannya.
Untuk ini dikesempatan lain saya akan berusaha untuk menggali informasi yang lebih dalam tentang keberadaan gedung ini.
Setelah kita diajak berkeliling kota dengan bus yang bersih dan adem itu, bus kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali ketempat dimana kita berangkat, dan kita sampai tepat pada jam 10.30 WIB, sungguh suatu perjalanan yang sangat mengesankan dan patut di beri apresiasi untuk penyelenggara program ini. Terima kasih.
16 Agustus 2009
Menyusuri Surabaya Lama, Review buat Kompetisi Soerabaja Tempoe Doeloe
14 Agustus 2009
Rumah WR. Soepratman, semoga biolamu tak mendendangkan rintihan
Hari-hari di Bulan Agustus ini seakan membawa suasana tersendiri bagi saya khususnya, selain Bulan ini adalah bulan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64, sayapun kali ini ingin sekali jelajah kota mengunjungi tempat-tempat yang mempunyai nilai historis bagi perjuangan bangsa Indonesia, sudah 3 tempat yang telah aku kunjungi beberapa tempat yang dapat mengingatkan dan menambah wawasan serta kecintaan saya pada semangat para pejuang yang telah gugur mendahului kita.
Jelajah kota untuk yang ke empat kalinya di bulan Agustus ini saya hendak mengunjungi sebuah rumah yang berada di Surabaya juga, yang belum lama ini menjadi perbingcangan di beberapa mas media, khususnya media yang ada di Surabaya, yaitu Bangunan Cagar Budaya / Rumah Wafat Wage Rudolf Soepratman, sang pencipta lagu Kebangsaan kita INDONESIA RAYA.
Menyusuri Surabaya di siang hari, sungguh membuat badan gerah karena sengatan matahari siang yang tembus ke badan, tapi tak menyurutkan saya untuk jelajah kota menengok, atau kalau tidak boleh dikatakan mengenang, salah satu rumah yang menjadi pratanda akan sepak terjang si penggesek biola ini.
Mencari rumah yang saya maksud tidaklah mudah, karena ternyata setelah saya tanya kesana kemari ke pengemudi becak barulah saya diberi arah, kemana saya harus menuju ke Jl. Mangga, seperti jelajah kota yang lain, saya selalu tidak punya data yang rinci perihal tempat-tempat yang akan saya kunjungi, tapi karena berbekal tidak malu untuk bertanya dan semangat ingin sekali menyaksikan secara dekat akhirnya dapat juga ketemu yang saya cari.
Terletak di Jl. Mangga No. 21, Surabaya, yaitu sebelah Barat dari komplek Lapangan Tambaksari, di tengah-tengah perkampungan yang padat penduduk tersebut, disinilah berdiri rumah wafat W.R. Soepratman.
Melihat keadaan rumah itu, saya seakan terkejut, bahkan nyaris tidak percaya bahwa rumah yang seharusnya bisa dirawat dengan baik, setidaknya untuk mengenang jasa beliau, terlihat seakan dibiarkan begitu saja ( mungkin tdk dirawat ) sehingga terkesan kotor dan memilukan.
Menyaksikan rumah ini pikiran saya terus melayang ke suatu tempat yang belum lama saya kunjungi juga, yaitu rumah kediaman HOS Tjokroaminoto yang ada di Jl. Peneleh itu, keadaannya hampir tidak jauh beda, hanya mungkin rumah milik pak Tjokro masih agak kelihatan di rawat.
Melihat rumah wafat milik WR Soepratman ini sungguh nanar rasanya, betapa tidak ? karena rumah ini tidak tergolong besar dan ada di tengah-tengah perkampungan padat seharusnya kalau memang tidak adanya perhatian dari pemerintah kota, setidaknya masyarakat diseklilingnya bisa juga untuk sedikit peduli terhadap rumah tersebut, yang nota bene adalah rumah cagar budaya yang harus dilindugi dan dirawat keberadaanya, untuk dijadikan bukti sejarah dimasa yang akan datang.
Rumah mungin ber cat hijau ini selain tidak luas juga tidak mempunyai halaman yang cukup didepannya, dan menurut papan yang terdapat di depan rumah ini WR. Soepratman meninggal pada 17 Agustus 1938, jadi jauh sebelum dia mengenyam kemerdekaan Bangsa ini.
Namun begitu walaupun tidak luas ternyata masih ada saja seniman yang peduli untuk mebuatkan sebuah patung replika WR Soepratman yang sedang memainkan biola, patung tersebut (menurut prasasti yang ada dibawah patung) dibuat oleh 2 orang seniman yaitu Soerachman asal Surabaya dan M Thalib Pr. dari Sidoarjo.
Rumah kecil berbentuk kerucut ini merupakan rumah wafat WR Soepratman dan oleh Pemerintah Kota dijadikan Rumah Cagar Budaya dan menurut informasi yang saya dapat, oleh pemiliknya rumah ini dijual kepada Pemkot dengan harga Rp. 4,5 Milyard.
Memang sebuah harga yang tidak kecil bagi ukuran sebuah rumah yang kecil itu, tapi setidaknya janganlah melihat nilai tersebut, tapi lihatlah nilai historis yang terkandung dalam rumah itu, disanalah pernah tinggal dan wafat seorang seniman besar bangsa Indonesia yang karyanya sekarang selalu menjadi lagi kebangsaan Indonesia.
Setelah beberapa saat saya bisa menyaksikan secara dekat rumah bersejarah itu dan sempat memotretnya di beberapa sudut, dan merasa cukup maka sayapun dengan perasaan galau kupaksanakan meninggalkan tempat yang menjadi saksi sejarah tersebut.
Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana rumah yang seharusnya menjadi saksi kebesaran bangsa ini harus rela dalam keadaan tak terurus, kotor dan tak terawat.
Apakah ada yang peduli seperti keinginan saya ?
12 Agustus 2009
Makam Dr. Soetomo, Bapak Pergerakan Nasional
Jelajah kota kali ini adalah juga masih rangkaian dengan jalan-jalan saya yang sebelumnya yaitu ketika mengunjungi Rumah HOS Tjokroaminoto di Jl. Peneleh tersebut.
Jadi setelah saya selesai mengunjungi rumah tinggal pak Tjokro, dan karena waktu masih mencukupi untuk menyusuri kelain tempat maka, diputuskan untuk mengunjungi makam Dr. Soetomo yang terletak di jalan Bubutan yang tidak jauh dari lokasi yang sebelumnya.
Memasuki komplek makam Dr. Soetomo saya serasa tidak memasuki komplek sebuah tempat peristirahatan terakhir seorang pahlawan bangsa karena, memang disana tidak nampak berjajar-jajar nisan kuburan juga ternyata komplek disana di pendoponya sekarang hari-harinya digunakan untuk keperluan acara-acara perkawinan.
Saya baru mendapatkan kesan teduh dan bersih ketika saya sudah di area makam Dr. Soetomo, saya harus terlebih dahulu meinta ijin kepada seorang ibu yang mungkin ibu ini diserahi tugas untuk menjaga makam disana.
Setelah meminta ijin, saya dengan ramahnya dipersilahkan masuk, setelah berbicara sebentar dengan ibu tadi tentang mengapa saya datang ke tempat ini ? dan saya katakan kalau sejak dulu saya ingin sekali berziarah sekalian melihat-lihat keadaan makam Dr. Soetomo yang tiap hari saya selalu melalui jalan Bubutan ini.
Memasuki makam kita seakan terkesan memasuki sebuah teras sebuah pendopo, bersih dan terawat dengan tanaman-tanaman pendek yang tumbuh subur dan hijau di kakan kiri area pemakakaman, dan baru di sebelah barat terdapat pendopo yang mana di tengah-tengahnya terdapat kuburan Bapak Pergerakan Nasional Indonesia ini.
saya tidak bisa melihat lebih detail tentang makam ini, karena makam ini ditutupi kain putih sejenis kain gordyn yang bersih, sehingga kita sekan hanya melihat kain putih yang berujud menutupi seluruh badan makam.
Setelah saya puas melihat-lihat seluruh sudut-sudut komplek makam Dr. Soetomo dan berberdoa di samping makam saya pamitan kepada ibu yang sepuh tadi yang sebelumnya saya disuruh untuk mengisi buku tamu dan diberikan beberpa lembar fotokopi tentang sejarah Dr. Soetomo, sejarah makam dan sejarah yang lain yang berkaitan dengan beliau.
Sungguh sore yang sangat melegakan hati saat itu, karena di hari yang sangat panas dan gerah di Surabaya ini saya sudah dapat jelajah kota dengan mengunjungi dua tempat sekaligus, semoga di lain-lain hari saya dapat jelajah kota dengan tempat-tempat yang bagus dan menarik untuk saya nikmati.
11 Agustus 2009
Rumah HOS Tjokroaminoto di Peneleh VII / 29-31, Rumah Perjuangan
Ditengah-tengah perjalanan ketika saya menuju Surabaya dari Gresik, tiba-tiba saya teringat akan suatu tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal saya, sebuah rumah di Jl. Peneleh VII, saya hanya ingat gangnya saja, untuk nomer saat itu belum tahu, berada di nomor berapa rumah yang ingin sekali saya kunjungi ini.
Setelah sekali bertanya ke orang sekitar, saya sudah bisa langsung menemukan jalan yang saya cari itu, dan tidak beberapa jauh dari mulut gang terlihatlah suatu papan pengumuman yang terpampang di depan rumah yang tidak sebegitu besar untuk ukuran rumah-rumah sekarang.
Rumah kecil bercat hijau ini adalah rumah milik Haji Oemar Said (HOS ) Tjokroaminoto, rumah yang dimasanya adalah sebuah rumah yang bisa dikatakan sebagai salah satu simbol Kebangkitan Nasional, karena dari rumah inilah dahulu tahun 1912, terjadinya perubahan Sarekat Dagang Islam menjadi Partai Sarekat Islam yang dimotori Pak Tjokro.
Rumah yang kini oleh Pemerintah Kota sekarang telah menjadi situs sejarah nasional, walaupun sebenarnya oleh para ahli waris Pak Tjokro rumah tersebut ingin dijadikan Museum Kebangkitan Nasional mengembangkan rumah tersebut menjadi Perpustakaan, namun sampai kini belum terealisasi.
Karena jaraknya tidak jauh dari jalan utama, maka apabila anda ingin menengok rumah yang memiliki sejarah yang sangat panjang, maka tidaklah akan sulit, sebab begitu adan masuk gang dan berjalan beberapa meter saja anda sudah bisa menemukan lokasinya yang ada di sebelah kanan jalan gang itu. Dan sebagai tambahan informasi, bahwa sebelum anda menemukan rumah milik HOS Tjokroaminoto anda akan menemukan sebuah "toko buku Peneleh". keberadaan toko buku ini dengan rumah HOS Tjokroaminoto tidaklah dapat dipisahkan, karena dalam masanya perpustakaan ini juga sudah sama usianya dengan rumah milik HOS Tjokroaminoto tersebut.
Jika anda sekali waku ingin mengunjungi ini anda bisa mengakses memalui jalan Peneleh, kemudian menuju arah selatan dan sebelum belok ke jembatan ( kretek bungkuk ) ada langsung belok kekiri, dan situlah anda akan menemukan Peneleh Gg. VII trus cari no. 29-31, disitulah anda akan menemukan sebuah rumah sederhana yang dulunya dalam masa kemerdekaan menjadi tempat berkumpulnya para pejuang kemerdekaan dan yang tidak kalah pentingnya, bahwa di rumah itu dulu pernah dijadikan tempat indekost seorang pemuda dan yang dikemudian hari pemuda ini yang akan menjadi pemimpin revolisoner bangsa Indonesia, dialah Soerkarno.
Dimana pemuda Soekarno yang indekost disini dalam masa pergerakan terbisa mendengar dan melihat secara langsung segala apa yang dibicarakan dan dilakukan oleh para pendahulu-pendahulunya, termasuk HOS Tjokroaminoto itu.
10 Agustus 2009
Festival Jajan Bangomania di Surabaya 2009
Udara panas dan berdebu berubah menjadi senang seketika saya menyaksikan berjejer tenda-tenda putih di sepanjang lapangan tersebut.
Siang itu di Lapangan makodam, Brawijaya telah dilaksanakan FESTIVAL JAJANAN BANGO 2009, dimana festival ini dilaksanakan untuk kali ke 5, setelah beberapa kali dilaksanakan serangkaian festival sejenis di bandung dan kota yang lain dimana untuk saat ini dilaksankan sebagai penutup rangkaian Festival Bango selama tahun 2009.Festival dengan tema Jajanan Sepenuh Hati ini digelar hanya satu hari tanggal 8 Agustus 2009, di ikuti oleh berbagai macam suguhan makanan dan jajanan kuliner yang sudah memiliki kwalitas cita rasa.
Tidak kurang lebih 50 stand menjajakan wisata kuliner dari berbagai daerah yang ada di Indonesia ini, sebut saja masakan dari Tegal, Jakarta dan lain-lain kota yang menyuguhkan cita rasa yang menggelenda.
Festival ini baru dibuka jam 12.00 WIB saat panas ngentang-ngentang, dimana acara dibuka dengan acara seremonial terlebih dahulu, dari sambuta-2 sampai dengan pengguntingan pita menuju ke area festival.
Karena di acara ini saya tak ingin ketinggalan berbagai aktifitasnya, maka selalu saya ikuti acara demi acara yang disajikan oleh panitia, dari Demo memasak sampai mengikuti perjalanan ke kampung Bango, saya ikuti, bahkan di sela-sela mengikuti acara tersebut, saya malah sudah berkeliling ke tenda-tenda yang menyajikan berbagai macam masakan dan jajanan tersebut, bahkan karena memang saat itu waktunya makan siang dan perut sudah merasa keroncongan, saya gunakan untuk sekalian mencicipi hidangan yang telah disediakan, dan kali ini saya mencicipi makanan khas dari Jawa Tengah yaitu, Sop Timlo SOlo.
Setelah menikmati makan siang, saya teruskan perjalanan ini ke kampung Bango, disini kami disajikan berbagai informasi yang berhubungan dengan proses pembuatan kecap Bango, dari contoh tanaman kedelai yang menjadi bahan baku kecap, dari mulai bentuk tanaman dan pemilihan kedelai untuk kemudian dilanjutkan di proses kedalam mesin yang kemudian dari mesin ini akan dihasilkan kecap yang memiliki cita rasa melegenda, kecap Bango.
Setelah merasa puas dengan telah mengelilingi seluruh stand-stand yang ada disana, saya segera untuk meninggalkan lokasi tersebut, meskipun saya tahu disana masih lebih banyak acara yang akan digelar disana sampai jam 22.00 WIB.
Saya berharap, festival jajanan bango yang kali ini, dimana sebagai penutup rangkaian acara di tahun 2009, tidak hanya cukup sampai disiini, dan akan ada festival-festival bango selanjutnya, semoga....
31 Juli 2009
Kasus Ibu Prita Mulyasari : Episode ke 2
Kasus Ibu Prita Mulyasari melawan RS Omni Internasioanl yang telah dmendapatkan putusan sela berupa pembebasan bagi Ibu ibu 2 orag anak ini, sejak tanggal 31 juli 2009 kemarin dianulir oleh Pengadilan Tinggi Banten. Maka sejak dikeluarkannya putusan tersebut maka Pengadilan Negeri Tangerang akan segera menyidangkannya kembali kasus ibu Prita tersebut.
Jika benar nanti sidang akan dibuka kembali dan ternyata Ibu Prita ini kalah dalam sidang peradilan itu, maka tidak tidak mungkin ibu muda ini akan dikenakan hukuman atas perbuatan yang dituduhkan untuk ibu Prita.
Apa tanggapan Ibu Prita sendiri berkaitan dengan peng anuliran keputusan Pengadilan negeri yang telah membebasakan beliau dari jeratan hukum Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE) terutama Pasal 54 ayat (1) dan (2) UU Nomor 11/2008, yang disangkakan terhadap Prita atas dakwaan pencemaran nama baik.
Dalam sebuah wawancara via telpon yang disiarkan oleh sebuah TV swasta beliau mengatakan dalam garis besarnya, bahwa dia akan mengikuti saja apa yang akan menjadi keputusan pengadilan, namun beliau hanya berpikiran cukup sederhana, tetapi cukup dalam maknanya, bahwa jika dia harus disidangkan kembali dalam kasus melawan RS Omni, maka dia akan bertanya, oh beginilah hukum di negeri ini, apakah memang demikian hukum telah dijalankan di Indonesia.
Sungguh suatu pelajaran yang sangat amat berharga dan memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit, bagi seorang ibu yang hanya ingin memperoleh keadilan pada kasus yang telah menimpa ibu ini, dan kemudian ibu ini berkeluh kesan melalui E-mail tentang lemahnya pelayanan ( atau kalau tidak mau disebut jeleknya pelayanan ) dan ketidaknyamanan pihak RS Omni yang telah memberikan pelayanan pada anak ibu ini.
Sungguh juga ini adalah suatu pelajaran yang sangat berharga, bagi semua orang yang akan menggunakan media internet ini untuk berkeluh kesah perihal apa saja yang mereka alami,kepada pihak lain, jangan-janagn keluh kesah kita ini akan membawa dampak yang sangat menakutkan sekali di kemudian hari.
Untuk ini, maka melalui kasus ini semoga kita dapat menarik pelajaran yang sangat berguna bagi kegiatan kita di masa yang akan datang.
13 Juli 2009
Lewat Jajanan pun Kamu Bisa Bersuara
Semakin tidak menentunya polah tingkah sebagian para pengelola bangsa ini jelas akan menimbulkan berbagai kritik dan apa saja yang beragam dari orang-orang yang disuguhi pertunjukan itu.
Tapi mungkin lain dengan yang saya saksikan ini, barangkali si pencetus ini tidak memiliki keinginan untuk memberikan reaksi pada keadaan yang dia saksikan, sehingga dia tidak perlu repot-repot mencetak label jajanannya dengan tulisan yang dia anggap tidak popular itu, atau malah sebaliknya dia sengaja memasang tulisan yang dianggap tidak popular itu akan menjadikan produk makannnya akan menjadi laku karena labelnya yang sangat unik dan saya rasa lain daripada yang lain itu ?, entahlah jujur saya ndak tahu jawabannya.
Lepas dari apakah itu memang sebagai bahan untuk mengkritisi atau bukan, bagi saya makanan yang saya dapatkan adalah sebuah tampilan yang menarik untuk kita nikmati atau kita maknai, terserah anda sekalian.
2 Juli 2009
Between Pendekar Tidar and Me
Akhir bulan Juni lalu, blog saya dapat kunjungan koment dari blogger muda dari magelang, sebagai anggota Pendekar Tidar, gadis ini ,datang dengan membawa PR, tamu biasanya khan datang bawa oleh-oleh tapi tamu yang ini, datang malah membawa PR. Wis jan kawit dino iki aku didayohi tapi digawani PR. Tapi ndak papa, wong namanya juga pren to ?
Jadi gini ceritanya, .......
Bahwa sedulur yang sudah bergabung atau yang belum dalam komunitas blogger Magelang, entah dari mana awalnya ini membuat PR. Yang intinya para sohib-2 ini diminta untuk posting tentang BETWEEN PENDEKAR TIDAR and ME, atau yang dalam istilah inggris bebasnya, hubungan antaranipun pendekar tidar kaliyan kuwulo.PR nya sebetulnya tidak sulit, cuma karena ini ngomong soal Pendekar Tidar, saya harus membongkar arsip-arsip email saya, yang berhubungan dengan itu, dan dalam pembongkaran itu saya ketemukan catatan email saya dengan mas Ciwir, demikian :
Saya sendiri belum faham betul mana yang lebih bagus tetapi kebanyakan kok pakai Yahoo, mungkin ini bisa dipakai terus soal nama ? wah saya jadi bingung juga, atau kita pakai nama Kedu milist atau monggo tanya temen-2 yg lain dulu baru nanti bisa kontak-2 an lagi.
Nah dari ini saya baru ingat, bahwa mungkin mulai bulan januari tanggal 14 itu bang ciwir denga saya dan mungkin sedulur-2 yang lain sudah ada kontak perihal penampakan KOMUNITAS BLOGGER PENDEKAR TIDAR.
Jadi kalau merunut dari email pertama itu dan email-email selanjutnya, jelas keberadaan komonitas ini bagi saya adalah bagai kinang karo mbako ( hahahahah ).
Nah biar tidak ribet, juga biar PR itu segera terjawab, dan ini yang perlu di teruskan :
Siapa yang punya ide kumpul blogger Magelang dengan nama Pendekar Tidar dan apa maknanya? Jawabnya tidak sulit : rencana untuk kumpul saya ndak jelas darimana datangnya, tapi kalau soal pemberian nama, mas Ciwir itu bisa disebut orangnya.
Gimana kesan pertama?
Yang jelas kesan pertama, sangat menyenangkan, mengapa ? yah karena ternyata banyak temen dari Magelang, yang sama-sama dari ndeso banyak juga yang jadi blogger ( lha dulunya jadi apa ? kambing kali ya ).
Motivasi kamu ikutan pendekar tidar ?
Motivasinya sebetulnya sangat ringan, yakni dengan adanya komunitas bloger dari Magelang, akan terjalin suatu persaudaraan yang kuat dan bermanfaat untuk sebuah kemajuan Magelang lewat blogger.
harapan kedepannya ?
Komunitas ini cukup mempunyai andil yang bermanfaat bagi anggotanya dan untuk Magelang tentu. Amin.
nah sebagai nderek dawuh, posting ini saya delegasikan pada :
http://sangnanang.dagdigdug.com
http://goenrock.com
http://niethairawati.multiply.com
Maap ada yang tertinggal setelah turun cetak, musti dikasih aturan mainnya :
1. diperuntukkan bagi anggota pendekar tidar pada khususnya dan blogger
2. judul postingan : BETWEEN PENDEKAR TIDAR
3. dikerjakan selambat-lambatnya 10 hari sejak penugasan.
4. setelah dikerjakan, PR didelegasikan kepada 3 pendekar tidar
5. mencantumkan link pemberi PR.
23 Juni 2009
Makam Maulana Malik Ibrahim
Sudah bertahun-tahun saya bekerja di kota ini, selama itu pula aku sudah blusukan kesana kemari di sudut-sudut kota, belum pernah sekalipun saya berziarah ke salah satu makam yang ada di kota pudak ini.
Saya sudah mengunjungi makan Sunan Bonang, yang terletak tak jauh dari dari tempat saya bekerja, dan tempat-tempat rekreasi yang lain yang ada di kota ini, bahkan untuk berbagai jenis makananpun saya sudah acapkali mencoba, baik yang ada di rumah makan, pedagang kali lima bahkan yang ada dipasar-pasarpun saya sudah juga mencicipi.pokonya kota ini adalah kota ke dua setelah Surabaya, dimana waktuku habis selama sehari ada disini.
Selepas dari suatu pekerjaan, saya berkeinginan untuk ingin dolan ke pelabuhan rakyat yang ada di pojok sebelah timur kota Gresik, tapi dalam perjalan saya dengan tidak sengaja melihat sebuah gapura yang bertuliskan MAKAM SYEH MAULANA MALIK IBRAHIM di sebelah sisi kanan.karena merasa saya belum pernah singgah di tempat ini saya kontan berubah arah, kendaraan saya belokkan dan saya mencari tempat parkir dan ingin masuk ke tempat tersebut.
Lokasi makam ini dapat dijangkau dari Jl. Malik Ibrahim dan jalan menuuju ke Alun-alun kota, dan saya lebih memilih melalui jalan Malik Ibrahim itu. karena dapat memarkir kendaraan dengan aman.
Komplek makam Maulana malik Ibrahim ini menurut hemat saya tidaklah terlalu luas, bahkan sangat mudah untuk di jangkau dari jalan utama, hanya berjarak beberapa meter saja kita sudah sampai di pelataran komplek makam.
Komplek makam ini seperti komplek-komplek makam yang lain juga tampak bersih, terkesan terawat dengan baik, selain memang menjadi makam suci makam ini juga dijaga, tampak beberapa orang yang menjaga di suatu sudut komplek makam ini, dan tentunya makam ini juga memperlihatkan keteduhan yang dirasakan karena rindangnya pohon-pohon yang ada di sekitar makam.
Selain makam utama yang ada terdiri dari 3 makam didalamnya, terdapat juga makam-makam yang lain yang jumlahnya cukup banyak yang tersebar disekitar makam utama itu. dan di sudut yang lain terdapat juga 2 makam yang bentuknya lebih besar dari tapi lebih kecil dari bentuk makam yang utama yaitu makam Syeh Maulana Iskhaq dan Syeh Maulana Makhrubi.
Didalam komplek makam ini, terdapat juga sebuah bangunan seperti pendopo yang bentuknya memanjang yang membujur dari selatan ke utara, dilihat dari bentuknya bangunan ini berfungsi sebagai tempat untuk berteduh bagi para peziarah dan sekaligus melaksankan doa-doa nya.
Kira-kira sudah aku 1 jam berada di makam tersebut sekalian berdoa, tak kusadari bahwa waktunya sidah sore, saya bergegas untuk segera pulang menuju Surabaya.
18 Juni 2009
Cerdas Memilih Pemimpin, dari DONGENG UNTUK BANSA
Apakah jadinya jika dua orang masing-masing dengan sudut pandang mata yang berbeda, namun mereka sama-sama memotret dengan seksama berbagai keadaan yang terjadi di bumi Indonesia ini, dan bagaimana mereka berdua saling menumpahkan segala uneg-uneg nya untuk menyikapinya.
Adalah seniman musik Franky Sahilatua yang piawai dalam menulis lirik-lirik yang yang sarat dengan fenomena social yang tertuang dalam lirik yang kritis terhadap berbagai ketimpangan yang muncul di masyarakat kita.
Garin Nugroho, sang sineas yang handal, yang sangat piawai dalam merangkai kata. Beliau seperti juga Franky yang menangkap berbgai fenomena alam dan kejadian yang menimpa negeri ini dan dia dongengkan kepada orang lain.
Itulah yang malam itu kita saksikan, kolaborasi dua seniman yang cukup handal di negeri ini, untuk sama-sama berdongeng dan melantunkan lirik-lirik yang berisi berbagai ketimpangan, kepalsuan dan kepura-pura an dari pengelola bangsa ini.
Mereka mendongeng dan bernyanyi, menumpahkan segala kegalauan hati dan harapan-harapan dari dua anak bangsa yang merasa melihat berbagai kebohongan dan tipu daya pemimpin, pejabat, yang mengatur bangsa ini, kemudian protes pada keadaan ini dan juga protes mereka kepada para pemudanya
Coba saja simak salah satu syair yang dinyanyikan oleh Franky dibawah ini :
Orang-orang muda sekarang
Hanya menjadi generasi penyusu
Tak seperti pemuda 40 an
Gagah jiwa, gagah jati diri
Dengan segala keterbatasan
Republik ini dibuatnya
Aku berjalan dan mencari
Di desa, di kota, di pulau-pulau
Orang muda
Genggam gagah jati diri bangsa
Binatang jalang diluar kumpulan
Generasi penyusu
Untuk apa merdeka
Untuk apa pahlawan
Dan bagaimana juga mereka menulis tentang kecurangan dari suatu lembaga pemilihan umum yang bernama KPU
KPU busuk
(S)iapa (Y)ang (B)uat
Pemilu Spanyol
Separuh Nyolong
KPU Busuk
(S)iapa (Y)ang (B)uat
(S)iapa (Y)ang (B)uat – SYB
Atau kekecewaan mereka pada presiden terdahulu dan harapan mereka tentang seorang presiden nanti :
Aku mau presiden baru BELA RAKYAT
Yang punya ketegasan JADI PEMIMPIN
Rakyat emakin susah
Rakyat hilang harapan
Karena salah pilih pemilu kemarin
Aku mau presiden baru BELA NEGARA
Yang bodoh berjanji PANDAI BEKERJA
Rakyat emakin susah
Rakyat hilang harapan
Jangan tebar pesona rakyat tak butuh
Secara umum, pertunjukan yang bertajuk DONGENG UNTUK BANGSA sangat menarik, selain pertunjukannnya dikelola dengan sangat baik, walaupun menurut panitia pertunjukan ini kurang sosialisasinya karena mepetnya jadwal pelaksanaan dengan informasi yang diterima, tapi menurut hemat saya, penampilan ini sangat berhasil.
Sungguh suatu pertunjukan yang harus di apresiasi dengan baik, dengan harapan semoga apa yang btelah di sajikan dan dodongenkan akan menjadi stimulant/pencerahan penonton, untuk lebih cerdas dlm bersikap dan memilih pemimpin di masa depan, semoga……