12 Juni 2009

26 Tahun untuk sebuah Persaudaraan, Reuni


Jam 5 Pagi saya sudah sampai di Magelang, seperti rencana semula hari Minggu ini tanggal 7 Juni 2009 saya akan menghadiri acara temu kangen alum ni smea Negeri Magelang angkatan 83, jam 10 WIB bertempat di RM Panjiwo Jl. A Yani depan RSJ Kramat.
sebelum acara tersebut dimulai, saya sudah berusaha keliling beberapa tempat di Magelang yang menjadi tujuan saya pagi itu, saya sarapan pagi Soto di depan hotel Pring Gading,yang kebetulan si penjualnya adalah temanku sewaktu SD dulu, namanya Nyoto.


kemudian saya menyelusuri jalan sisi barat kota magelang ke arah Utara, menuju ke rumah teman saya yang sangat sulit sekali untuk dihubungi, dan setelah sampai kerumah teman dan tidak ketemu aku langsung kembali ke arah Magelang kota, kemudian menyisiri jalan sisi timur ke Jalan Majapahit, disana saya menemukan warung soto yang sedang ramai-ramainya pembeli, kemudian berbelok ke barat melalui Jl. pemuda dan ke barat lagi melaui Jl. Tentara pelajar dan turun ke Taman Kayai Langgeng. ke selatan dan pulang kerumah.
Sampai di rumah saya istrihat sebentar untuk bersih-bersih badan mempersiapakan acara hari itu.
Jam 10 pagi sengaja saya baru berangkat dari rumah menuju ketempat pertemuan, karena saya tak ingin sampai disana saya harus masih menunggu teman-teman yang lain yang belum datang, tapi ternyata dugaan saya meleset, sebab sesampainya disana teman-teman sudah banyak yang datnag, justru saya terhitung yang paling akhir datangnya, jadi sampai disana langsungslam-salam dan saling berpelukan, ada rasa kangen yang sangat dalamdiantara kita, dan merasa seperti saudara yang lama sekali tidak jumpa, senang dan haru diantara kita, sungguh perjumpaan seperti inilah ang selalu saya nantikan dan mungkin juga temen-teman juga nantikan, seakan hari itu tumpah segala kerinduan selama hampir 26 tahun tak berjumpa.
Bertemu dengan satu-satu diantara teman yang hadir ada rasa senang bahkan merasa kaget, sebab ternyata selama 26 tahun telah membawa perbedaan fisik yang sangat menjadikan kita saling mengingat-ingat bagaimana wajah teman-teman dulu. Ada yang gemuk, ada yang kelihatan tua, ada yang sudah botak rambutnya, ada yang lebih dewasa, dan lain-lain perbedaan yang menjadi gojekan sesama teman.

Sungguh perjumpaan yang sangat dan tidak ingin aku lupakan, bahkan pertemuan yang berlangsung dari jam 10 hingga jam 14.00 menjadi sangat pendek, tidak terasa waktu yang ada dibuat menjadi moment-moment yang sangat berarti bagi teman-teman, ingin pertemuan ini sebagai awal sebuah persaudaraan yang selama ini telah terpisahkan oleh kesibukan masing-masing.
Sebetulnya masih banyak yang harus aku ceritakan, tetapi semakin aku banyak bercerita, semakin tidak cukup waktu aku bercerita disini, karena benar pertemuan ini sungguh sangat special dikala usia kita semakin merambat bertambah.
Selamat temen dan saudaraku yang tercinta, kita sudah bertemu dan bercanda, tentunya kita akan selalu menjaga persaudaraan ini selamanya, sampai jumpa dikesempatan yang akan datang, dengan keakraban yang lebih dalam, dan sampaikan rinduku pada keluargamu.

10 komentar:

ikhsan mengatakan...

wah dah lama juga ya

roji'unmgl mengatakan...

wach bisa mengingat masa lalu...

Muh. Nahdhi A. mengatakan...

Wah. pulkam koq gak matur2 to mas. Sampai kapan?

ciwir mengatakan...

sayang kita nggak jadi ketemu yo pak...
gelo aku goro2 eneng acara luar kota...

mass mengatakan...

As a caster, resist wow gold the temptation to tough it out and let mobs (monsters) get up in your face. Wands put out fairly healthy DPS (damage per second), and you'll do more damage wanding than cheap wow gold you will whacking things with your melee weapon. Besides, using your wand helps you get used to keeping your distance; you're wearing cloth armor and should avoid taking direct hits whenever buy wow gold possible. Wands also give you an efficient, effective finish for fights. You can finish off runners without having to physically chase them down, and polishing off that world of warcraft gold last bit of damage without using mana gives you a head start on regenerating for the next encounter.
In the war of the human and the orcs 10,000 years ago, only a piece of azeroth surrounded wow gold 5000 by the sea boundless huge land, this continent called kalimdor. Many different RACES and creatures living in this land, and the bad natural environment. In the darkness silkroad online gold of the mainland center is a full of mysterious energy, the lake lake -- it was called the well of eternity - is the whole world of magic and natural silkroad gold source of energy from the outside world, in the boundless darkness, drawing energy of the well of eternity to SRO gold the whole world continuously to release its energy in the world, for all kinds Lineage1 adena of biological provide nutrition.

Kang Eko, mengatakan...

@ikhsan : ya uadah lama sekali, banyak yang belum pernah ketemu lho !!!
@Rojiun : jelas mengingat masa jadul, bisa bikin ketawa
@Nahdi : iya ndak ngomong-2, daripada gelo, lha mung sehari aja kok mas .
@ciwir : memang belum waktunya bos !!!

bambang catur mengatakan...

Nuwun sewu, kulo nderek nepangaken..katur
Mas+mbak (mungkin tepatnya malah Dik..tapi apapun istilahe..ga penting), yg penting kerinduan para sampeyan sudah terbalaskan, saya ngin tanya, kapan ada reuni akbar ya sekurang-2nya melibatkan 2 tahun di atas dan 2 tahun di bawah (yg masih nyambung gitu lho)..aku yo pingin melu teko..
saderengipun maturnuwun
saking angkatan'81

b.c. andriyono
(ex III TB/1 SMEA Negeri Mgl 1977- 1981)
katuran pinarak dateng blog kawulo :
www.denbeijroningpasar.multiply.com

Kang Eko, mengatakan...

@bambang: memang ini berawal main di fb, kemudian utk awal memang kelas kita dulu, saya dan teman-2 ingin acara reuni ini akan di ikuti oleh berbagai angkatan, setidaknya secara besar, coba mas bambang mari kita rencanakan bersama-sama, saya sangat mendukung dengan ini, apalagi yang audah lama-lama, wah betapa gembiranya.

Anonim mengatakan...

Mas,btw aku mau ke magelang,mau nginep di hotel pring gading,punya info nggak tarif and yang lain tentang hotel ini ?? tq

Kang Eko mengatakan...

@anonim: hotel ini saya tak tahu persisnya,[ karena saya sdh meninggalkan Magelang sejak 1981] meskipun sering pulang dan tahu keberadaan hotel ini karena setiap kali pulang saya selalu mecicipi soto yang ada persis di depan hotel ini yang sangat laris, tapi sepanjang sepengatahuan saya hotel ini termasuk hotel melati ttp karena keberadaanya sudah lama hotel ini cukup dikenal di magelang, selain tempatnya di kota, juga bisa menjangkau sudut magelang yang tak jauh dari sini, atau mungkin bapak/ibu bisa memilih hotel[d/h Losmen Amin] di Jl. Daha itu juga baik,
Selamat menikmati kota Magelang

Posting Komentar