13 Februari 2008

Kebesaran pasar, Aku Merasakan

Pertama saya hijrah ke kota ini, yang pertama-tama menjadi tujuan saya ketika hunting sesuatu dan tempat paling favorit saat itu ada 2 yakni : Pasar Loak di Jl. Dupak dan Pasar Gembong di Jl. Gembong, dua tempat ini menjadi tujuan saya saat itu jika ingin mencari barang-barang apa saja yang diperlukan tentu dengan harga yang sangat miring, kita hanya berbekal ilmu kejelian pada barang dan tidak malu menawar, tentu akan mendapat barang dengan harga murah dan bagus.
Pasar ini sepuluh tahun yang lalu seingat saya, hanya menempati ruas Jl. Gembong, itu saja kalau pas hari-hari libur bisa dipastikan Jl. Gembong menjadi padat dan ramai, jadi hari tertentu saja jalan menjadi sedikit semrawut.
Namun belakangan, ketika saya sudah lama tak lagi rajin mengunjungi pasar ini dan melihat keadaan terakhir, sudah banyak perubahan, pasar ini tidak hanya menempati satu ruas jalan saja, tetapi sudah meluber sampai ke Jl. Kapasari, dan betul hari-hari disini jalan akan menjadi semrawut, padat dan tidak nyaman bagi pengguna jalan yang lain, trus ini akan menjadi pertanyaan besar bagi saya: mengapa bisa begini ? mungkinkah karena lapangan pekerjaan sulit didapat sehingga mereka memilih berwiraswasta dengan jualan ditempat itu atau munculnya para pedagang yang tak tertampung di sudut-2 formal maka, mereka lebih memilih berdagang dan salah satunya menempati pasar Gembong yang sudah kadung mapan itu, ....ah susah juga merunut persoalan ini.
Sekarang yang menjadi ganjalan saya, sebentar lagi pasar klangenan saya ini mulai Kamis 14 Februari 2008 mau tidak mau harus dibersihkan dengan dalih jalan sudah tidak berfungsi sebagai sarana transportasi, saya kaget bercampur kasihan tapi trus mau gimana lagi ? harapan saya kalau memang harus meniadakan pedagang dikawasan itu, ya mBok yao yang berwenang itu memberi ganti tempat yang baru, agar mereka tidak kehilangan pekerjaan dan mata pencahariannya, apa mereka juga merasakan kalau hidup ini sudah susah ya jangan ditambahi lagi susah. ah emboh wis edan tenan jaman iki !!

Lanjut Kang......

12 Februari 2008

2 hari Lagi



Dua hari lagi, perayaan buat yang ingin merasakan jiwa muda, arek nom-nom an, meski saya tahu, kalo mereka-mereka itu ndak tau asal usulnya apa itu valentine, cuma pingin aja merayakan, wis pokonya rame gitu. Kaya orang lain yang juga merayakan, ingin merasa modern, still, ngaya, trus kirim ucapan, bunga atau kadang barang atau kewan yang dia rasa cukup mewakili perasaan kasih dan sayang mereka ke orang yang dicintai, wuih ...... koyok wong teges ae,

Lanjut Kang......

11 Februari 2008

Gong Xi Fat Coy


untuk Papah, Mamah, Tacik, Koko, Encim, Engkong semuanya ......selamat tahun baru ya !!! dan tak lupa ................ kamsia !!!

Lanjut Kang......

4 Februari 2008

Hujan Terus

Mulai jum'at sampai saptu kemarin kalau sudah sore selalu datang hujan, walau hujannya tidak deras betul tapi bagi saya dan keluarga, atau malah kalau bisa saya pastikan bikin banyak orang disekelilingku jadi agak mengganggu beberapa kegiatan, ada hujan bikin saya dan keluarga hanya bisa tiduran seharian dirumah saja, ndak ada kegiatan yang membuat hati biasanya senang, sebab kerna hujan kegiatan mancing dan jalan jalan dengan keluarga sedikit terganggu, tambah kalau udah seharian hujan udara jadi dingin, kemudian badan malah lemes kabeh terus kalau sudah gini, ya nganggur ya pusing, dll.
apa ada saudara-saudara yang seperti saya hari itu ?

Lanjut Kang......

1 Februari 2008

Sang Senopati

Sudah berbulan bulan saya menantikan sang Senopati ku ini maju berlaga di medan penuh siasat dan taktik untuk kemudian menang dan memimpin Bumi yang kupijak ini menjadi tata tentrem karto raharjo ( kalau tidak ingin dijadikan dirinya menjadi pemimpin yang merugi).
Hati ini rasanya masih miris, kacau tidak menentu, menunggu kelahiran Senopati ini, gimana ndak miris wong sahabat dan konco-konconya yang selama ini lahir dan membesarkan trah ini sebagian malah ada yang meninggalkan senopati ini, mereka seakan tinggal glanggang colong playu kalau disuruh menyatu dengan sang senopati, malah yang paling konyol (entah karena dapat apa) mereka meninggalkan senopati yang selama ini menjadi pemersatu jagat merah, yaitu jagadnya wong cilik.
Kita yang ada di tanah Mardiko ini seakan ditinggalkan, di ece-ece seolah sendirian berkawan dengan sahabat - kita yang masih setia pada sang senopati, namun selama itu pula di tanah mardiko para punggawa diatas kita, selalu meng uri-uri seluruh kecintaan, pengorbanan dan kesetiaan yang sudah membatu, untuk tidak luntur, walaupun bumi bergoyang malah tambah abang brengangah.
Alhasil.........
Beberapa hari yang lalu : sebuah serat electronik tertuju ke saya, mengabarkan tentang kemenangan yang sudah di gadang-gadang, sebagai penanda dimulainya perjuangan, dan jadi titik ukur bagi dimulainya perjuangan yang lebih besar, di tanah yang benar-benar ingin Mardiko, merdekanya wong cilik yang selama ini hasrat-hasratnya menjadi panah perjuangan.
Selamat sang SENOPATI...........
Sudah saatnya pejuang memimpin tanah yang ingin merdeka.

Lanjut Kang......

31 Januari 2008

Wis Berat


Saya ini beberapa hari terakhir ngurus penggantian nama untuk kwitansi PLN, menjadi nama baru ( meskipun sebenarnya bukan nama baru ), hanya karena kesalahan informasi kwitansi jadi salah cetak nama, soal ngurus ini pun sebenarnya ndak seberapa, cuma kalo ada urus dengan yang namanya Kamarintah saya trus jadi nya jengkel, cuk. lha gimana ndak jengkel wong hanya urusan merubah nama urusan menjadi 4 hari, itupun belum klar sampai hari ini, wis bunek ngrasak-e wong-wong iki, mendingan tak hold dulu, biar adem kejengkelan saya ini

Lanjut Kang......

28 Januari 2008

Yang Meninggalkan Kita

Kemarin Minggu tgl 27 -1-2008 jam 13.10 wib mantan presiden kedua ini Bapak H. Muhammad Soeharto di RSPP Jakarta menghembuskan nafasnya yang terakhir, hari itu, apalagi Minggu ketika kita banyak orang santai dirumah, kematian ini menjadikan orang-orang ada yang terkejut, biasa, atawa mungkin malah ada yang .............
Berita ini kontan menjadi berita utama dimana mana, bahkan seluruh stasiun televisi yang ada di tanah air menyiarkan berita ini, kematian seorang jendral menyedot seluruh perhatian lapisan masyarakat indonesia, sungguh ruarrrrrrrrrrrrr biasa, disaat kematian datangpun beliau masih menarik perhatian, apalagi semasa masih hidupnya, tentu sampean semua merasakan secara langsung ataupun tidak langsung, ulah si jendral bintang lima ini.
kalau sudah begini : apa yang ingin sampeyan sampaiken kepadanya ?
coba tulis diawan - awan semangat, dan berharap pesen sampiyan bisa dibaca.

Lanjut Kang......

25 Januari 2008

Belajar Memanfaatkan Peluang - Part One



Si kecil saya ini baru kelas empat esde, belakang sering ngajak ibunya ke pasar pusat perkulakan bebrapa macam barang, dia ini pengen ibunya membelikan beberapa barang dia bilang disekolahnya sangat digemari oleh teman sebayanya.

Dia bilang juga sama ibunya, berapa dia harus jual ke teman-teman nya jika barag ini dibeli atau dijual , ibunya bilang terserah yang jelas si ibu wanti-wanti (pesan) sama sikecil ini untuk tidak dijual dengan harga yang mahal menurut kantong teman sebayanya.



bersambung

Lanjut Kang......

23 Januari 2008

Hari Ini

Mulai senin yang lalu, pekerjaan rasanya ndak pernah habis, satu diselesaikan satu lagi muncul, atau malah kadang-kadang persoalan lama ( yang pernah saya tinggalkan) muncul bareng dengan hal yang baru, dan ketika akan kita bereskan sama - sama, ada saja pekerjaan yang muncul didepan yang sudah menunggu, trus ...........ya tak kerjakan saja yang paling mudah dulu, kemudian yang lainnya dengan harapan pekerjaan ini, itu dan yang akan datang bisa saya selesaikan, secara bertahap. ya ................ secara bertahap. itu mungkin cara yang paling ampuh, ketimbang kita punya pikiran sekaligus ditangani tapi malah hasilnya kadang bikin stresss berat. lagian hasilnya malah kadang tak maksimal

Lanjut Kang......

21 Januari 2008

Patung Itu

Saat saya kali ini ke Jakarta, dan keluar dari bandara Soekarno-Hatta saya melihat patung Soekarno – Hatta. Tapi penglihatan saya kali ini sempat tersbesit dengan gaya yang ada pada patung tersebut,patung ini pada posisi Bung Karno ( demikian saya suka menyebutnya) menunjuk kearah keluar pintu bandara disamping pak Hatta yang sedang membawa buku, sekenanya saja merefleksikan pada keadaan sekarang yang tengah terjadi yaitu, peristiwa yang saat ini menjadi berita utama di TV, Koran dsb. yaitu kondisi pak Harto yang sedang dalam keadaan sakratul maut, seakan sungguh sulit membayangkan kepedihan yang beliau rasakan. Bung Karno seakan ingin mengatakan ke sahabat dekat disampingnya, “pak Hatta coba lihat disana, sahabat kita sedang merasakan sakit yang sungguh memilukan, seperti dahulu ketika saya pada detik-detik terakhir menghadap sang khalik, hanya bedanya aku menghadapnya dengan keadaan apa adanya, tidak ada bantuan pernafasan, tidak ada alat – alat yang canggih, hanya beberapa kaleng-kaleng obat, dan diruangan yang suram, beda dengan sahabat kita sekarang, alat dan team dokter yang canggih, ah….saya tidak boleh iri untuk ini, tetapi coba bayangkan betapa sakitnya, ya Pak Hatta ?”
Itulah barangkali yang hendak disampaikan pada sahabata dekatnya, barangkali …………

Lanjut Kang......