13 Juli 2009

Lewat Jajanan pun Kamu Bisa Bersuara

Semakin tidak menentunya polah tingkah sebagian para pengelola bangsa ini jelas akan menimbulkan berbagai kritik dan apa saja yang beragam dari orang-orang yang disuguhi pertunjukan itu.

Ada berbagai sarana untuk hanya sekadar mengkritisi sesuatu itu, ada yang langsung berteriak-teriak di jalan, di media elektronik dan cetak, atau bisanya hanya berteriak lewat tulisan di blog yang mereka miliki.
Tapi mungkin lain dengan yang saya saksikan ini, barangkali si pencetus ini tidak memiliki keinginan untuk memberikan reaksi pada keadaan yang dia saksikan, sehingga dia tidak perlu repot-repot mencetak label jajanannya dengan tulisan yang dia anggap tidak popular itu, atau malah sebaliknya dia sengaja memasang tulisan yang dianggap tidak popular itu akan menjadikan produk makannnya akan menjadi laku karena labelnya yang sangat unik dan saya rasa lain daripada yang lain itu ?, entahlah jujur saya ndak tahu jawabannya.
Lepas dari apakah itu memang sebagai bahan untuk mengkritisi atau bukan, bagi saya makanan yang saya dapatkan adalah sebuah tampilan yang menarik untuk kita nikmati atau kita maknai, terserah anda sekalian.

8 komentar:

ikhsan mengatakan...

gimana pak enak nggak???

Kang Eko, mengatakan...

tenan..... sampai sekarang belum saya makan, eman-eman mergo nyentrik.

Bala Tidar mengatakan...

ini jauh lebih pedas daripada kata-kata!

ponang mengatakan...

nyam nyam nyam....emping mlinjo...
mana tulisannya???

ardyan mengatakan...

wah mau dibuat pajangan ya mas?

Kang Eko, mengatakan...

@semuanya : maaf, sebentar tak njajal avatar yah

Kang Eko, mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Kang Eko, mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar