26 Desember 2007

Goa Ngerong

Desember minggu terakhir, musimnya penghujan, saya dan keluarga mencoba mengenang perjalanan saya yang dahulu, sekitar tahun 1991 an, yaitu dari Bojonegoro ke Tuban lewat Ngerong, saya ingat betul dalam perjalan ke Tuban dari Bojonegoro tersebut ada satu obyek wisata yaitu GOA NGERONG yang kala itu masih tradisional, belum tersetuh pembangunan oleh pihak yang berwenang, masih virgin.Saya melihatnya berdua dengan teman tempo dulu, lokasinya sejuk dan belum ramai seperti sekarang, seakan lokasi itu masih belum tersentuh oleh apa dan siapapun, air sungai masih bening, saking beningnya ketika kaki kita didasar sungai akan kelihatan, sehingga memperlihatkan ke aslian sebuah obyek.



kemudian ....... waktu kini


Saya coba mampir, disana, dan .... betul obyek wisata disana sudah berubah, tidak seperti dulu ketika saya pertama kesana, sudah ada dinding pagarnya dan tentunya di "karcis" kan, tapi biarlah barangkali pengelola juga pingin ada pemasukan dari sana dan sebagai ongkos untuk memelihara keberadaan GOA NGERONG, didalam obyek masih seperti yang dulu sngai mengalir dari dalam goa, di mulut goa masih terdapat ribuan kelelawar, dan di sungainya, wuih..... ribuan ikan tawarnya, ini yang menjadi daya tariknya, sebab selain ikan ini tumbuh dengan suburnya, disini terdapat cerita mitos, bahwa ikan tersebut tidak boleh diambil, jika nekat dimabil maka akan mendapat musibah. entah betul entah salah yang jelas keberadaan ikan disana sungguh diluar dugaan saya sedari dulu.

3 komentar:

Adi Wisaksono mengatakan...

foto ikannya mana mas ??

bayu mengatakan...

* Lirik komen atas.......

ahahahak.......mas son...lek krungu iwak....penasaran..( iyo pak )
Asline aku penasaran jugak.....bulan maret '09 saya ke tuban padahal sudah di wilayah kerek- merakurak.....sudah tau ada goa disana, ming gas sempet mampir....

Kang Eko, mengatakan...

@bayu: terima kasih udah mampir mas, igoa ini memang ada di Tuban ,tapi dg Merak Urak masih jauh, daerah Rengel
@mas Adi : wis kapan2 tak udohi foto iwak ngerong mas, jok kwatir...

Posting Komentar