Kira-kira jam sudah menunjukkan pukul 19.30, saya sudah berada disuatu tempat, kedatanganku ke tempat ini memang sudah direncanakan satu hari sebelumnya, saya datang bersama empat temanku, dan satu teman lagi yang kebetulan juga tetangga, namun sudah bertempat tinggal di daerah lain.Temanku ini mantan personil Group Band yang cukup punya nama di tahun 70 an, khususnya di Surabaya dan sekitarnya, namanya abah MUSLIMIN, namun bagi sementara orang dan temen-temen seangkatannya beliau ini dikenal dengan nama MINTO, yang menurut cerita-cerita yang aku dapat, dia adalah eks pemegang drum pada group THE GEMBELL'S.
Abah (demikian saya biasa memanggil) hari itu sengaja mengajak kami berempat untuk sekedar melepas lelah/refresing di suatu tempat yang sudah saya tahu sebelumnya, yakni MAKAM TIME Resto Cafe, yang berada di Jl. Dinoyo, depan sebuah perguruan tinggi swasta.
Di Resto ini, setiap hari Rabu (seperti malam itu) selalu menyuguhkan live music, yang membawakan lagu-lagu tempo dulu, entah lagu Indonesia ataupun lagu-lagu barat dari beragam jenis music.
memang dilihat dari apa yang disajikan malam itu ternyata memang tempat ini cocok sekali untuk kaum dewasa ( kalau tak ingin disebut tua ) yang ingin bernostalgia dengan tembang-tembang lawas, apalagi band yang mengiringi juga sebuag kelompok Band yang juga sudah cukup beken dan punya nama dikalangan pecinta di Surabaya tempo lawas, yang sudah malang melintang di dunia hiburan malam yakni CASINO BAND.
Setelah beberapa saat kita berada didalam cafe ini, selang bebrapa lama datang dua orang dan langsung duduk bergabung dengan kita, yang kebetulan kita menempati tempat duduk di sudut sebelah belakang, saya baru mengerti, kalau yang kedatangan dua temen ini adalah atas undangan Abah lewat telpon, untuk datang ke resto ini, dan saya baru menyadari beberapa saat kemudian bahwa Abah ini sengaja memanggil seluruh teman-teman nya yang dulu bergabung di group band THE GEMBELL's itu, selain ingin melepas rindu sekalian untuk bertemu dengan dengan teman lawasnya.
Dua orang yang datang itu salah satunya adalah mas PARDI ARPIN, demikian saya baru tahu nama itu setelah Abah berbincang-bincang ganyeng dengan mereka, mas Pardi adalah pemain gitar di group ini, dan saya baru tahu bahwa beliau juga pernah bergabung di group band milik Almarhun GOMBLOH.
Suasana di dalam semakin ramai saja, tidak seperti biasanya suasana begitu ramai ( Abah sering kesini, hingga tahu betul keadaan hari-hari Rabu sebelumnya, tidak terasa meja yang tadinya suasana biasa-biasa saja bisa hangat dengan canda gurau, saling cerita, saling tanya kabar anatara Abah dengan mas Pardi ini, sungguh malam itu bisa mengobati seorang yang sudah beranjak tua terus bertemu dengan teman jaman mudanya dulu, wis ora ono entek-e.
Dan tidak seberapa lama juga datang satu teman lagi yang sengaja dipanggil oleh Abah sebelumnya, namanya mas NANU kemudian tidak lama berselang juga datang mas JAJA yang salah satu juga personil group band ini, beliau adalah pemegang kibor di akhir-akhir masa kejayaan THE GEMBELL's.
Dari awal kedatangannya mas Nanu sudah bisa saya tahu bahwa yang datang ini adalah seorang seniman penyanyi yang cukup populer dan seorang anggota group lawak SRIMULAT, yang cukup punya nama karena peran beliau di group lawak ini sebagai drakula, dan karena peran ini maka beliau menggunakan nama ALUKARD, yang kalau nama itu dibalik menjadi DRAKULA.
Mas Nanu ini, selain sebagai pemain Srimulat, dia ternyata juga seorang penyanyi yang handal, buktinya, saya sudah menyaksikan sendiri, saat dia bernyanyi malam itu, selain lagu-lagu yang dibawakannya terbilang akrab ditelinga para pengunjung,tetapi juga karena dibawakan dengan gaya dan karakter suara yang pas mas Nanu, maka sepanjang dia bernyanyi selalu mendapat tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung malam itu.
Selain mas Nanu yang menyanyi dipanggung itu, ada beberapa penyanyi yang juga telah terlebih dahulu membawakan lagu lawas yang cukup enak didengar, dan dapat diasakan selain mereka membawakan lagu-lagunya dengan bagis, antara mereka ternyata sudah saling kenal, karena rata-rata mereka adalah para penggiat seni tahun 70 an dan sudah malang melintang di arena musik di Surabaya ini, sehingga akan nampak keakraban diantara mereka apalagi mereka juga sering datang ketempat ini jika ingin melepaskan kerinduan untuk menyanyi dan melepas kerinduan bertemu dengan teman-teman yang lain, misalnya ada seorang yang datang malam itu, dia selalu datang ketempat ini dan selalu manggung bersama home band ketika ia sekali-kali kembali ke Surabaya, dari peranatauannya di Cairo sana.
Tak terasa menikmati musik lawas malam ini membawa aku pada kenangan masa pada lagu yang cukup akrab ditelingaku tempo dulu, dan tentu disini aku juga bisa ketemu dengan orang-orang yang ingin aku ketahui, khususnya personil dari group band THE GEMBELL'S, mengapa ? karena sudah lama saya mendengar Group ini sejak dulu waktu aku masih tinggal doi kota kecil, Magelang, walaupun tidak secara khusus aku sebagai fan's beratnya, tetapi karena ternyata salah satu personilnya sudah sangat saya kenal maka, membuat saya penasaran untuk mengetahu lebih banyak personil-personil yang lain.
Sungguh malam ini menjadi hiburan yang membawa kesan tersendiri untukku, sebab ternyata bahwa saya bisa mengenal dan dekat dengan personil band THE GEMBELLS'S walau tidak seluru personilnya aku bisa berkenalan,sebab masih ada personal yang tidak bisa datang selain ada diluar kota, juga masih ada yang sedang sakit.
Saya berharap dilain kesempatan saya dapat menyaksikan THE GEMBELL'S ini komplit semua personilnya, khususnya dengan VICTOR, HARI DH,dan yang lain-lain.
semoga...........
tulisan ini aku persembahkan untuk ABAH MUSLIMIN, terima kasih telah mengajak aku datang ketempat itu dan bisa bertemu dengan teman THE GEMBELL'S, kapan ya bisa lagi dan komplt Bah ?
27 Februari 2009
Legenda tahun 70 an, The Gembell's
19 Februari 2009
Hari Ini
Jujur saja saat ini aku tak bisa berfikir baik
untuk menulis beberapa kata kemudian menjadi kalimat
yang indah untuk Non,
Tetapi untuk Non tadi pagi
bersama anak-anak sudah aku berikan
sebuah hadiah dan ucapan
yang tulus buat Non hari ini
dari aku suami yang gombal
tetapi yang tulus mengecup halus keningmu
dan dari anak-anak kita yang nakal,
tetapi tulus, tumbuh semakin mencintaimu
Selamat ulang tahun Non cantikku
Mungkin hari ini semua mimpimu belum tercapai
tetapi jangan cepat berkeluh,
Non kini telah memiliki aku
dan anak-anak yang indah penuh cinta
untuk bersama - sama mengarungi perjalanan ini.
Non cantikku...
semoga hari ini akan terus indah untukmu
12 Februari 2009
Situs Giri Kedaton
Ketika mengecek hasil pekerjaan di daerah ini untuk kesekian kalinya, terbesit untuk melihat satu makam yang ada di dekat dengan pekerjaanku itu, tempatnya ada di sebuah bukit, tempat ini memang sering aku lewati ketika aku harus memeriksa hasil pekerjaanku.
Meski sering aku lewati, selama itu pula aku selalu tak pernah berkesempatan mampir dan melihat satu makam diatas bukit yang oleh masyarakat sekitar, cukup dikenal yaitu makam Raden Supeno, beliau adalah anak dari Sunan Giri, dan benar ketika saya menuju ke atas dan harus menapaki jalan tanjakan yang cukup tinggi di atas, aku disuguhi suatu pemandangan yang tidak seperti yang aku bayangkan selama ini, ternyata disana terdapat satu lokasi bangunan situs yang diatasnya terdapat sebuah buah masjid dan disebelah baratnya terdapat satu buah cungkup makam dari Raden Supeno tersebut.
Setelah mengitari areal tersebut, aku tertarik untuk menyaksikan dua buah papan pengumuman yang menampilkan berbagai kegiatan dan lain-lain yang bberhubungan dengan situs tersebut, dan salah satunya adalah sebuah tulisan yang mencoba menerangkan sejarah dari tempat tersebut, dan inilah tulisan itu :
Secara administrative situs Giri Kedaton terletak di Dusun Kedaton, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur.
Dalam Babad Gresik ( BHG ) disebutkan Rade Paku mendirikan “ Kedaton Tondo Pitu “ yaitu bangunan istana bertingkat tujuh diatas sebuah bukit yang dikenal bernama Giri Kedaton.
Peristiwa pembangunan kedaton ini diambil dengan Candra sangkala yang berbunyi “ Sumedya Resik Ker Wulu “ yaitu menunjukkan angka tahun 1408 Saka atau 1486 Masehi, sejak itu, Raden Paku bergelar Sunan Giri atau Rajah Bukit. Satu tahun kemudian Sunan Giri, diangkat menjadi Nata (Kepala Pemerintahan ) dengan gelar Prabu Samudra, dan sebagai Pandita (Pemimpin Umat Islam ) dengan gelar Tetanggul Khalifatul Mukminin. Pengangkatan Sunan Giri menjadi Nata dan Pandita ini ditandai dengan Candra Sangkala berbunyi Trusing Luhur Dadi Haji yang menunjukkan angka tahun 1400 Saka, 1437 Masehi.
Giri Kedaton berfungsi sebagai pusat pemerintahan maupun penyebaran agama Islam.
Para santri yang belajar berasal dari Jawa, Madura, Banjarmasin, Ternate, Tedore, Bima Hitu ( Philipina ) dan dari penjuru nusantara lainnya.
Sunan Giri wafat pada tahun 1438 Suku atau tahun 1506 Masehi, jasad beliau dimakamkan di bukit Giri Gajah yang terletak kurang lebih 500 meter disebelah barat dari situs Giri Kedaton.
Sepeninggal Sunan Giri, kedudukan beliau digantikan oleh keturunan / dinasti giri, antara lain :
1. Sunan Dalem , tahun 1505-1545 Masehi
2. Pangeran Sidomargi, tahun 1545 – 1548 Masehi
3. Sunan Prapen atau dikenal dengan nama Anumerta Sunan Prapen atau Sunan Mas Ratu Pratikel, tahun 1458 – 1605 Masehi, Sunan Prapen adalah Raja Giri yang paling besar setelah Sunan Giri.
4. Panembahan Guwa, tahun 1605 – 1616 Masehi
5. Panembahan Agung, tahun 1616 – 1636 Masehi
6. Panembahan Mas Witana
Pemerintahan Giri Kedaton mengalami kemunduran setelah mendapat serangan Amangkurat I dan II dari kerajaan Mataram di Jawa tengah yang berkoalisi dengan VOC, dan benar-benar runtuh pada bulan April tahun 1680 Masehi, setelah itu Giri Kedaton diperintah oleh orang-orang yang bukan keturunan / dinasti giri, tetapi orang-orang atas perintah Mataram antara lain :
1. Pangeran Puspa Ita, tahun 1660 Masehi
2. Pangeran Wira, tahun 1703 Masehi
3. Pangeran Singanegara, tahun 1703 – 1725 Masehi
4. Pangeran Singasari, tahun 1725 – 1743 Masehi
Kegiatan pelestarian dan konservasi situs Giri Kedaton dilakukan berdasarkan kerjasama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan wilayah kerja Propinsi Jawa Timur dengan Dinas Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Gresik, Tahap I – IV tahun anggaran 2002 – 2005. Dalam kegiatan inidilakukan pemetaan, eskavasi / pengupasan tanah, studi kelayakan pugar, studi teknis, pemugaran, konservasi dan penataan lingkungan.
Situs Giri Kedaton adalah sebuah bukit yang dibuat berteras-teras atau berundak-undak, semakin keatas semakin mengecil, untuk sementara ditemukan lima teras / undakan.
Antara teras yang satu dengan teras yang lainnya ditandai struktur dinding teras yang bentuknya seperti kaki dan tubuh candi. Kaki struktur polos, sedangkan tubuh struktur bermotif hias pelipit-pelipit datar, bingkai cermin dan bidang persegi panjang.
Secara arsitektural bangunan di situs Giri Kedaton ini bertipe bangunan teras berundak.
Arah hadap bangunan menghadap kearah Timur, ditandai pintu utama berada di sisi Timur.
Konsep bangunan ini merupakan kelanjutan tradisi masa sebelumnya, yaitu bangunan punden berundak masa pra sejarah dan bangunan candi Hindu-Budha di Indonesia.
Dibeberapa halaman dinding teras terdapat fasilitas bangunan antara lain :
1. Dihalaman dinding teras II utara terdapat struktur kolam wudlu utara.
2. Dihalaman dinding teras III timur terdapat struktur pelinggihan dan kolam wudlu selatan
Selain itu masih terdapat peninggalan lainnya, yaitu dihalaman lereng timur terdapat makam Mpu Supo, pembuat keris Kala Munyeng milik Sunan Giri. Dihalaman lereng barat,adalah cungkup dan makam Raden Supeno, putra Sunan Giri. Dibeberapa halaman teras terdapat kelompok makam kuno yang belum diketahui identitasnya.
30 Januari 2009
Kejurnas Drum Band 2009
Bertempat di Pantai Ria Kenjeran Surabaya, telah berlangsung Kejuaraan Nasional Drum Band 2008/2009 yang dimulai sejak tanggal 29 Januari s/d 1 Februari 2009.
Event seperti ini telah dilaksanakan bebrapa kali, dan terakhir kejurnas tahun 2007 dilaksanakan di Banyuwangi, dan selalu kejurnas ini diikuti oleh berbagai kelompok Drum Band, baik yang ada di pulau Jawa maupun daerah – daerah lain diluar pulau jawa.
Banyaknya peserta untuk yang mengikuti kegiatan ini menjadikan moment ini menjadi sangat berharga, apalagi bagi para peserta yang selama ini sudah selalu mengikutinya.
Namun sayang, moment sekelas nasional ini gaungnya tidak seperti event yang terlaksana, kegiatan ini seakan hanya untuk kalangan tertentu, segingga kalangan luar peserta seakan idak memperoleh gaungnya, sehingga pelaksanaanya terkesan sepi, bahkan nyaris sepi dari publisitas disana sini, hanya disekitar tempat itu saja yang terkesan ada sebuah acara berskala Nasional.
Para peserta ini biasanya diikuti oleh kelompok sekolah-sekolah yang selalu ikut dan ingin menjajal kemampuan kelompok mereka di arena lomba, dengan harapan mereka ini nantinya mendapatkan prestasi yang mengesankan dan kelompok mereka akan dinobatkan sebagai juara umum.
Banyaknya peserta untuk yang mengikuti kegiatan ini menjadikan moment ini menjadi sangat berharga, apalagi bagi para peserta yang selama ini sudah selalu mengikutinya.
Para peserta ini biasanya diikuti oleh kelompok sekolah-sekolah yang selalu ikut dan ingin menjajal kemampuan kelompok mereka di arena lomba, dengan harapan mereka ini nantinya mendapatkan prestasi yang mengesankan dan kelompok mereka akan dinobatkan sebagai juara umum.
Dan inilah adalah Susunan Acaranya :
Kamis 29-1-2009
08.00 – 09.30 Lomba Padarampak seluruh peserta
09.30 – 10.00 I s t i r a h a t
10.00 – 12.30 LBB/LUG SD
13.00 – 17.00 LBB / LUG SD Brass
Jum’at 30-1-2009
08.00 – selesai LBJP seluruh peserta
14.00 – selesai LBB / LUG SD semi Final
Saptu 30-1-2009
08.00 – 11.00 LKKB seluruh peserta
11.00 – 13.00 I s t i r a h a t
13.00 – 15.00 UPP utk SD Brass Non Brass + Peng.Final
Minggu 1-2-2009
08.00 – 12.00 Final LBB/LUG DB/DC/MB
12.00 – 13.00 I s t i r a h a t
13.00 – 17.00 Lomba perorangan par/ Git
18.00 – selesai UPP DB/DC/MB Sayonara Surabaya
21 Januari 2009
Pusat Informasi Mojopahit

(Gbr. saya ambil darihttp://lecturer.ukdw.ac.id/mahatmanta/journal/?p=841)
Kemarin malam saya menyaksikan acara di sebuah TV lokal di Surabaya, acara ini menampilkan berita tentang di berhentikannya proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM)yang belakang hari berita ini menjadi hangat dan menjadi perdebatan dikalangan sejarawan, karena pembangunannya itu sendiri memunculkan pro dan kontra terhadap berlangsungnya proyek yang menghebohkan itu.
Berita itu sungguh melegakan hati ini mengapa, karena jauh hari sebelum saya memperoleh informasi tentang PMI saya sempat agak mendongkol dengan telah dilaksankan pembangunan ini di daerah situs majapahit, sehingga pembangunan ini dikwatirkan akan merusak dan menghilangkan artefak Majapahit yang tak ternilai harganya dari sebuah kelompok yang melaksanakan demo di depan Gedung Grahadi Jl. Pemuda Surabaya.
Berita telah dilaksananakan pembangunan ini juga membuat hati kecil ini seakan meregang, jengkel meski tak bisa harus berbuat apa. Yang jelas tentang pembangunan inipun saya pernah bertanya pada kawan saya yang rumah tinggalnya dekat dengan lokasi pembangunan tersebut. Dia mengatakan bahwa pembangunan tersebut oleh para penduduk sekitar disayangkan, karena ternyata pembangunan itu merasa masyarakat sekitar tidak diinformasikan, juga bahwa pembanguna tersebut dilaksanakan di situs yang masih banyak terdapat peninggalan sejarah Majapahit.
Dengan diberhentikan proyek ini, kekwatiran saya tentang akan rusaknya situs dan artefak yang ada di Trowulan akan terhindari.
Semoga pembangunan ini benar tidak dilanjutkan dan di direlokasi ketempat yang lebih aman, ketimbang tetap diteruskan dan harus dibayar dengan rusaknya situs dan artefak yang tak ternilai harganya.<
7 Januari 2009
Mudik tahun baru kemarin
Liburan akhir tahun biasanya saya gunakan untuk berlibur ke suatu tempat untuk sekedar melepaskan beban penat menjalani rutinitas kehidupan disini, namun libur panjang Desember 2008 berencana pulang mudik bersama keluarga, memang liburan panjang telah aku rencanakan jauh hari sebelumnya, selain liburan kali ini waktunya agak panjang, juga untuk menjemput adik saya yang paling kecil yang kebetulan juga pulang dari melaksanakan ibadah haji.
Rabu, 31 Desember 2008 saya dengan adik kebagian tugas menjemput pulang haji di Alun-alun tempat rombongan tiba dari Kota Solo, sambil menunggu kedatangan rombongan adik, saya sempatkan untuk melihat-lihat kembali atau lebih pas nya mengenang kembali tempat ini, dimana saya dulu saya bersama teman-teman sebaya bermain di hari Minggu untuk bermain sepak bola, atau kalau pas hari Raya tiba, aku dan adik-adik selalu diajak oleh kedua orang tua saya untuk nglencer, sekedar jajan atau naik becak keliling ALun-alun, kemudian beli mainan yang bisa diperoleh dengan memakai uang saku hari raya.
Di Alun-alun itu selain saya bisa menikmati lingkungan yang tidak banyak berubah itu, saya juga masih bisa menyaksikan trade mark nya kota Magelang yaitu Bangunan berbentuk tower yang digunakan untuk menampung air bagi tersedianya air bersih untuk Masyarakat kota ini.
Bangunan ini selain masih berdiri kokoh, ternyata DAM ( demikian saya dulu menyebutnya) saat itu tampak indah dengan di cat warna coklat susu, sungguh menggambarkan kemegahan bangunan peninggalan jaman Belanda yang kokoh tak termakan usia.
Selain bangunan DAM itu, ada satu bangunan satu lagi yang masih menyisakan kenangan saya secara mendalam, yaitu bangunan Patung Pangeran Diponegoro yang menunggang kuda.
Patung ini menempati sisi sebelah timur Alun-alun yang berseberangan jalan dengan bioskop Magelang Theater. 
Mengapa patung ini mempunyai kenangan tersendiri dengan saya ? ah ternyata setelah saya memandangnya dari bawahnya dan melihat-lihat sekitar patung saya menjadi teringat ketika patung ini diresmikan oleh Bapak Walikota Magelang, dengan upacara yang sangat khidmat, dimana waktu itu aku masih duduk di bangku SMP menjadi bagian dari acara peresmian patung itu, yaitu dengan menjadi peserta obade ( menyanyi secara bersama dalam jumlah yang besar)yang saat itu diwakili oleh sekolah saya yaitu SMP Kanisius Pendowo Magelang, dimana sekolah kami selalu menjadi pengisi apabila di kotaku dilaksanakan upacara dengan suguhan menyanyi secara obade. Sungguh suatu kenangan yang tak dapat aku lupakan, apalagi tahun itu tahun 1977, ah sungguh jadul rasanya.
Berjalan mengelilingi Alun-alun membawa saya pada kenangan yang sungguh mebekas di hati, apalagi menikmati riuhnya percakapan orang-orang sekitar saya, menggunakan dialek khas orang Magelang, sungguh membikin hati ini rindu untuk berlama-lama disana.
Dikesempatan istirahat menunggu adik datang, tak ketinggalan aku dengan adik sempat menemukan tanaman/pohon yang mungkin hanya ada di kotaku, yaitu pohon ASEM LONDO, yaitu sejenis pohon yang tumbuh dan berbuah seperti petai tetapi lebih kecil dan masnis rasanya, pohon ini banyak terdapat di kota Magelang, salah satunya yang tumbuh di Alun-alun ini.
Buah ini semasa kecilku menjadi buah favorit anak-anak seusia saya, selain pohon ini berbuah lebat, buahnya juga kalau dimakan terasa manis, dan selalu menjadi rayahan (rebutan) anak-anak kalau buah ini jatuh dari pohonnya, sayapun sempat mengabadikan untuk kenangan saya, atau barangkali saudara-saudara teman pembaca yang berasal dari Magelang atau siapa saja yang pernah tahu dan mereka yang pernah merasakan manisnya ASEM LONDO ini.
30 Desember 2008
Tahun Baru 2009

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun
banyak suka dan duka telah kita jalani sepanjang tahun 2008
waktunya mengevaluasi kinerja kita selama ini bagi yang belum maksimal tahun depan adalah waktunya untuk kerja keras dan kerja cerdas karena tanpa itu, kita tidak akan bisa eksis ditengah deraan krisis global saat ini bagi yang sdh bekerja keras, tetap semangat dan pertahankan prestasi
karena hanya itu yang membuat kita memenangkan persaingan.
Namun apapun yang telah kita capai di tahun 2008 kita patut bersyukur, bahwa kita masih diberi kesempatan untuk berkarya, diberikan kesehatan, diberikan kebersamaan
disaat susah maupun senang.
selamat tinggal 2008 dan selamat datang 2009.
Viva Blogger……...... Untuk kecerdasan bangsa
22 Desember 2008
Festival Kresnayana

Satu lagi produksi dari Taman Budaya Timur yang menurut hemat kami, juga tidak kalah bagusnya dengan produksi Taman Budaya Jawa Timur yang lain, yaitu FESTIVAL KRESNAYANA.
Tadi malam, tepatnya tanggal 21 Desember 2008 dengan udara yang sejuk, tidak panas dan tentunya dengan tidak turun hujan (biasanya akhir-2 ini sore hujan selalu turun) menambah semarak pembukaan Festival Kresnayana.
Seperti dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Bp. Rasiyo ( Kadis. P&K Propinsi Jawa Timur) bahwa Festival ini pada tahun lalu pernah di launching, hanya pada tahun 2008 ini festival ini dapat dilaksanakan dengan baik.
Festival yang menurut beliau adalah sebuah festival yang diperoleh dari pengalaman bahwa di Yogyakarta telah dilaksanakan Festival serupa yang bertajuk Festival Rama Shinta, membuat Taman Budaya Jawa Timur sebagai Art Center Seni di Jawa Timur juga melaksanakan Festival serupa dengan nama yang lain.
Berangkat dari pengalaman dan keinginan untuk lebih menggali budaya jawa dan kesenian sejenis untuk lebih berkembang, maka Taman Budaya Jawa Timur melaksanakan kegitan ini selama 4 (empat) hari, sejak tanggal 21 s/d 24 Desember 2008 bertempat di Jl. Genteng Kali 85, Surabaya.
Selamat untuk Taman Budaya Jawa Timur, semoga apa yang telah disajikan akan mendapat manfaat yang besar untuk masyarakat dan bangsa ini.
ACARANYA :
21 Desember 2008
# Tari Cakrayana ( Sariyono)
# Pembukaan
# Wayang Orang Komunitas Tri Buana
# Wayang Kulit
lakon " Dharma Pujangga "
Dalang Ki Hari Tri Rharyo
lakon " Sang Narayana "
Dalang Ki Ardi Poerbo Antono
22 Desember 2008
# Wayang Kulit
lakon " Sri Gita Wiwit "
Dalang Ki Heruahyono, S.Sn.
lakon " Jati Diri "
Dalang Ki Bambang Tri Bawono S.Sn.
lakon " Kresno Pantek "
Dalang Ki Sareh
23 Desember 2008
# Wayang Kulit
lakon " Kresno Maneges "
Dalang Ki Waluyo Aji
lakon " Kresno Kridho "
Dalang Ki Sugilar
lakon " Wanara Singo "
Dalang Ki Wardono
24 Desember 2008
# Wayang Kulit
lakon " Kresno Perjonggo "
Dalang Ki Hardi Suparto
lakon " Kresna Wicaksana "
Dalang Ki Surono Gondo Taruna
lakon " Narayana Begal "
Dalang Ki Joko Bledeg
15 Desember 2008
Porno gak sih ?
Entah mengapa jalan pintas dari Jl. Basuki Rachmad menuju Jl. Pemuda lewat samping Mc.D itu dinamakan Gang Setan, saya sendiri tidak tahu mulai kapan jalan itu mulai dijuluki gang setan. Ah…… apa arti sebuah nama kan ?
Saya tidak ingin membahas mengapa digunakan gang setan tetapi disini saya ingin mengorek sedikit tentang apa yang terjadi di sekitar gang setan tersebut Sabtu kemarin.
Gang ini tidak bedanya dengan gang yang lain yang kita temui, hanya saja gang ini mungkin tampak lebih istimewa [ setidaknya bagi orang-orang tertentu] karena selain gang ini berada di tengah-tengah kota Surabaya, gang iti juga sejak saya mengenalnya selalu dijadikan tempat nongkrong komunitas-komunitas tertentu dan ajang peng aktulisasian sekelompok tertentu, misalnya komunitas Punk, sekelompok pelukis jalanan dan sebagainya, sehingga tempat ini selalu ada saja kelompok yang berada disana.
Selain gang ini strategis dan dekat dengan pusat perbelanjaan, gang ini juga selalu menjadi tempat untuk dijadikan ajang peng ekspresian diri dari suatu kelompok tertentu, sehingga tembok-tembok yang ada disana selalu dipenuhi dengan gambar-gambar dari komunitas tersebut, seperti misalnya yang saya lihat kemarin, tanggal 13 Desember 2008, sekelompok anak muda yang menamakan dirinya KOMUNITAS GAMBAR BUNUH DIRI hari itu menggelar pameran lukisan dan instalasi yang bertajuk PORNO GAK SIH ?
Dilihat dari judulnya saja kita sudah bisa menduga bahwa, komunitas ini hendak mensikapi dan memahami dilematika UNDANG-UNDANG ANTI PORNOGRAFI di Indonesia dengan cara mereka yaitu menggelar lukisan dan instalasi yang secara langsung mereka melukis di dinding-dinding gang setan itu.
Selain saya sempat mengabadikan beberapa lukisan yang mereka buat saya juga sempat diberi selebaran kecil yang mereka siapkan untuk dibagi-bagikan untuk masyarakat umum, dan ini saya saya salin utuh :Pluralitas memang sudah lekat di negara kita. Begitu banyak suku bangsa yang mengusung beragam budaya, keyakinan (agama), seni, dll.
Dan menilik akhir-akhir ini dilematika UU Anti Pornografi di Indonesia memang belum menemukan titik temu yang pasti. Dilematika itu pula yang akhirnya memicu pro dan kontra seputar, berperan pentingkah UU Anti Pornografi di negara yang sangat kompleks ini dalam sudut pandang hukum, budaya dan politik.
Tidak menampik, bahwa kita semua tidak ingin negara Indonesia tergerogoti oleh kemrosotan moral akan merebaknya pornografi diberbagai media (dalam hal ini media internet mengambil peranan vital), namun kita juga harus sadar, bahwa pornografi tidak begitu saja dikelompokkan kata “pasti”. Bahwa yang porno itu seperti ini atau seperti itu. Karena bagaimanapun juga, nurani dan pemikiran dari tiap personal-lah yang berperan prnting untuk menyikapi sejauh mana media tersebut dikatan porno
Pendenifisian pornografi, mungkin sama rumitnya dengan kata cinta atau seni. Dimana bahwa orang tersebut harus bisa mengambil pilihan bijak untuk mencerna makna tersebut dalam perilaku dan tindakan. Kita ambil contoh, Cinta. Menurut kesepakatan bersama, cinta adalah saling menyanyangi (keluarga, kekasih, teman, hewan, benda, dll.). Dan menurut perlambangan tertentu, cinta digambarkan dengan gambar hati, atau pewarnaan cinta disimbolkan dengan warna merah muda. Tapi…. Apakah semudah ini memahami makna dari kata cinta sendiri, begitu juga seni.Seberapa pastikah kata seni bisa dikelompokkan dengan kalimat-kalimat tertentu, atau simbol-simbol tertentu, atau perlambang-perlambang tertentu yang dapat memisahkan kata “seni” itu sendiri.
Dan menurut hemat kami, menyikapi pornografi tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan hanya dengan deretan-deretan kalimat undang-undang. Karena hati dan nurani yang berperan penting disana, sejauh mana hati kita untuk dapat menyikapi bahwa suatu media diklaim berbau pornografi.
Maka, dengan aksi pameran lukisan jalanan yang bertajuk “porno gak sih ?” ini, kami hanya ingin kita semua berpikir, sejauh mana kita dapat menyikapi media (gambar, kata, bunyi, gerak) untuk dikatagorikan pornografi. Mari gunakan hati nurani untuk menyikapi. Selamat berpikir.
10 Desember 2008
Hilang semua dataku
Libur Sabtu pagi, biasanya tangan saya jadi gatal selalu ingin menghabiskan waktu atau hanya sekedar memanfaatkan beberapa menit sebelum kegiatan bermalas-malasan saya mecoba membuka lapstop saya untuk utak-utik apa saja
tapi, setelah saya nyalakan ternyata piranti saya ini tetap tidak mau loading-loading juga, sampai tiga kali masih juga belum bisa. Akhirnya karena merasa sudah putus asa, saya bawa ke tempat kerja teman saya, dan setelah di cek, apa yang menjadi kekwatiran saya benar-benar terjadi, hard disc di lapstok saya ini sudah rusak, artinya mati total tidak bisa digunakan lagi. Saya tidak habis pikir, wong baru malamnya saya pakai kok paginya sudah tak berfungsi dan celakanya saya belum sempat me back up seluruh data yang ada di hard disc itu, memang beberapa bulan sebelumnya saya sempat mengamankan beberapa data yang ada, tetapi masih juga saya tinggalkan beberapa data yang emnurut saya masih sering saya gunakan, dan data inilah yang belum sempat saya amankan, sehingga otomatis data-data ini hilang lang lang lang.
Tapi saya saat itu masih tidak putus asa, saya coba untuk men service hard disc yang rusak ini dengan saya bawa ke tempat pembetulan hard disc, ternyata saya mendapat jawaban, selain harganya yang relatif cukup mahal ternyata hasilnya nanti mereka juga tidak bisa memastikan semua data yang ada bisa diselamatkan, jadi saya pikir lebih baik saya urungkan dulu niat saya untuk memperbaiki, sambil mengumpulkan dana untuk ini, tetapi saya mau tidak mau harus mengganti hard disc yang brusak dengan yang baru, meski agak sedikit lega karena sudah bisa on lagi, tapi kekecewaan ini masih mengganjal karena data-data yang penting masih juga belum bisa saya dapatkan, siapa ya bisa membantu memperbaiki data hard disc ku ?
