13 Mei 2009

Parade Budaya 2009



Meski sempat diguyur hujan yang cukup deras, antusias masyarakat kota Surabaya untuk menyaksikan karnaval dalam rangka ulang tahun Kota Surabaya yang ke 716 tahun yang bertajuk PARADE BUDAYA 2009 masih sangat tinggi, hal ini terlihat dengan masih membludaknya warga masyarakat disepanjang jalan protocol yang ingin menyaksikan parade tersebut, walaupun hujan masih mengguyur.

Parade yang dilaksankan oleh Pemerintah Kota Surabaya pada tanggal 10 Mei 2009 kemarin tetap berjalan meriah, walaupun dalam pelaksanaannya harus berbasah-basah karena hujan yang turun sejak siang hari.
Para pesertapun tetap semangat, walaupun mereka harus rela diguyur hujan rintik-rintik, disepanjang jalan yang mereka lalui dari Jl. Pahlawan ( sekitar tugu pahlawan) kemudian berjalan ke selatan menuju Jl. Gemblongan, Jl. Tunjungan, Jl. Gubernur Suro dan berakhir di Taman Surya komplek Balai Kota Surabaya.
Parade yang menurut informasi di ikuti oleh 51 intansi pemerintah dan swasta ini berjalan sangat meriah, seperti pelaksanaan serupa beberapa tahun yang lalu,

pelaksanaan parade budaya ini juga sangat menyedot perhatian masyarakat Surabaya yang ingin menyaksikan hiburan yang jarang sekali dilaksankan di kota Surabaya ini, apalagi pelaksanaan parade ini dilaksankan dalam rangka memperingati hari jadi kota Surabaya yang ke 716 tahun.

Diawali dengan mobil berhias kereta kuda parade ini diawali, kemudian mobil hias yang diatasnya duduk sepasang Cak dan Ning Surabaya, dibelakangnya diteruskan dengan barisan pasukan pembawa bendera Merah Putih, kemudian berturut – turut :
• Taruna Angkatan Laut yang menampilkan atraksi drum band yang sangat memukau masyarakat yang menyaksikan atraksi taruna-taruna tersebut, dalam atraksinya para taruna ini menampilkan konfigurasi dari drum bass yang ditata sedemikian menjadi bentuk kerucut dan paling atas berdiri seorang taruna sambil mebnawa drum bass yang lain.
• Kelompok perkusi: yang menapilkan seni musik yang sangat rancak dan harmonis.
• Kelompok kesenian dari Kabupaten Jembrana, Bali dengan gamelan dan gamelan-gamelan yang khas kota Dewata tersebut.
• Kemudian kelompok mobil hias Culture Parade yang merupakan mobil hias dengan belakangnya kelompok Iternasinoal Community, yaitu kelompok yang menampilkan berbagai kelompok etnis bangsa yang ada di Surabaya ini.
• Drum band dari Wahid Hasyim,
• Penampilan mobil hias dari Dinas Kebudayan dan Pariwisata kota Surabaya
• Penampilan kelompok dari Sampit, Kota Waringin Timur.
• Penampilan mobil hias dari kelompok usaha swasta, minyak goreng Dorang.
• Mobil hias dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya.
• Kelompok Drum Band dari Hisbul Wathon
• Mobil hias dari Pelindo III
• Mobil hias dari Bank Jatim
• Mobil hias dari Pertamina
• Kelompok Drum Band dari Gita Swara, Raden Rachmat
• Mobil hias dari DKP
• Dan masih banyak lagi kelompok-kelompok yang ada dibelakangnya yang makin lama makin menarik saja.

Selain parade ini diikuti oleh dinas dan kelompok masyarakat juga disini terlihat kelompok kesenian dari berbagai etnis yang ada di kota Surabaya, seperti misalnya Liang liong, tari tradisional Sajojo, dan lain-lain yang menambah semakin semaraknya parade yang dilaksankan kali ini, walaupun harus dengan berbasah-basah karena hujan yang membasahi hampir diseluruh ruas jalan yang dilewati parade tersebut.
Akankah tahun depan pemerintah kota akan juga melaksankan hal serupa di kota ini sebagai bentuk hiburan kepada warga kota dan ajang kreatifitas seluruh potensi yang ada di Surabaya? kita lihat saja nanti.

1 komentar:

bang ciwir mengatakan...

pasang wae neng widget pak.
gambar banner iso ijupuk neng milis..
cara2ne tak kirim email wa ya

Posting Komentar