Hari Minggu kemarin menjadi hari sangat tidak menyenangkan bagi saya dan si kecil mengapa ? begini ceritanya :
Setelah sedari pagi sampai siang, saya dan anak-anak membantu si Non membuat kue lebaran, saya ingin memberi sedikit hiburan untuk kedua anak-anakku, setelah saya tanya ke mereka, akhirnya keduanya sepakat untuk bermain di tempat perbelanjaan yang kemarin saya posting disini, kita sepakat untuk bermain di education corner, tentu disana amereka ingin sekali melampiaskan kegemaran bermain internet dengan murah meriah, yang gede cukup otak-atik fs, sedang si kecil saya coba belajari membuat fs, seperti kakaknya.
Setelah si kecil mengajak satu temannya akhirnya kita keluar rumah, karena letak tempat tersebut dengan rumah kami kami melintasi jalan utama, maka kami harus menyebrang jalan untuk sampai ke tempat itu, namun dasar lagi badan apes, ketika kami sama-sama nyebrang, masih ada saja kendaraan yang melaju dari arah kiri kami, dan.........brak, si kecil dan temennya ditabrak dari arah kirinya, si kecil sempat terpental, jatuh dan langsung bangun, tetapi temen si kecil ini ? tidak langsung bangun, terkapar seperti orang tidak sadar dan dengan pandangan kosong, langsung saya hampiri dan kugendong dengan pikiran akan segera saya bawa ke rumah sakit, tapi orang-orang didekat saya menyarankan, jangan terburu-buru dibawa ke rumah sakit, dan akhirnya kuturuti saran orang-orang di sekitar saya, letakkan dia di tempat yang aman dan teduh dulu, dan sayapun turuti, setelah saya taruh ditrotoar tak seberapa lama si anak ini langsung siuman dan ngomong kalau dia tidak apa-apa, dalam hati saya lega sebab, kalau anak ini harus sakit parah karena kejadian itu, saya sungguh takut.
Akhirnya setelah beberapa saat kemudian saya beserta si kecil dan temannya itu saya ajak kerumah sakit untuk kami periksakan, saya masih beruntung yang nabrak masih bertanggung jawab dan sempat telpon ke orang tuanya untuk datang ke tempat kejadian untuk mengurus segala sesuatu dengan biaya pengobatannya anak-anak ini.
Sungguh suatu kejadian di hari itu akan di ingat oleh sikecil dan kakaknya, bahwa kalau kita menyebrang sebaiknya tidak terburu-buru untuk sampai di seberang jalan, sebab dengan terburu-buru malah akan membawa keadaan yang tidak menguntungkan.
22 September 2008
Minggu kemarin, ada pelajaran untuk si kecilku
20 September 2008
Yang baru, wisata maya anak-anakku
Hari ini tidak biasanya seperti hari-hari yang lain, .....
Hari ini saya bersama anak-anak sengaja main di pusat perbelanjaan yang ada di dekat dengan tempat tinggal saya, pusat perbelanjaan yang saya katakan baru, meski sudah buka beberapa bulan yang lalu, tetapi tempat ini terkesan relatif sepi,Padahal kalau kita lihat disana, terdapat beberap toko yang lumayan komplit, termasuk fasilitas education corner, dimana didalamnya di isi dengan fasilitas koneksi internet yang cukup lumayan representatif.
Fasilitas internet disini biasanya banyak dikunjungi oleh anak-anak dan remaja, sedang orang-orang seumur saya kelihatan sepi,hanya satu dua saja, atau kalau tidak boleh dikatakan tidak ada, ini terbukti setiap kali saya menengok tempat ini, yang ada hanya anak-anak dan remaja.
Tetapi disana saya sangat terhibur bahkan boleh dikata bangga, mengapa ? ternyata dari sekian banyak pengunjung, ternyata banyak anak-anak seusia sekolah dasar, dengan demikian saya berfikir bahwa anak-anak khususnya dilingkungan kami tinggal, sudah tidak lagi gaptek komputer, khususnya dengan mainan baru mereka yang disebut internet.
Dengan demikian maka saya akan banyak berharap, jikalau dibanyak tempat sudah tersedia fasilitas internet ini, bahkan sampai dipelosok-pelosok negeri yang terpencil, anak-anak negeri ini tidak akan kesepian, lebih luas pengetahuannya dan lebih banyak teman-teman yang mereka dapatkan dikala mereka mulai duduk dan menghadap komputer kemudian berinteraksi via internet, yah...... kapan ya ?
13 September 2008
Duakali selama dua minggu, berbuka di disini
Sudah hampir setengah perjalanan Ramadhan tahun ini aku jalani, selama itu pula aku selalu menghabiskan berbuka puasa di rumah, minum teh hangat kemudian makan makanan kecil bersama si non dan anak-anak, tetapi sudah dua hari ini sengaja saya menyempatkan berbuka diluar rumah;Pertama kemarin saya dan orang rumah keluar, makan di cafe tempat non bekerja, makan penyetan menu kesukaan anak-anak dan soto kesukaan kita berdua habis gitu, karena memang sudah diluar ya sekalian belanja untuk keperluan besok, dan yang kedua kali ini saya tidak sengaja di telpon pas waktunya mau bernuka, sama temen untuk janjian ketemuan ditempat biasa kami ketemu, otomatis saya keluar sekalian berbuka, jadi....... ya sudah pikiran saya untuk sebulan penuh makan dirumah jadi tak terpenuhi. Tapi tak apalah, itung-itung dapat selingan dan menghibur diri bersama keluarga, ya khan ?
12 September 2008
Setengah Ramadhan itu, hampir terlampaui
Setengah bulan Ramadhan tahun yang lalu-lalu selalu saja menyisakan peristiwa tersendiri, seperti setengah bulan Ramadhan kali ini, saya tiba-tiba teringat kalau sudah setengah pertandingan ini terlaksanakan maka,...aku akan segera mengingat-ingat bahwa setelah puasa akan segera selesai dan tentu dengan selesainya Ramadhan maka akan segera pula aku, non dan anak-anak pulang ke kampung halaman, ketemu Ibu dan Bapakku, adik-adik, saudara semua yang jarang sekali ketemu, apalagi anak-anak hampir dengan selesainya puasa maka mereka akan ketemu dengan hadiah yaitu, ketemu saudara-saudaranya di desa, kampung halamanku, disana mereka akan bermain, dan apa saja yang menggembirakan mereka karena hanya setahun sekali mereka dapat berkumpul, walaupun sering mereka bertegur sapa lewat telepon, tapi pertemuan dihari Raya akan menjadi pertemuan mereka tambah hangat, sehangat senyum anak.Apakah anak-anak sampiyan juga pulang kampung, ketemu kakek,nenek dan saudara-saudara yang lain ?
3 September 2008
Ramadhan itu, hari pertama sampai ketiga
Hari Pertama : Badan masih segar, waras, tak terasa kalau puasa, maklum hari pertama biasanya energy yang tersimpan masih full, jadi fresh, sampai waktu maghrib datang, minum teh hangat, mak nyesssssssssssssss, ronde pertama game sudah.
Lanjut Kang......
28 Agustus 2008
Kepergian itu, sungguh mengecewakan aku dan Non
Sampai di Magelang waktu itu masih pagi, jam masih menunjukkan pukul 03.30 jadi ada kesempatan untuk istirahat sebentar di Magelang karena bude rencananya akan dimakamkan pada siang jam 14.00 WIB, sehingga dengan bertemunya aku dengan kedua orangtuaku bisa digunakan untuk mengenang hari-hari terakhir bude, puter-puter kota karena Mas nDoko dan istrinya baru kali ini tau dan singgah do kota kecil yang berhawa sejuk itu.
Jam 10.00 WIB kami semua berangkat menuju ke Medari, dan sampai di medari 1 jam kemudian, dan sampai di rumah bude saya sudah disambut saudara-saudara yang sudah lama sekali tidak ketemu, ada tangis, kecewa dan lain-lain jadi satu. Itulah suasana yang sangat mengharukan dan langsung kami yang baru datang menuju ke tempat dimana diseyamkan jenasah kakak dari Bapak yang tercinta ini. sekali lagi saya dan non menangis, mengingat keinginan kami yang ingin ketemu dengan beliau namun bude sudah mendahului dipanggil dan memupuskan harapan kami untuk bertemu, kangen-kangenan dan bercanda ria bersama keluarga di Yogyakarta.
Selamat jalan budeku tercinta, maaf keponakanmu belum sempat ketemu di akhir-akhir mu, aku hanya bisa berdoa semoga bude dalam ketenangan disisi Allah SWT. Amin
5 Agustus 2008
Bahan bakar itu, mari dihemat
Seorang teman telah mengirimkan e-mail kepada saya, setelah saya baca isinya memang sangat menarik untuk saya bagikan kepada anda, dengan harapan kalau cara ini dipakai oleh banyak orang [termasuk saya mungkin] akan membawa dampak yang sangat bagus, mengapa ? coba saja baca tulisan teman [dari temannya] ini :
seluruhnya 16.800.000 liter.
30 Juli 2008
Perjalan itu, Intisari kehidupan manusia
Oleh karenanya, kita sebagai ummat Islam merasa terpanggil dan wajib untuk mensyiarkan pengalaman Perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai suatu perjalanan religius ISRA’ MI’RAJ kepada manusia, agar perjalanan spiritual Nabi menjadi pelajaran yang mendalam bagi diri kita sendiri dan ummat manusia umumnya.
17 Juli 2008
Murid baru itu, Baju baru dan Buku baru
Kecuali yang sibuk sekolah, orang tua murid juga tak kalah sibuknya, ada orang tua yang sibuk mendaftar ulang anaknya yang naik kelas, dan ada juga orang tua yang sibuk memasukkan anaknya kesuatu sekolah pilihannya.
Dari dua-duanya orang tua yang sibuk tadi, ternyata orang tua yang mendaftar ulang itu yang lebih sibuk dari orang tua yang hanya mendaftarkan anaknya masuk sekolah, tapi, ah mungkin dua-duanya sama-sama pusing, tapi saya coba untuk membahas orang tua yang sedang daftar ulang anaknya begini, orang tua ini harus mengeluarkan anggaran untuk membeli buku baru untuk kelas yang baru, padahal kalau si orang tua itu boleh berharap, bahwa buku itu bisa didapat dari kakak-kakaknya sehingga tidak harus beli buku baru, mereka, orang tua ini harus beli buku baru karena buku-buku yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi, dengan alasan buku itu sudah diganti judulnya, sudah ganti kurikulumnya, dan entah apalagi alasan itu didapatnya sehingga mereka mau tidak mau harus membeli buku baru itu kalau tidak ingin anaknya tertinggal pelajarannya sebab tidak adanya buku yang dia punya.
Dengan kejadian itu, saya sempat berfikir apakah setiap ganti tahun pelajaran ganti pula buku pelajaran sekolahnya, kalau itu yang terjadi wah bisa-bisa mereka-mereka para orang tua ini tiap tahun dibuat pusing karena harus mengeluarkan uang untuk beli buku baru dan setelah satu tahun buku tersebut tidak dipakai lagi karena sekolah mengharuskan memakai buku baru lagi yang tentunya tidak sama dengan buku untuk kelas yang sama di tahun yang kemarin, memang di sekolah sudah disediakan buku-buku pelajaran yang menjadi kewajiban pokok sekolahnya, tetapi sekolah masih tetap mengajurkan untuk membeli buku yang disekolah tidak disediakan, dan ini biasanya jumlahnya lebih banyak ketimbang yang disediakan. Apakah ini yang disebut dengan pendidikan murah bagi masyarakat ? saya yakin model seperti ini bukan model yang kita inginkan, sebab sekolah seperti inilah adalah sekolah yang hanya berorientasi pada bisnis saja, trus kapan sekolah akan berpihak ke masyarakat kecil, yaitu anak-anak yang berhak untuk mengenyam pendidikan di Indonesia ini.
